Monday, October 31, 2016

Ujian Bagi Yang Menegakkan Kebenaran

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Perjuanganmu dalam membela kebenaran, tidak akan bisa ditempuh kecuali melalui ujian dan gangguan dari manusia. Betapa para Nabi telah dibunuh, seperti halnya Yahya dan Zakaria, terusir seperti halnya Musa, dipenjara seperti halnya Yusuf, dan terasing, diboikot, dan diganggu secara fisik seperti halnya Sayyidul Anbiya’, Muhammad. Barulah kemudian kebenaran menang.

Dr. Abdul Aziz Tharifi (@AbdulazizTarifi) - Twit Ulama

Haram Melihat Wanita yang Bukan Mahram (2)

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Abu Sa’id Alkhudry r.a. berkata : Bersabda Nabi : Awaslah kamu duduk di tepi jalan. Sahabat bertanya : Ya Rasulullah kami tidak dapat tidak harus duduk di tepi jalan untuk bicara-bicara di sana. Rasulullah bersabda : Kalau kamu tidak akan meninggalkannya, maka harus memberi hak jalan. Mereka bertanya : Apakah hak jalan itu? Jawab Nabi : Memejamkan mata, dan menahan gangguan, dan menjawab salam dan menganjurkan kebaikan dan mencegah mungkar. (HR. Buchary dan Muslim).

Abu Thalhah (Zaid) bin Sahl r.a. berkata : Ketika kami duduk di serambi depan rumah berbicara-bicara, mendadak datang Rasulullah bersabda : Mengapakah kamu duduk di pinggir jalan, tinggalkan duduk-duduk di tepi jalan. Jawab kami : Kami hanya mudzakarah dan bicara-bicara. Bersabda Nabi : Adapun kalau tidak suka meninggalkan, maka harus kamu tunaikan haknya, yaitu memejamkan mata dan menjawab salam dan bicara yang baik-baik. (HR. Muslim).

Mudzakarah mengingati (nasihat-menasihati).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 484-485.

Perumpamaan Melaknat Seorang Mukmin

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Rasulullah ﷺ bersabda: “Melaknat seorang mukmin itu seperti membunuhnya.” (HR Bukhari)

Beliau ﷺ menyerupakan laknat dengan pembunuhan
Beliau ﷺ juga bersabda : “Sesungguhnya orang yang suka melaknat itu tidak bisa menjadi saksi dan juga tidak bisa menjadi pemberi syafa’at di hari kiamat” (HR. Muslim)

Dr. Nahar al-‘Utaibi, Wakil Dekan Fakultas Kemasyarakatan Universitas Syaqra, Saudi Arabia. (Twitter : @dr_nahar) - Twit Ulama

Sunday, October 30, 2016

Penuhi Hak Allah Atas Diri Ini

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Bagi setiap pasangan suami istri, sebelum Anda berdua mencari-cari hak Anda atas pasangan Anda dalam kehidupan, apakah Anda sudah mencari apa hak Allah atas Anda dalam kehidupan Anda?

Syaikh Khalid Ibrahim Ash-Sha’qaby, da’i di kementrian pendidikan dan pengajaran KSA  (Twitter : @KhaledAlSaqaby) - Twit Ulama

Saturday, October 29, 2016

Haram Melihat Wanita yang Bukan Mahram (1)

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Abu Hurairah r.a. berkata : Bersabda Nabi : Telah tercatat pada anak Adam bagiannya dari Zina, yang pasti terkena, zina mata ialah melihat, dan telinga zinanya mendengar, lidah zinanya berkata, tangan zinanya menyentuh, dan kaki zinanya berjalan, dan hati yang ingin, dan yang membenarkan (mempraktekkan) semua itu ialah kemaluan, benar terjadinya atau tidak. (HR. Buchary dan  Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 484.

Tanda Takut

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Abu Laits As-Samarqondi berkata : "Tanda takut kepada Allah itu akan tampak pada tujuh perkara :
  1. Lisannya. Ia tak berani berdusta, berghibah, mengadu domba. ia selalu berdzikir kepada Allah.
  2. Hatinya. Rasa takut mengeluarkan kedengkian dan permusuhan dari hati. Dan penyakit penyakit hati lainnya.
  3. Matanya. Ia tak mau melihat yang diharamkan oleh Allah.
  4. Perutnya. Ia tak memasukkan ke dalam perutnya sesuatu yang haram.
  5. Tangannya. Ia tak menggunakannya untuk yang haram tapi ia gunakan untuk ketaatan.
  6. Kakinya. Ia tak melangkahkan kakinya ke tempat maksiat. Namun ia langkahkan untuk ketaatan.
  7. Ketaatannya. Ia jadikan ketaatannya benar benar ikhlas mengharapkan wajahnya semata.
(Tanbihul Ghofilin hal. 256) - UB

Menata-Ulang Penyerangan

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Perkemahan tentara Harmonia. Terlihat Luc, Sarah dan Albert Silverberg tengah membahas langkah selanjutnya, mempersiapkan serangan ke Grassland.
Albert Silverberg melaporkan pada Luc bahwa di dalam negeri Zexen telah terjadi kudeta, sehingga kontak dari badan dewan konselor terputus. Dan para ksatria Zexen menyatakan perang dengan Harmonia dan membantu Grassland. Tetapi perubahan yang terjadi di Zexen masih masuk dalam perhitungan Albert Silverberg.
Luc meminta Albert Silverberg menjelaskan detail perang sekali lagi.
Menurut Albert Silverberg tertahannya pasukan di desa Duck karena penenggelaman desa memerlukan waktu 3 hari hingga 5 hari untuk proses pengeringan dan pembuatan jembatan sebelum pasukan bergerak menuju "Jalan Besar", guna persiapanpenyerangan ke Great Hollow markas terakhir Grassland. Dan untuk mengatasi pergerakan bantuan personil tentara Zexen, Albert Silverberg merencanakan mengirim pasukan untuk menghambat. Seluruh tindakan perlawanan Grassland masih dalam perhitungan dan tak perlu merubah master plan rencana semula.
"Kalau begitu, masalahnya ada pada rune. Earth Rune telah didapat. Fire Rune dan Water Rune ditangan musuh, lalu Lightning Rune ....?", tanya Luc.
"Aku melacak ada sesuatu yang mencurigakan di dalam pasukan kita", Sarah melaporkan temuannya.
"Semua keberadaan rune telah diketahui, pasukan bayaran sudah tidak dibutuhkan lagi. Sarah, kau rebut Lightning Rune. Yuber, kau cari dan bunuh jenderal sebelumnya", perintah Luc. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 8, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Allah Selalu Memberikan Yang Terbaik

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Anda harus punya keyakinan bahwa apa yang Allah kehendaki pada diri Anda itu lebih baik daripada apa yang Anda kehendaki untuk diri Anda sendiri. Jadikan hal ini prinsip hidup dalam keseharian Anda!

Dr Ahmad bin Hamd Jailani, Murid Syaikh Ibnu Baz, da’i Badan Penanggulangan Teroris Saudi (Twitter : @ahmedjelin) - Twit Ulama

Friday, October 28, 2016

Wadah Untuk Seluruh Amal

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Dadamu adalah wadah untuk seluruh amalanmu, dan wadah ini akan dibuka

“pada hari rahasia-rahasia diperlihatkan” (QS ath-Thariq : 9).

Maka perhatikanlah apa yang akan disingkap di sana (akhirat kelak)!

Dr. Umar Al-Muqbil, dosen hadits di Fakultas Syari’ah Universitas Al-Qashim, Wakil Ketua di Lembaga Ilmiah untuk Studi Al-Qur’an, Saudi Arabia. (Twitter : @dr_almuqbil) - Twit Ulama

Thursday, October 27, 2016

Mustahil

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


 Sufyan at-Tsauri berkata :
رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لا تُدْرَكُ

"Keridhoan seluruh manusia adalah tujuan yg tdk akan tercapai." (Az-Zuhud karya al-Baihaqi 105)
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta
twitter, instagram, dan telegram : @mubk_jogja
BBM : 595F4CAC

Yang Biasa Disangka Riya’Padahal Bukan Riya’

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Abu Dzarr r.a. berkata : Rasulullah ditanya : Bagaimanakah kalau seorang beramal kebaikan karena Allah, tiba-tiba dipuji-puji orang? Jawab Nabi : itu sebagai pendahuluan kabar baik bagi seorang mukmin. (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 482.

