Gunung Slamet yang lebih dikenal
pendakian lewat Bambangan, Purbalingga nampaknya sudah tidak asing lagi bagi
kalangan pendaki baik dari luar maupun dalam daerah. Tapi ini sedikit berbeda
dari Gunung Slamet via Bambangan yaitu pendakian dari Gunung Malang. Walaupun
sama sama daerah Purbalingga namun Gunung Malang menyajikan warna yang berbeda.
Gunung Malang merupakan jalur konservasi alam pendakian Gunung Slamet yang
telah dikelola oleh pihak PERUM PERHUTANI KPH BANYUMAS TIMUR bersama LMDH
GUNUNG SLAMET yang tidak lupa merangkul GUPALA kini sedang ramai-ramainya para
penikmat sunrise untuk menikmati di Gunung Malang yang berada di POS I nya atau
disebut Wadas Gantung. Meskipun tidak banyak yang ingin melanjutkan ke
puncak Gunung Slamet melalui jalur ini, pemandangan sunrise dari Wadas Gantung
sudah benar-benar worth it bagi penikmatnya ditambah lagi jika cuaca cerah
kalian dapat bonus Milky Way yang
memanjakkan mata di kala malam hari.
Bagaimana akses menuju ke Wadas Gantung?
Kami melakukan start dari
Purwokerto menuju kearah Desa Serang, Kabupaten Purbalingga. Papan petunjuk
jalan pun sudah jelas jika anda telah melewati berbagai wisata di Desa Serang
seperti Pinesan, Kebun Stroberi, Rest
Area Lembah Asri yang berada di kiri jalan. Jalan menanjak dan berkelok,
tapi view yang disajikan sepanjang perjalanan keren parah.
Berapa biaya tiket masuk Wadas Gantung?
Setelah kami sampai dengan
menempuh 1,5 jam dari Purwokerto akhirnya kami pun bergegas untuk menitipkan
motor ke tempat parkir yang sudah disediakan bertempat di belakang basecamp *jangan lupa helm ditaruh ke dalam basecamp,
terus jadikan satu* Sembari beristirahat kami registrasi ke pihak
pengelola, untuk biaya tiket masuk sebesar Rp 15.000/orang dan biaya parkir
sepeda motor Rp 5.000/motor.
Jauh gak ke puncak? Deketan mana sama Jalur lain?
Ini menjadi pendakian kedua bagi
saya hanya sekedar ngecamp menanti momen sunrise walaupun tidak sampai puncak,
karena saya tau pendakian gunung slamet via gunung malang ini nampaknya memakan
waktu yang cukup dan terbilang masih asri ketimbang jalur lain yang ramai
pendaki.
“Jauh mana pak sama jalur bambangan?” tanya ku ke pihak pengelola
”Sebenernya hampir sama mas, cuman selang beberapa jam. Karena via
Gunung Malang ini ibaratnya kita mencapai puncak gunung malang terlebih dahulu
baru dilanjutkan untuk summit dan tidak bertemu dengan jalur lain seperti
bambangan sampai puncaknya” Jawab bapak itu
Basecamp memiliki ketinggian
sekitar 1400 mdpl dan Pos 1 atau yang lebih dikenal Wadas Gantung ini memiliki ketinggian 1768 mdpl. Kami melakukan
pendakian malam hari karena memang cuaca cukup cerah dan langit begitu banyak
bintang bertebaran. Menurut informasi dari basecamp menuju ke wadas gantung
hanya menempuh waktu 45 menit - 1 jam saja. Pada awal start kami melewati
perkebunan sayur-mayur warga seperti onclang, sawi, kentang, dll. Jalur terbilang
stabil tidak terjal dan aman bagi pendaki awam. Setelah melewati perkebunan,
masuklah kami ke dalam hutan pinus yang mulai tertutup oleh pepohonan. Jalur semakin
menantang, lahan di hutan pinus ini lumayan untuk beristirahat sejenak. Tak
berlama-lama kami melanjutkan perjalanan kami menuju padang ilalang. Nah sampainya
di padang ilalang kalian bisa melihat view desa serang dari atas sini, dan
terkadang terdengar suara adzan ataupun pendaki yang telah sampai di POS 1. Pokoknya
kalau sudah sampai padang ilalang pertanda POS 1 sudah semakin dekat.
Sampailah di POS 1. Tempat camp
di POS 1 ini lumayan luas, bisa didirikan sekitar 20 tenda. Memang kita harus
berangkat lebih siang untuk mendapatkan best view menikmati matahari terbit. Di
Wadas Gantung ini tidak ada penjual makanan maupun warung, jadi kalian harus
persiapkan sebelum melakukan pendakian. Kami hanya membawa kopi dan mie instant
sebagai pengganjal lapar sebelum tidur.
Sunrise is Calling!
Nah ini momen yang ditunggu
tunggu. Waktu subuh telah tiba, pendakipun bergegas keluar dari tendanya
menyambut matahari yang sedang terbit dari ufuk timur. Walaupun masih dingin,
dan angin yang lumayan kencang tak
menjadi penghalang untuk mendapatkan momen sunrise terbaik ini. Pada pagi
harinya, Gunung Slamet pun terlihat dari belakang tenda kami walaupun tidak
terlihat puncak berpasirnya berbeda dengan jalur lain yang bisa dilihat puncak
berpasir dari bawah.
Ada rencana untuk menikmati
sunrise disini? Bagi para penikmat kopi, Jika beruntung kalian dapat suguhan
kopi gunung malang loh langsung dari basecampnya.
Untuk info lebih lanjut bisa tanya-tanya di pihak pengelola basecamp Gunung Malang ini
Untuk info lebih lanjut bisa tanya-tanya di pihak pengelola basecamp Gunung Malang ini
088983610264 (Whatsapp)
@wadas_gantung (instagram)
No comments:
Post a Comment