Perundingan Grassland-Zexen

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Setelah mempertontonkan True Fire Rune yang dimilikinya, Hugo memulai pidatonya; "Dengan melupakan dendam lama, kami penduduk Grassland, meminta kerjasamanya untuk menghadapi invasi dari utara di perundingan ini".
"Untuk menghentikan serangan dari utara yang mengacaukan negara tetangga, kami sekali lagi dengan Grassland akan ........", sambut Chris Lightfellow terpotong oleh teriakan Shiba; "Pembunuh Ketua !!"
Lucia segera memerintahkan Dupa agar Shiba menahan egonya. Tetapi Dupa malah terus mencecar pertanyaan kepada Chris Lightfellow sebagai pembunuh ketua mereka dan meminta penjelasan.
"Para ketua klan, kalian yang hadir bisa menjadi saksikannya itu tidak mungkin! Saat itu sewaktu perjanjian gencatan senjata, kami berada di dataran amur!", Salome Harras mencoba untuk menjelaskan.
Penjelasan ini rupanya tak cukup menentramkan dendam yang telah tertanam. Dan kembali kucuran hujatan pun tak terelakkan. Hingga Hugo berteriak; "HENTIKAN !!"
"Bukan waktunya untuk menuntut saat ini, perundingan kali ini adalah untuk memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Bukan untuk meributkan masa lalu", Hugo menegaskan pada semua petinggi klan.
Akhirnya perundingan semakin mengarah kepada tujuan bersama yang pasti dengan tampilnya Caesar Silverberg dalam menuangkan gagasannya.
"Hal yang kalian perdebatkan sekarang mungkin rencana Harmonia untuk mengadu domba Grassland dan Zexen. Dengan fakta dan disaat yang sama, Harmonia melakukan invasinya. Dan yang mendapat keuntungan dari pelanggaran gencatan senjata antara Grassland dan Zexen adalah Harmonia", papar Caesar Silverberg.
"Bagaimana, kau menjelaskan pasukan kepala besi yang terlihat di Great Hollow!?", tanya Shiba.
"Sepertinya pasukan Harmonia memiliki seorang pengguna ilusi yang hebat. Dengan kekuatan seperti itu mereka mampu membuat tiruan", jelas Caesar Silverberg.
"Bagaimana dengan pembakaran Karaya?", tanya seorang tentara Karaya.
Tiba-tiba Chris Lightfellow menghunuskan pedang dan berkata; "Aku bersumpah, kami tak pernah mengacungkan pedang pada orang tak bersenjata".
"Meski kau bilang begitu, aku sama sekali nggak tahu benar atau tidaknya kau membunuh rakyat biasa. Yang pasti kalau kalian terus meributkan hal yang sudah berlalu, itu sama saja dengan menjebak diri kalian sendiri", Caesar Silverberg melanjutkan paparannya.
"Berarti kita dan orang-orang Zexen bergerak sesuai dengan keinginan mereka?", tanya Dupa.
"Sejauh ini baru kemungkinan, karena nggak ada bukti. Tapi kalau orang itu sudah pasti memikirkan rencana licik seperti ini", Caesar Silverberg mempertegas pikirannya. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 8, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).
-------------------
Catatan : Dataran Amur bila digambarkan lokasinya seperti titik di sudut-sudut bangun segitiga yang dititik-titiknya letak lokasi Istana Brass - Great Hollow (markas klan Lizard) - desa Karaya. Sedangkan letak dataran Amur itu antara Istana Brass dan desa Karaya.

Mohon Terhindar dari Meminta yang Tidak Tahu Hakekatnya

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Di surat Hud (11) ayat 47 ;
"Rabbi innii a'uudzu bika an as'aluka maa laisa lii bihii 'ilmun, waillaa taghfir lii watarhamnii akun minal khaasiriin".

Artinya :
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada-Mu sesuatu yang aku tiada mengetahui-(hakekat)-nya, dan sekiranya Engaku tidak memberi ampun kepada-ku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepada-ku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.

Keterangan :
Do'a ini semula dibaca oleh nabi Nuh a.s. Ketika ada banjir besar yang melanda negeri nabi Nuh a.s., anaknya yang bernama Kan'an tidak mau mengikuti nasehat ayahnya bersama-sama naik perahu. Tapi Kan'an memilih perlindungan sendiri akan naik ke puncak gunung. Di kala itulah nabi Nuh a.s. memohon kepada Allah ta'ala agar anaknya mau naik perahu bersama dengan keluarga. Allah berfirman sebagai jawaban : "Kan'an itu tidak termasuk keluargamu, karena perbuatannya tidak baik".
Kemudian nabi Nuh a.s. berdo'a seperti tersebut diatas.
-------------------------------------
Bibliography :
Al Qur'aan dan Terjemahannya, Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur'an, Depag, Pelita II/ 1978/ 1979, halaman 334.

Bila Selesai Wukuf

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Di dalam al-Qur'an surat al-Baqarah (2) : 198, Allah ta'ala menuntun orang beriman perihal berwukuf dalam firman-Nya :

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا۟ فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ ۚ فَإِذَآ أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفٰتٍ فَاذْكُرُوا۟ اللَّـهَ عِندَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَىٰكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِۦ لَمِنَ الضَّآلِّينَ
Tidaklah dosa bagi kamu untuk mencari karunia dari Tuhanmu. Maka apabila kamu berangkat dari Arafah (selesai wukuf), maka berzikirlah kamu kepada Allah di Masy'aril Haram. Dan ingatlah Allah sebaimana Dia telah menunjuki kamu meskipun kamu sebelumnya itu sungguh termasuk orang yang sesat. (198).

Asbabun Nuzul
Menurut suatu riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما, pada zaman Jahiliyyah terkenal pasar-pasar yang bernama Ukadh, Mijnah dan Dzul-Majaz. Kaum Muslimin merasa berdosa apabila berdagang di musim haji di pasar itu. Mereka bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang hal itu. Maka turunlah "laisa 'alaikum junahun an tabtaghu fadl-lan min-rabbikum" (awal ayat QS. 2 : 198) yang membenarkan mereka berdagang pada musim haji. (HR. al-Bukhari).
Menurut riwayat lain yang bersumber dari Abi Umamah at-Taimi bertanya kepada Ibnu Umar رضي الله عنهما tentang menyewakan kendaraan sambil naik haji. Ibnu Umar رضي الله عنهما menjawab : "Pernah seorang laki-laki bertanya seperti itu kepada Rasulullah ﷺ yang seketika itu juga turun "laisa 'alaikum junahun an tabtaghu fadl-lan min-rabbikum" (awal ayat QS. 2 : 198). Rasulullah ﷺ memanggil orang itu dan bersabda : "Kamu termasuk orang yang menunaikan ibadah haji". (HR. Ahmad, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Jarir dan al-Hakim).

Tafsir Ayat
QS. 2 : 198. "Tidaklah dosa bagi kamu untuk mencari karunia dari Tuhanmu. ...". Meskipun bekal kamu yang sebenarnya takwa semata-mata, jika kebetulan kamu berusaha atau berniaga, berjual-beli atau segala pekerjaan mencari rezeki, menerima upah dan sebagainya di waktu haji, itu tidaklah mengapa, tidaklah terlarang. Yang terlarang ialah jika tujuan kamu ke Mekkah yang pertama ialah berniaga, dan naik haji hanyalah akan jadi sebab buat berniaga. "... Maka apabila kamu berangkat dari Arafah (selesai wukuf), ...". Afidhu, artinya berduyun-duyun, sebab orang berhaji, wukuf di Arafah itu serentak di hari kesembilan, berjuta orang banyaknya, tersebar diseluruh padang Arafah. "..., maka berzikirlah kamu kepada Allah di Masy'aril Haram. ...". Muzdalifah adalah tempat berhenti sejenak orang berhaji, mabid, berhenti sampai lepas tengah malam sambil membaca talbiyah, tahlil dan tahmid serta takbir sembari mencari batu-batu kecil buat melempar jumroh esok harinya. "... Dan ingatlah Allah sebaimana Dia telah menunjuki kamu meskipun kamu sebelumnya itu sungguh termasuk orang yang sesat". Bagi kita ummat Muhammad yang terlahir jauh dari masa hidup beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, berhenti di Muzdalifah marilah sama kita kenang diri di malam kesepuluh Dzul-Hijjah, kita syukuri Tuhan, puja asma-Nya, moga-moga sekembali dari berhaji beroleh perubahan dan kemajuan iman lebih baik. Dan ampunan Allah jualah yang kita harapkan.
---------------
Bibliography :
Asbabun Nuzul, KH Qomaruddin, Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Cetakan ke-5, 1985, halaman 65 - 66.
Tafsir Al-Azhar Juzu' 2, Prof Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Hamka), Penerbit PT. Pustaka Panjimas Jakarta, cetakan September 1987, halaman 137 - 139.
Al Qur'an Terjemahan Indonesia, Tim DISBINTALAD (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam dan Drs. H.A. Faruq Nasution); Penerbit P.T. Sari Agung Jakarta, cetakan ke tujuh 1994, halaman 56.

Semua Amal Akan Tercatat

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Katakanlah: hak ku telah terjaga (setiap sesuatu untukku telah tertulis).
Katakanlah: lakukan apa yang engkau mau, tetapi ingatlah ada malaikat yang selalu mencatat dan mengawasimu.
Kelak, lidahmu akan membenarkannya (membenarkan apa yang dicatat para malaikat) dan anggota badanmu akan menjadi saksi atas perbuatanmu.

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidaklah sesuatu apapun yang diucapkan manusia kecuali ,disisinya ada malaikat yang selalu mengawasi” (QS. Qaf: 18)

Syaikh Prof. Dr. Saud al-Funaisan, Guru Besar Syariah Universitas Imam Muhammad bin Saud, Riyadh. (Twitter : @saudAlfunaysan) - Twit Ulama

Wednesday, October 26, 2016

Mulianya Orang Beriman

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Khalaf bin Hisyam membaca ayat di depan guru beliau :
 
وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا

Malaikat memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (QS. Ghafir : 7)

Maka gurunya menangis,kemudian berkata : wahai Khalaf, betapa mulianya orang-orang beriman itu di sisi Allah. Ketika ia tidur di atas kasurnya, para Malaikat memohonkan ampun baginya.

Prof. Dr. Abdul Aziz ar-Rasyid, Guru Besar Kedokteran Anak. (Twitter : @aziz_rashed13) - Twit Ulama

Tuesday, October 25, 2016

Haram Riya’ (5)

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah bersabda : Siapa belajar ilmu yang biasanya ditujukan untuk mencari keridlaan Allah, tiba-tiba ia tidak mempelajari itu kecuali untuk mencapai tujuan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan bau sorga pada hari qiyamat. (HR. Abu Dawud).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 481.

Nasihat Untuk Jiwa

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Syaikh Muqbil Al-Waadi’i -semoga Allah merahmatinya- berkata :
Ketika pertama kali aku melihat uban pada diriku, aku pun memegang jenggotku, kemudian aku bertanya kepada diriku, “Apa yang telah engkau persembahkan untuk Islam wahai Muqbil?”
Dari kitab Nashoihu Waalidii (hal 28-29)

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, da'i di Saudi pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama

Monday, October 24, 2016

Di Kala Sendirian dan Di Keramaian

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Berkata Sahnun : “Jangan sampai engkau menjadi musuh Iblis diwaktu terlihat banyak orang, akan tetapi justru menjadi temannya di saat sendirian.”

Syaikh Hamd bin Abdurrahman al-Kus Imam dan Khatib di Masjid di Kuwait. (Twitter : @hamadalkous) - Twit Ulama

Sunday, October 23, 2016

Haram Riya’ (4)

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Jundub bin Abdullah r.a. berkata : Bersabda Nabi : Siapa yang memperdengarkan amalnya kepada lain orang, maka Allah memalukannya di hari qiyamat, dan siapa yang memperlihatkan amalnya kepada orang, Allah membalas riya’nya itu. (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 481.

Penyakit Hasad

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Hasad adalah tabiat terburuk, maksiat pertama yang Allah didurhakai karenanya adalah hasadnya iblis kepada Adam, dan maksiat pertama di muka bumi adalah hasadnya Qabil kepada Habil (2 anak Adam -ed). (Zaadul Masir Ibnul Jauzi)

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, da'i di Saudi pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama

Saturday, October 22, 2016

Bertemunya Air dan Api

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Sementara itu di wilayah Grassland, petinggi-petinggi Grassland berdebat soal bergabungnya Zexen dengan mereka. Terlihat Lucia, Yuiri, Shiba, Bazba, Dupa, Beechum dan Sergeant Joe dalam pertemuan tersebut.
Tiba-tiba tentara Karaya penjaga perbatasan datang mengabarkan kedatangan rombongan tentara Zexen. Di sisi lain, Hugo terbangun setelah terbenam dalam mipmi masa lalu takdir rune pahlawan api terdahulu. Sergeant Joe melengkapi kesadaran Hugo dari  kedalaman mimpinya dengan mengatakan bahwa orang-orang Zexen sudah datang. Dan ia menasehatinya untuk tidak bertindak berdasarkan emosinya, karena sekarang ia memikul seluruh takdir penduduk Grassland.
Sementara itu Lucia ditemani Yuiri dan petinggi Grassland  yang lain menemui rombongan tentara Zexen.
"Kami tak pernah menyangka kita akan duduk di kursi perundingan lagi", kata Lucia.
"Dan inilah pahlawan api kami yang ingin bertemu dengan anda", lanjut Lucia memperkenalkan Hugo.
Hugo dan Chris Lightfellow pun saling menatap satu sama lain.
"Hugo", tegur Lucia memberi kode untuk menunjukkan rune yang dimilikinya sekarang.

Pertunjukkan api pun dimulai hingga akhir.
"Dipertarungan sebelumnya, dia membimbing kami pada kemenangan. Dia telah mewarisi tekad dan kekuatan pahlawan api", Lucia kembali menegaskan.
Bisik-bisik dikalangan tentara Zexen pun tak terelakkan.
Salome Harras mendekati Chris Lightfellow untuk menahan diri dan tidak mempertontonkan True Water Rune yang kini dimilikinya. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 8, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Lakukan Yang Menjadi Sebab

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Lakukanlah sesuatu yang akan menjadi sebab,
Lapar akan hilang dengan makan
Penyakit akan hilang dengan obat
Kesempitan akan hilang dengan taubat
Begitulah…

Dr. Ahmad bin Hamd Jailani, Murid Syaikh Ibnu Baz, da'i Badan Penanggulangan Teroris Saudi (Twitter : @ahmedjelin) - Twit Ulama

Friday, October 21, 2016

Kesibukan di Benteng Budehuc

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Benteng Budehuc pasca menjadi tempat penampungan pengungsi, aktifitas warga semakin ramai dengan hadirnya pengungsi dari Grassland dan Zexen. Hilir mudik para kesatria saling membantu dari Kathy, Gadget Z & Belle, Shizu, Sebastian, Juan, Muto, Barts, Tuta dan Mio, Luce, Eike, Martha, Emily, Wang Fu dan masih banyak lagi. Thomas pun tak kalah sibuk membantu para pengungsi. Dan inilah alasan Salome Harras memilih Thomas untuk tetap mengelola benteng Budehuc, karena ia akan bersikap netral menerima penduduk Grassland dan Zexen yang terkena dampak serangan tentara Harmonia. Disamping itu letak benteng Budehuc yang terpisah dari Vinay del Zexey menjadikan tempatnya sangat netral.
Dengan dua pertimbangan pribadi Thomas dan letak benteng Budehuc yang netral diharapkan akan menjadi jembatan penghubung keharmonisan Grassland dan Zexen kembali. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 8, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Haram Riya’ (3)

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Ibn Umar r.a. Bahwa beberapa orang datang kepadanya dan berkata : Kami biasa masuk kepada raja, dan berbicara kepadanya lain dari apa yang kami bicarakan di luar. Jawab Ibn Umar : Kami di masa Rasulullah menganggap perbuatan yang demikian itu sebagai nifaq (munafiq). (HR. Buchary).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 481.

Akun Sosmed Yang Manfaat

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Akun-akun yang paling bermanfaat bagimu di twitter adalah akun yang punya perhatian tentang tadabbur Quran. Maka bersemangatlah, perhatikan twitnya, dan sebarkanlah. Bisa jadi dengan melakukan hal-hal tersebut engkau menjadi ahlul qur'an, yaitu mereka yang menjadi keluarganya Allah dan mereka diistimewakan oleh Allah.

Dr. Abdullah asy-Syahri Doktor dalam bidang akidah dan madzhab kontemporer, Riyadh. (Twitter : @ALSHEHRI89) - Twit Ulama

Thursday, October 20, 2016

Your Hijab Should Be As Simple As

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Innalillahi kita hidup di masa Islam serasa bara api, khsususnya bagi wanita, Alhamdulillah, mereka tentu dapat pahala lipat-ganda. Terutama saat aurat wanita diumbar, seolah bagian dari tuntutan masa. Dan yang bersedia menutup aurat bagai benda museum purba. Salut buat mereka yang mendekap cinta Allah lebih daripada rongrongan nafsu manusia, pecandu dunia yang mengukur hebatnya dari aurat yang dibuka. Begitulah akhwat-akhwat yang hanya pada Allah takutnya, yang dirindukan pengagum Nabi, dicemburui bidadari surgawi. Islam memandang wanita makhluk agung, yang harus terlindung, dengan jilbab dan kerudung, agar terhormat bukan bermaksud mengurung atau memasung.
Karena itulah Rasul menasihati Asma binti Abu Bakar radhiyallahu anhuma; "tak layak wanita yang telah haid terlihat kecuali ini dan ini" (HR. Abu Dawud).
"Ini dan ini", selagi mengucap, Rasul mengisyaratkan dengan batasan tangan, yaitu wajah dan tangannya, semudah itulah aurat wanita. Tak hanya menentukan batas aurat wanita, Islam pun menuntun wanita tentang cara memilih pakaian penjaga auratnya, dengan kerudung dan jilbab. Adapun kerudung, Al-Qur'an menyebutnya khimar, dan ia berhak menutup aurat kepala wanita sampai dengan batas dadanya. (lihat QS. 24 : 31). Adapun jilbab, begitu sebutan Al-Qur'an, kita mengenalnya baju kurung atau jubah, ia menutup aurat sampai mata kaki. (lihat QS. 33 : 59).
Namun seringkali Muslim kita rancu, menyamakan antara jilbab sebagai kerudung, padahal keduanya berbeda, tak sekandung. Mengenai batasan jilbab, izinkan kami rangkumkan pendapat Ibnu Katsir, Ibnu Mas'ud dan Ibnu Hazm, tentang apa itu jilbab :
Jilbab adalah pakaian penutup tubuh wanita, yang terulur, tidak berpotongan, tidak tembus pandang, dan tidak menampakkan lekuk tubuh.  "..Perempuan anshar keluar seakan-akan dari atas kepala mereka terdapat burung gagak, karena tertutup selimut" (HR. Abu Dawud).
Dari hadits lain juga kita dapatkan bahwa syarat jilbab adalah menutupi mata kaki bagi wanita, tak mengapa bila sampai menyapu jalan. Dan tambahannya, agar tak terlihat lekuk tubuh saat angin bertiup, atau karena sinar terik, hendaknya wanita juga kenakan mihnah.
Mihnah adalah pakaian yang biasa dipakai wanita di rumah, pelapis bagian dalam, dan bila ia keluar rumah, maka jilbab ditutupkan atas mihnah. Bolehkah jilbab dan kerudung berwarna selain warna gelap? Bila itu tidak menyolok perhatian pria, dipersilahkan oleh syariah.
Perkenankan pula kami sampaikan keuntungan apa yang didapat akhwat kami yang menghormati dirinya dengan menutup auratnya. Jelas lebih hemat, ringkas dan cepat, tak perlu sanggul yang memakan waktu dan mahal, tak perlu riasan yang risih. Dengan menutup aurat, tanda kemajuan peradaban, justru yang tak menutup aurat tertinggal zaman karena menyamai pakaian zaman batu. Mana yang akan dipilih pria berakal?, produk yang tersegel yang terlindung ataukah yg telah terbuka? pisang goreng atau lapis legit? Ini rahasia, pria yang tertarik pada wanita yang taat pada Allah, pastilah pria itu taat pada Allah pula; mengayomi, mengimami dan memimpin.
You're so special, limited edition, mungkin anda termasuk yang sedikit dan dianggap aneh, bukankah penghuni surga itu sedikit?
Aman dari Allah dengan menutup aurat, ini yang utama. Siapa yang merasa aman dari Allah di dunia, Allah janji akan buat dia takut di akhirat.
Subhanallah, camkan peringatan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : "Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu (yang pertama) suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan, (yang kedua) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian". (HR. Muslim).

Betul dengan menutup aurat, mungkin kita akan terasing. Namun bukankah Rasul katakan Islam datang dan kembali terasing?
Begitulah bara api di tangan kita, maka Rasul jamin : "Bahkan (pahala mereka berlipat) 50x orang diantara kalian (shahabat)". (HR. Abu Dawud).
Semoga Allah berikan kemudahan bagi akhwat kami tutupkan auratnya, dan istiqamah bagi yang telah melakukan, dan kesabaran bagi semua. Lebih sedap dipandang, lebih enak dilihat, lebih jauh dari murka dan neraka dan lebih dekat pada surga dan ampunan, tutuplah aurat.
Dan satu saat dengan bangga anda katakan : "wahai suamiku, Demi Allah, hanya engkau satu-satunya makhluk Allah yang diizinkan menyaksikan aku seutuhnya".

Hijab Alila; 23 Januari 2015 M, pukul 6:07 WIB.

Berbekal Takwa

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Di dalam al-Qur'an surat al-Baqarah (2) : 197, Allah ta'ala menasehati orang beriman dalam firman-Nya :

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومٰتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّـهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يٰٓأُو۟لِى الْأَلْبٰبِ
Haji itu dalam beberapa bulan yang tertentu; sebab itu barangsiapa yang telah menetapkan niatnya dalam bulan itu menjalankan haji, maka tidaklah boleh bersetubuh, dan tidak berlaku jahat, dan tidak bertengkar dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Dan berbekallah maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang mempunyai pikiran. (197)

Asbabun Nuzul
Menurut suatu riwayat yang bersumber dari Ibnu 'Abbas رضي الله عنهما, orang-orang Yaman apabila naik haji tidak membawa bekal apa-apa, dengan alasan tawakkal kepada Allah. Maka turunlah "watazawwadu, fainnakhairazzadit taqwa". Sebagian dari QS. 2 : 197. (HR. Bukhari).
Catatan : yang dimaksud takwa adalah memelihara diri dari perbuatan yang hina atau meminta-minta selama dalam perjalanan haju (al-Qur'an dan Tarjamahannya, Depag RI, 1970, halaman 48).

Tafsir Ayat
QS. 2 : 197. "Haji itu dalam beberapa bulan yang tertentu; ...". Pelaksanaan dan penyelenggaraan serta suasana haji itu di bulan-bulan yang telah sama dimaklumi. Artinya sudah diketahui bulan-bulan itu  sejak zaman nabi Ibrahim, sehingga orang-orang Arab tidak ada lagi yang tidak tahu bulan itu. Yaitu Syawwal, Zul-Qaidah dan Zul-Hijjah sampai akhir bulannya. Pendeknya sejak 1 Syawwal itu kita sudah boleh ihram untuk haji. Syawwal sudahlah dalam suasana umroh dan haji hingga akhir bulan Zul-Hijjah. "...; sebab itu barangsiapa yang telah menetapkan niatnya dalam bulan itu menjalankan haji, maka tidaklah boleh bersetubuh, dan tidak berlaku jahat, dan tidak bertengkar dalam masa mengerjakan haji. ...". Segala yang berhubungan dengan persetubuhan suami isteri, fusuq (segala sikap dan tingkah-laku yang membawa ke luar dari batas-batas akhlaq yan ditentukan agama; seperti : menghina, mengejek, bergunjing, berdebat, hingga menimbulkan pertengkaran. "... . Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. ...". Maka tidaklah layak dalam majlis yang mulia kita masih bersenda-gurau dan bercanda serta bersikap kurang budi. "... . Dan berbekallah ...". Karena berhaji adalah satu diantara rukun Islam, dan sekurang-kurangnya sekali seumur hidup menunaikannya, bersiaplah bekal yang lengkap dan cukup. Jauh hari pasanglah niat selamat yang didapati. "... maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, ...". Intisari pengumpulan bekal sejak jauh hari itu sebenarnya ialah takwa. Sebab meski telah mengumpulkan bekal sejak jauh hari, kalau tidak ada takwa, mungkin nanti sumber asal dari bekal yang dikumpulkan itu asal dapat saja, tidak perduli dari halal atau haram. "..., dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang mempunyai pikiran". Karena dengan takwa itu jualah kamu akan dapat tegak dengan iman, menghadapi segala kewajiban di dalam hidup ini.
Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaika la sharika laka labbaik. Inna-l-hamda wan-ni’mata. Laka walmulk. La sharika laka’.
---------------
Bibliography :
Asbabun Nuzul, KH Qomaruddin, Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Cetakan ke-5, 1985, halaman 65.
Tafsir Al-Azhar Juzu' 2, Prof Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Hamka), Penerbit PT. Pustaka Panjimas Jakarta, cetakan September 1987, halaman 135 - 137.
Al Qur'an Terjemahan Indonesia, Tim DISBINTALAD (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam dan Drs. H.A. Faruq Nasution); Penerbit P.T. Sari Agung Jakarta, cetakan ke tujuh 1994, halaman 55.

Syaitan Menakuti Dengan Kemiskinan

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Untuk membeli keperluan rumah seharga 100 atau 200 dirham, tidak sedikitpun terlintas keraguan pada dirinya. Akan tetapi ketika dia ingin berinfak setara dengan yang ia belanjakan untuk keperluan rumah itu, tiba-tiba dia ingat anak-anaknya, ia takut kekurangan, takut ditimpa sakit.
Maka sungguh benar Allah Ta"ala dalam firman-Nya :

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ

“Syaithan itu selalu menjanjikan kemiskinan”. (QS. al-Baqarah: 268)

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama

Wednesday, October 19, 2016

Tafsir Al-Azhar

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Tafsir Al-Azhar adalah buku tafsir pertama yang aku kenal, buku tafsir Al-Qur'an koleksi almarhum bapak. Meskipun hanya beberapa saja, buku tafsir ini cukup membantuku memahami Al-Qur'an, insya ALLAH.
Tafsir Al-Azhar adalah tafsir Al-Qur'an dalam bahasa Indonesia, yang ditulis oleh Prof. Dr. Syaikh Abdulmalik bin Abdulkarim Amrullah bin Muhammad Amrullah bin Abdullah Dahih bin Abdullah Arif atau lebih dikenal Buya Hamka.
Pemberian nama "Tafsir Al-Azhar" sebab awal pelajaran tafsir sehabis sholat Subuh di masjid Al-Azhar Kebayoran Baru yang Buya Hamka sebagai pengajarnya. Sedangkan nama Al-Azhar untuk masjid diberikan oleh Syaikh Mahmoud Syattout (Syaikh Jami' Al-Azhar).
Di dalam menafsirkan tentu saja Buya Hamka telah menggenapi syarat-syarat yang ditentukan oleh ulama-ulama ikutan, mesti tahu bahasa Arab dengan segala peralatannya, tahu penafsiran ulama terdahulu, tahu Asbabun Nuzul, tahu perihal Nasikh dan Mansukh, tahu hadits yang berkenaan dengan ayat yang tengah ditafsirkan, tahu ilmu fiqih untuk mendudukkan hukum, meskipun menurut beliau ala kadarnya.
Di dalam menyusun buku Tafsir Al-Azhar beliau melakukannya di dalam penjara (selama 2 tahun 4 bulan) maupun sesudah keluar tahanan untuk sekedar menelitinya kembali.
Contoh :
Dalam menafsirkan Tafsir Al-Azhar Juzu' XXIII beliau kerjakan dalam rumah tahanan Polisi di bungalow "Harjuna" dimulai tanggal 13 Mei 1964 M / 1 Muharram 1384 H sampai 30 Mei 1964 M / 18 Muharram 1384 H, kemudian disempurnakan pada bulan Nopember 1976 M / Dzulqa'idah 1396 H di rumah Jl. Raden Patah III / 1 Jakarta.
Dalam menafsirkan Tafsir Al-Azhar Juzu' XXVII beliau kerjakan dalam rumah tahanan Mega Mendung Jawa Barat mulai hari kamis 8 Juli 1964 M / 27 Shafar 1384 H sampai 21 Juli 1964 M / 11 Rabi'ul Awwal 1384 H, kemudian diperbaiki kembali di Jakarta bulan Desember 1977 M / Muharram 1398 H.
----------------
Sumber : Tafsir Al-Azhar Juzu' 1, 2, 23, 26, 27 dan 30 karya Prof. Dr. Abdulmalik bin Abdulkarim Amrullah.

Friday, October 14, 2016

Pulau Semau - Gugusan Pantai Perawan nan Indah.


Pulau Semau dengan ukuran luas +/- 143 km2 adalah salah satu pulau di wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur terbagi atas 2 kecamatan yakni kecamatan Semau / Semau Utara dan Kecamatan Semau Selatan. Pulau ini dihuni oleh penduduk suku Helong dan terletak di sebelah barat pulau Timor berjarak 15 km dari kota Kupang atau 5 km dari pelabuhan laut Nusa Lontar Kupang.

Pulau ini juga menjadi pelindung bagi kapal-kapal besar maupun perahu nelayan di teluk Kupang dan Selat Semau dari ganasnya terpaan angin Muson Barat (Angin Barat) yang disertai gelombang lautnya yang ganas.

Untuk mencapai Pulau Semau ini dibutuhkan waktu sekitar 30 menit penyeberangan menggunakan perahu kayu yang ditambatkan di sebuah area/dermaga Kapal Landingship Wilayah Otoritas Pelabuhan Tenau Kupang. Perahu-perahu ini memang dikhususkan sebagai alat transportasi komersil penduduk yang bermukim di pulau semau atau dari daratan pulau timor yang juga dapat mengangkut kendaraan roda 2.

Sementara untuk penyeberangan dengan menggunakan kendaraan roda 4 atau mobil dapat menggunakan fasilitas kapal ferry Ile Laba Lekan dengan kapasitas angkut 196 orang, 15 Truk dan sepuluh monil kecil melalui dermaga kapal Ferry di desa Bolok sebelah selatan dermaga Nusa Lontar Tenau Kupang menuju Pelabuhan/Dermaga Kapal Ferry Kauan Hansisi di Pulau Semau.

Pulau Semau ketika kita berada dipesisir pantai kota Kupang maupun Kabupaten Kupang bagian Barat dan Selatan dengan mudahnya terlihat, dulunya pulau ini banyak ditumbuhi pohon Kusambi dan menjadi salah satu daerah pemasok Arang dan Kayu Bakar ke Kupang yang dulu terkenal dengan nama arang/kayu kusambi bahkan hingga saat ini jika kita ingin memanggang atau memasak menggunakan bara api atau tungku masak trandisional bahan baku yang dicari adalah arang kusambi atau kayu kusambi.

Dalam sejarahnya Suku Helong yang kini berdiam di pulau semau berasal dari pulau Seram Maluku. Bangsa Suku Seram pada abad ke 16 bermigrasi ke Pulau Timor kemudian menetap di desa Bunibaun lalu mendirikan kerajaan Helong dan memerintah di Timor Bagian Barat dan Pulau Semau. Berkembangnya kerajaan Helong/Kupang bak magnet yang menarik suku Rote, suku Pita’i, suku Taebenu, suku Sonbai dan suku Am’abi mendatangi wilayah kekuasaan Kerajaan Helong atau lebih dikenal dengan Raja Kupang ini. 

Pada tahun 1917 Kerajaan Kupang menjadi federasi yang terdiri dari kerajaan kecil  antara lain : Sonbai Kecil, Amabi, Amabi-Oifetto, Foenay, TaEbenu dan Helong.Raja Don Daud Hanoch Tanof, Fetor dari TaEbenusebagai penguasa senior yang menjadi raja dari kerajaan bersatu pada tahun 1917 tersebut. Dalam Perkembangan sejarahnya kerajaan Helong ini berpindah ke Pulau Semau semenjak terbentuknya Federasi kerajaan Kupang tersebut dan Semau menjadi salah satu dari tujuh kefettoran (Daerah Raja Muda) yang membentuk Swapraja tersebut.

Penduduk Helong yang bermukim di Pulau Semau ini hidup dari Berladang/Berkebun dan memelihara ternak berupa kambing dan Sapi maupun Babi. Sistem pernatniannya masih amat tradisional dengan metode berpindah-pindah. Hasil pertanian dan perkebunan yang banyak didatangkan ke Pasar kupang berupa Mangga Semau, Poteka (Semangka) Semau dll.

Jika kita membuka topik perbincangan mengenai Pulau Semau bagi sebagian besar warga Kupang sudah mengentahui pulau ini namun hanya segelintir orang yang baru menginjakkan kaki di pulau tersebut. Image atau tanggapan orang tentang Pulau Semau beragam bahkan menjurus "negatif" dengan julukan Pulau Mistik, Pulau Suanggi (Teluh/Santet) bahkan Pulau yang Panas atau pulau Kering yang tidak ada air.

Beranjak dari tanggapan Negatif warga kota Kupang yang "Stereotype" tentang pulau ini akhirnya menggerakkan saya untuk membuka tabir dan wawasan serta informasi apa dan bagaimana sesungguhnya Pulau Semau yang selalu kita pandangi dari Kota Kupang Ibu Kota Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Pada hari Sabtu, Tanggal 08 Oktober 2016 saya memulai Ekspedisi mengelilingi pulau semau dengan mengendarai kendaraan roda 2/Sepeda Motor dengan tujuan meng-Explore Kehidupan, Jalan, Lingkungan dan Pantai-pantai di pulau Semau. 

Adapun Team Ekspedisi MTMT (My Trip My Tapaleuk) kali ini berjumlah 6 orang dengan 3 unit Sepeda Motor sebagai sarana Transportasi melibas jalan-jalan di pulau ini. Tak Tanggung-tanggung untuk membuktikan bahwa pulau semau ini adalah pulau yang indah dan nyaman untuk berwisata atau menikmati keindahannya saya mengajak Bapak Faisal Hasibuan dan Bapak Adam Mateus (Pimpinan dan Manager Operasi dan Pelayanan Bank Bukopin Cabang Kupang) bersama anggota lainnya Debby dan Renny serta Adi seorang teman yang merupakan penduduk asli/kelahiran pulau Semau sebagai Guide dalam Ekspedisi MTMT kali ini.

Team Ekspedisi ini memulai perjalanan dari Kota Kupang saat jam menunjukan pukul 11:00 Wita setelah mampir membeli nasi bungkus di rumah makan padang depan kantor Bupati lama kamipun beranjak menuju pelabuhan Nusa Lontar Tenau Kupang. Dipos Masuk Pelabuhan Nusa Lontar Tenau kami membayar Retribusi masuk pelabuhan selanjutnya kami memacu kendaraan melewati terminal pelabuhan kapal Pelni dan parkir tepat di samping kanan Pelabuhan tersebut sudah tertambat perahu kayu bermesin tempel yang siap mengantar ke Pelabuhan Hansisi di Pulau Semau.

Tawaran dari pengemudi perahu untuk jasa penyeberangan tidak berlangsung lama karena sudah umum diketahui tarif/biaya pengangkutan orang maupun sepeda motor jasa Penyeberangan ini untuk 1 orang biaya-nya Rp. 20.000 dan sepeda Motor Rp. 50.000,- Pergi-Pulang atau bayar setengahnya jika saat pulang nanti kita menggunakan jasa perahu lain.

Sekitar Jam 12:00 Wita akhirnya Team tiba di Pelabuhan Hansisi Pulau Semau Kupang setelah sepeda motor kami diturunkan dari perahun, kami memulai perjalanan meng-explore pulau ini dengan sasaran pertama adalah Pantai Uiasa yang waktu tempuh dari Pelabuhan Hansisi ke Pantai Uiasa sekitar +/- 20 Menit melewati Pantai Koblain.

Dipantai Uiasa ini dulunya terdapat 3 unit Home Stay namun kini sudah hampir tidak terawat lagi namun tetap saja masih ada dan ditempat ini membangkitkan memory 18 tahun lalu kita pernah menggunakan Home Stay ini untuk kegiatan Out Bound dan menikmati Bulan Purnama. Dipantai ini juga telah berdiri sebah home stay baru di ujung pantai/sebelah utara. Home Stay ini bisa disewa bagi para pelancong yang ingin bermalam di Pantai Uiasa. 

Siapa bilang pulau semau kering dan tidak ada air tawar. Di desa Uiasa ini terdapat kolam mata air tawar yang berada samping gereja dan tidak pernah kering walaupun di puncak musim kemarau. Dari sumber air tawar inilah didistibusikan menggunakan pipa-pipa air ke rumah-rumah penduduk di sekitarnya dan menjadi tempat mandi dan cuci pakaian penduduk desa Uiasa.

Kamipun beristirahat dan makan siang bekal nasi bungkus yang di beli dari Kupang dan menikmatinya dibibir pantai sambil memandang indahnya sepanjang pesisir pantai Uiasa serta mengamati Home Stay yang disi bagian utara pantai ini. Sambil berteduh dibawah pohon saya memperhatikan seorang Ibu berusia lanjut (nenek) yang sedah mengais sesuatu dideburan ombak pantai Uiasa. Setelah beberapa lama nenek tersebut menghampiri saya sambil tersenyum dan kamipun mengobrol dan saya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menanyakan banyak hal kepada nenek tersebut karena nantinya saya berniat membawa teman2 untuk menginap 1 malam di pulau semau ini seperti 18 tahun yang lalu.

Setelah istirahan dan makan siang di Uiasa Team melanjutkan perjalanan menuju Pantai Letbaun yang berada di Utara dari Pulau ini jarak tempuh dari Pantai Uiasa ke Pantai Letbaun +/- 9 Km namun karena medan jalannya yang menanjak selepas Uiasa dan banyaknya turunan menuju Pantai desa Letbaut ditambah permukaan jalan yang terbuat dari campuran Semen dan Pasir Laut sehingga mudah menelupas meningalkan debu pasir diatas badan jalan sehingga kita harus hati-hati memacu sepeda motor dengan kecepatan lambat demi keselamatan. Diwilayah desa Letbaun relief jalan sudah mulai rata namun karena desa ini berada di pesisir pantai maka badan jalannya berpasir.

Ban motor seringkali selip kami harus menempuh hampir 45 menit baru tiba di pantai ini saat jam menunjukkan pukul 14:05. Menyusuri jalan di Desa Letbaun yang tanpa aspal namun tidak ada tanjakan atau turunan sebagian besar jalannya rata sementara badan jalan hanya berupa pengerasan atau badan jalan yang terbentuk dari lintasan kendaraan kami sempat melewati jalan yang membelah dataran lapang yang rata dengan sedikit pepohonan sayangnya saat ini musim kemaru sehingga rumput sudah mengering dan tampak dataran berwarna cokelat disisi kiri-kanan jalan 

Indahnya Pantai Letbaun ini sesungguhnya melebihi dari Pantai Uisain, sangat memukau dengan variasi warna air laut Biru muda dikombinasi Biru Tosca Tua serta Pasir Pantai Putih berrtabur koral Soft Pink sangat memukau berada di pantai ini. Di Desa Letbaun ini juga terdapat Sumber Mata Air tawar yang terlindungi dalam lubang batu serta cangkang Kerang Mutiara yang disusun sebagai wadah menampung air laut yang dikeringkan guna menghasilkan garam laut. Pantai yang sepi dan benar-benar belum tersentuh tehnologi maju hanya tampak beberapa rumah2 beratap jerami berdinding bebak (pelepah daun lontar) milik nelayan atau penduduk sekitar yang dibuat di pesisir pantai untuk membuat garam dan memelihara rumput laut.

Setelah menikmati pantai Letbaun selanjutnya Team Ekspedisi MTMT melanjutkan perjalanan menuju Pantai berikutnya yaitu Pantai Uihmake berjarak +/- 3 km dari Pantai Letbaun kita mampir sejanak di pantai ini untuk mengambil dokumentasi. Karakter Pantai Uihmake yang berkarang dengan latar belakang dinding batu Besar yang dulunya digunakan sebagai batu sesembahan diseberang jalan di desa Batuinan ini warna air lautnya juga sangat indah perpaduan Hijau muda dan Biru Tosca walau bibir pantai yang berpasir tidak sebera luas namun perpaduan atau kombinasi warna air laut dengan bibir pantai berpasir putih yang menggoda untuk ditapaki dipadu dengan dinding batu persembahan diseberang jalan pantai ini bak maknet yang menarik pengendara saat melewati pantai ini. 

Mengingat perjalan yang masih panjang dan banyaknya spot destinasi yang harus kita kunjungi, maka setelah berfoto sebentar di pantai Uihmake ini Team MTMT melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor melalui tanjakan jalan batu sesembahan menuju destinasi berikutnya. 

Dengan memacu Sepeda motor Team Melanjutkan perjalanan menuju arah Barat Daya setelah menempuh  perjalanan sekitar 1.3 Km dari Pantai Uihmake dan +/- 300 meter setelah melewati sebuah pemukiman di rute ini kami belok ke kanan dan menemui Kayu Penghalang jalan. 

Pantai Batuinan, Pantai ini sepertinya telah dimiliki atau dikuasai oleh seseorang dimana jalan masuk ke pantai ini telah dipasangi palang dari kayu melintangi jalan menuju pantai ini sejauh 80 meter. Kami pun turun dari sepeda motor untuk membuka palang penghalangnya dan terus menuju pantai. Pantai Batuinan dengan garis pantainya sepanjangnya +/- 4 km memiliki pasir yang sangat-sangat lembut dibir pantai dengan rimbunnya pepohonan Perdu dan Pohon Palm di sisi pantai kami benar-benar memanjakan kaki bermain dan memotret di pasir pantai ini sambil sesekali berteduh dibawah rimbunya pohon untuk menghalau panas matahari menyengat tubuh. 

Inginnya berlama-lama di pantai ini menikmati pelukan pasir pada kaki-kaki kami terbenam saat berjalan diatasnya serta hamparan pasir sepanjang pantai yang sangat luas ini sangat menakjubkan.

Pantai Batuinan terletak bersebelahan dengan Pantai Otan dan tanpa terasa jam sudah menjukkan pukul 15:15 Wita dan setelah puas memotret sana-sini Team melanjukan perjalanan terus mengaarah ke pantai tujuan Akhir Ekspedisi ini Yaitu Pantai Liman.

Setelah menempuh perjalanan sejauh 13 km dari pantai Batuinan dengan bermandikan debu jalan dan ban motor kami yang ngesot sana-sini karena permukaan jalan yang berpasir tercatat beberapa kali hampir membuat kita hampir jatuh bersama sepeda motor yang kita kendarai. Kamipun dengan hati-hati dan waspada mengendarai kendaraan dengan posisi kaki siaga memijakkan permukaan jalan yang berpasir saat ban motor tiba-tiba ngesot atau selip.  

Pantai Otan yang garis pantainya cukup panjang kita lewati tanpa singgah lagi guna mengejar waktu sampai di titik akhir Ekspedisi ini. Sebelum sampai di Pantai Liman kami masih mampir sejenak di sebuah pantai di Otan, Pantai ini berada di balik tebing sebelah kanan jalan saat jam menjunjukkan pukul 15:50 Wita. Pantai yang sedikit tersembunyi ini kami gunakan untuk beristirahat sebentar sambil berfoto-foto.

Selanjunya kami meneruskan perjalana sepanjang +/- 10 Km mengarah ke arah selatan pulau Semau melewati Desa Oetefoe Besar dengan medan jalan yang masih berpasir serta berdebu kami sempat melewati sebuah pantai yang indah di Oetefoe Besar pengennya berhenti sejenak untuk memotret pantai ini namun sepeda motor yang dikendarai Adi sebagai guide terus mamacu akhirnya saya juga mengikuti saja takut ketinggalan jauh.

Setelah menyisir pantai Oetefoe Besar tiba-tiba Adi menghentikan sepeda motornya sambil menunjukkan tangan ke arah selatan sambil mengatakan disana Bukit Liman. 

ASTAGAAAA.... Bagaikan mimpi saja bukit liman tiba-tiba terpampang nyata di seberang sana. Sayapun hampir tak percaya bagaimana bukit ini bisa terbentuk dipinggir pantai bagaikan sebuah gunung vulkanik, Sebuah suguhan pemandangan yang benar-benar membuat takjub melihatnya. Rasa Capek mengedarai sepeda motor dan keringnya tenggorokan selama perjalanan dari Pantai Uiasa seakan hilang seketika. 

Kami berteduh di bawah pohon sambil beristirahat serta memotret bukit liman dari Pantai ini, Jam telah menunjukkan pukul 16:35 Wita.  Diatas Bukit Liman dari kejauhan tampak beberapa orang sudah berada diatas puncaknya. Kami bersepakan untuk menuju Bukit Liman nanti saat menjelang Matahari terbenam di ufuk barat karena Puncak bukit terlihat masih terik di terpa matahari sore sementara tubuh kita dalam kondisi dehidrasi dan kecape'an.

Dipantai Oetefoe Besar ini terlihat sedang dibangun sebuah bangunan dengan beberapa kamar mengarah ke bukit Liman kemungkinan bangunan tersebut dibuat sebagai penginapan atau sejenisnya bagi para pelancong yang ingin menginap di Pantai Oetefoe Besar yang bersebelahan dengan pantai Liman yang kedua-duanya sangat indah ini. Semoga kedepannya nanti sudah ada Home Stay seperti di pantai Uiasa agar para wisatawan yang berkunjung ke pantai ini bisa menikmati indahnya Sunset  dari Bukit Liman dan deburan Ombaknya dimalam hari.

Waktu pukul 17:10, Matahari sore terlihat makin rendah di Horison Barat mandandakan sebentar lagi Sang Surya akan tenggelam. Kami memutuskan segera mamacu sepeda motor menuju Bukit Pantai Liman melewati pesisir pantai sangat sulit memang melahap jalan berpasir dengan sepeda motor Matic dan ban Slick/licin. Harus Ekstra hati-hati dan konsentrasi penuh karena ban motor yang makin sering ngesot melewati tebalnya pasir di jalan.

Adi yang mengendarai sepeda motor berada dibagian depan mengarahkan kami meliuk mencari jalan yang tapaknya tidak terlalu berpasir agar mudah dilewati. Dibawah bukit liman beberapa orang yang dari kejauhan terlihat dipuncak bukit kini telah turun dan sedang berteduh di bawah pohon menghindari teriknya panas sore hari. 

Tanpa ragu Adi terus memacu sepeda motor menaiki bukit liman hingga puncaknya, saya bersama Pak adam pun terpaksa mengikuti hingga sampai di puncak bukit juga walau sempat ngeri karena tanjakan bukit yang cuikup terjal dan kiri-kanan jalan bak tebing gundul yang jika salah atau ngesot bisa terjatuh hingga kaki bukit.

Akhirnya Pukul 17:15 Team MTMT dalam misi Explore Pulau Semau sampai di Bukit Pantai Liman, Destinasi terakhir dalam Ekspedisi ini. Matahari di ufuk barat makin rendah Cakrawala semakin memerah, batas horison pun semakin pudar terlihat suasana mulai terasa sendu saat menjelang terbenamnya matahari. Sementara itu Team Ekspedisi terus mengambil gambar-gambar terbaik saat momen Sunset di Bukit Liman - Pulau Semau. Berbagai posisi dan gaya sudah dipotret berlatar belakang pantai Liman dan Sunset, saya pun tak mau ketinggalan segera mengambil kesempatan membuat dokumentasi Panorama Sunset dari Pantai Liman.

Jam di Gadged kami telah menjunjukkan Pukul 17:58, batas pandang juga sudah mulai samar sementara matahari telah lama meningalkan Cakrawala kembali ke peraduannya disaat itu kami tersadar untuk segera bergegas menuruni Bukit Liman karena hari mulai gelap.



Dengan sangat hati-hati seluruh anggota Team mengarahkan 3 unit sepeda motor sambil berboncengan menuruni bukit Liman yang tinggi ini sambil berdo'a semoga selamat sampai di kaki bukit.

Setelah menuruni bukit Liman Team kembali menyusuri jalan Pantai Liman yang berpasir menuju kembali ke Pelabuhan di Hansisi untuk kembali pulang ke Kota Kupang. Jika siang sampai sore kita Mengeksplore pantai-pantai di pulau Semau kini saatnya malam hari harus menyusuri jalan dari Pantai Liman hingga Hansisi dalam suasana gelap gulita karena apa mungkin karena kebetulan pada malam minggu (08/10/2016) listrik di pulau semau sedang padam sedangkan jalan-jalan di sepanjang pulau ini sedari perjalanan pulang menuju dermaga sangat sepi bahkan hitungan saya selama perjanan tidak sampai 20 sepeda motor dan 1 unit mobil pick-up sebagai sarana transportasi di pulau semau ini yang berpapasan dengan kita.

Lama Perjalanan Pulang dari Pantai Bukit Liman hingga Dermaga Hansisi ditempuh dengan 1 Jam 35 menit dan sesampainya di dermaga kami langsung disambut Pengemudi Perahu yang mengantar kita dari Pelabuhan Tenau siang tadi sudah menunggu kita untuk memulangkan kembali pelabuhan Nusa Lontar Tenau Kupang. Sepeda motor yang kami gunakan langsung diangkut ke atas perahu untuk segera berlayar kembali ke Kupang.

Demikian Teman-Teman Tapaleuk yang setia membaca blog ini semoga cerita ini menjadi referensi jika ingin berkunjung ke pulau semau yang indah ini.

Sampai Jumpa di Trip berikutnya salam MTMT (My Trip My Tapaleu, Tapaleuk yang bermanfaat.....).

Tuesday, October 4, 2016

Ekspedisi Fatu Ulan - Desa Diatas Awan



Menjelajahi tempat-tempat Eksotik di Pulau Timor ini seakan tak pernah habis khususnya di kabupaten Timor Tengah Selatan salah satu Destinasi kali ini yang sangat berpotensi menjadi Objek Wisata dengan suasana Pedesaan menjadi tujuan Ekspedisi Team MTM ternyata masih asing dibanyak orang bahkan masih sedikit penduduk kota So'E yang mengetahui desa tujuan kami apalagi warga Kota Kupang. Berikut ini Team MTMT akan membagikan pengalaman Ekspedisi ke sebuah perkampungan yang hampir sepanjang tahun diselimuti kabut dan awan namanya Fatu Ulan.


Perkampungan Fatu Ulan ini berada di wilayah Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Membutuhkan perjalanan sekitar 172 km (107 mile) dari Kota Kupang atau 62 km (39 mile) dari Kota So'E dengan Elevasi Geografis 1.319 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut).

Rute Menuju perkampungan Fatu Ulan dari Kupang dapat ditempuh melewati 2 arah yakni dari arah Selatan perjalanan melalui Kecamatan Batu Putih menuju Pantai Kolbano yang terkenal dengan batu berwarna itu atau arah Barat melewati Kota So'E Ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan menuju desa Niki-Niki Kecamatan Amanuban Tengah. 

Team MTMT kali ini memilih rute Barat melalui Kota So'E karena dalam Ekspedisi ini ada 2 Team yang akan bergabung menuju Fatu Ulan yakni Team MTMT (My Trip My Tapaleuk) dari Kota Kupang dan dari Atambua Kabupaten Belu yakni Team MTMM (My Trip My Man) dengan masing-masing Team mengendarai 2 Unit Kendaraan Off Road.


23/09/2016 : Ekpedisi dimulai pada Hari Jum'at malam tanggal 23 September 2016 dan mengingat informasi medan jalan yang akan dilalui menuju bukit Fatu Ulan adalah medan Off Road dimana harus melalui tanjakan jalan yang tajam dan lembah-lembah yang curam dengan badan jalan berbatu dan kemungkinan rusak karena longsoran tanah tebing sehingga kedua Team memutuskan pada jum'at malam tersebut beristirahat di kota terdekat dari rute perjalannya yang dipilih masing masing team.


Team MTMT dipimpin oleh Adith Alhabsyi beranggota sebanyak 6 orang dengan Kendaraan Jeep CJ5-Mambo (Knight Rider) dan Suzuki Jimny Modifikasi (Liar) menginap di Hotel Dena Kota So'E, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Team MTMM dengan Leader-nya Helmy Pratama juga terdiri 6 orang menggunakan kendaraan Jeep Landrover Long Sasis dan Toyota Hardtop menginap di Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara.

Tanggal 24/09/2016, jam 08.00 Wita : Setelah sarapan pagi di hotel Team MTMT bergerak menuju titik penggabungan yakni di cabang jalan menuju desa Oenlasi. Kontak dengan Team MTMM yang telah duluan bergerak terus dilakukan dan setelah 30 menit perjalanan dengan jarak 24 km dari Kota Soe'E akhirnya kedua Team bertemu di jalur jalan menuju desa Oenlasi. 

Team MTMM dari Atambua memilih istirahat sementara sambil memasak sarapan pagi berupa Mie kemasan dengan telor rebus karena di Hotel di Kefamenanu tidak disediakan sarapan pagi. Kurang lebih 1 jam menunggu Team MTMM sarapan akhirnya perjalanan Ekspedisi Fatu Ulan dengan 2 team yang telah bergabung dilanjutkan.

Gabungan Team Ekspedisi dengan 4 unit Jeep melanjutkan perjalanan menuju desa Fatu Ulan dan menurut perhitungan saya menggunakan metode GPS masih dibutuhkan 24 km lagi untuk mencapai pemukiman di kaki bukit Fatu Ulan tempat dimana Team akan beristiarat pada malam hari nanti sebagai Cek Poin Pertama.

Rute perjalanan dari cabang Oenlasi sudah diaspal hotmix cukup mulus walau banyak belokan dan belum banyak tanjakan berat hingga mendekati desa Oenlasi kandaraan City Car masih nyaman di kendarai khususnya sampai di desa Oenlasi. 

Mendekati desa Oenlasi badan jalan yang beraspal mulai banyak yang rusak dan berlubang team dengan kendaraan Jeep sejauh ini tidak bermasalah melahap rute perjalanan sampai di cabang pasar Oenlasi. Karena kebutuhan konsumsi sudah lengkap dibawa masing-masing team sehingga dipasar Oenlasi kita hanya lewat sambil mengajar waktu mencapat cekpoint pertama dikaki bukit Fatu Ulan.

Dari pasar Oenlasi ini perjalanan dilanjukan mengarah ke desa Nekmese, hampir seluruh badan jalan sudah tidak beraspal lagi karena telah terkelupas meninggalkan tanah pengerasan jalan saja. Sejauh ini dengan mengendarai kendaraan Jeep berpenggerak 4 roda yang team ekspedisi gunakan serasa tidak bermasalah melahap rute perjalanan.

Tugu Desa Nekmese
Selanjutnya dari tugu Kantor Desa Nekmese yang dibuat disisi persimpangan jalan kita belok kiri menuju desa Bele 2 kemudian Desa Bele 1 hingga mencapai pemukiman di kaki bukit Fatu Ulan. Kontur jalan mulai dari desa Nekmese yang berbukit dan lembah dari satu desa ke desa berikutnya sudah tidak beraspal bahkan tidak jarang untuk mencapai pemukiman berikutnya yang berada disebelah bukit harus melewati tanjakan jalan berbatu.

Relief/Tinggi-rendahnya Permukaan Bumi di jalur jalan dari desa Nekmese sampai bukit Fatu Ulan membuat perjalanan Ekspedisi ini sama sekali tidak bisa dibilang bagus. Beruntung kendaraan yang kita gunakan berpengerak 4 roda (4x4) sehingga sedikit memudahkan perjalanan namun guncangan dan getaran kendaraan dijalur jalan yang 90% berbatu ini sangat menguras Stamina dan kekuatan kendaraan yang kita gunakan.

Jalan-jalan yang menghubungi pemukiman di Desa Fatu Ulan yang berbukit dan lembah ini seluruhnya dibuat oleh penduduk setempat sebagai sarana memasarkan hasil kebun dan ladang serta ternak mereka ke luar desa Fatu Ulan. Material yang digunakan membuat badan jalan seluruhnya dari batu-batu kecil yang diatur pada badan jalan kemudian ditutupi tanah, kamipun sama sekali tidak melihat adanya aspal di seluruh jalan-jalan desa Fatu Ulan ini.

Cek Poin Pertama, Istirahat dulu
Akhirnya sekitar Jam 11:30 Wita Team Ekspedisi sampai pada Cek Point Pertama sebuah rumah milik penduduk setempat yang masih keluarga salah satu anggota team Ekspedisi (MTMM) dari Kota Atambua. Kami pun memarkir kendaraan di halaman rumah tersebut sambil menurunkan peralatan untuk memasak.

Anggota Team dari MTMM Atambua tepatnya sebagai penunjuk jalan dalam Ekspedisi ini bersama saudaranya yang bermukim dirumah tersebut bergegas menuju kebun menangkap ternaknya untuk dimasak pada malam hari nanti, sementara anggota team lainnya dengan bekal yang dibawah sibuk dengan aktifitas masing-masing menyiapkan makan siang. 

Seluruh anggota team terlihat kecapaian namun perasaan lega karena telah mencapai Cek Point pertama sebagai tempat istirahat dimalam kedua ekspedisi ini tepatnya dikaki bukit Fatu Ulan terlihat kagum akan keindahan pemandangan alam dan suasana sambutan penduduk setempat yang ramah dan merasa aneh dan girang melihat kedatangan kita di kampungya.


Anak-anak sekolah sejenak menghentikan perjalanan pulang sekolahnya, mereka berkumpul sambil fokus memandang dan berbincang sambil melihat kendaraan Jeep yang kami gunakan, dibenak kami berpikir tentunya penduduk dan anak-anak sekolah tersbut bertanya-tanya mau kemana orang-orang kota ini sampai berada dikampugnya pada siang bolong ini.


Sekarang kita berada setinggi awan
Negeri yang terlupakan.!!! Hawa dingin yang menyambut kami saat tiba tadi dengan cepatnya berganti dengan kabut. Mataharipun sirna dibalik awan seakan ingin menegaskan inilah Desa diatas Awan, sebuah negeri terpencil yang belum tersentuh teknologi maju, jalan penghubung terbuat dari susunan batu, tidak ada Televisi, tidak ada Radio, tidak ada alat Komunikasi, bahakan peralatan Elektronik yang dimiliki penduduk setempat yang hidup dari berkebun dan berternak bahkan salah satu kebutuhan penting penduduk kota yang akan "Panik" jikalau Padam yakni Listrik juga tidak tersedia di Desa Fatu Ulan ini. Dari tempat istirahat ini kami dapat memandang pemukiman lainnya di dataran rendah jelas dimana awan berarak bagaikan sapuan kabut terbawa angin.

Tertutup Kabut Awan
Menjelalang sore hari kami benar-benar telah berada didalam awan, puncak bukit Fatu Ulan sudah tidak terlihat lagi bahkan pemukiman dibawah juga sudah samar-samar tak terlihat karena tertutup kabut awan. Lokasi tempat istirahat kami dapat digambarkan seperti kita berada di pesawat terbang yang memasuki awan tebal. Saat saya menyapu rambut telapak tangan saya basah, Jack Zachariaz anggota dari Team MTMT juga baru sadar saat menyapu janggutnya yang basah, Jacket dan Baju Hangat yang kita pakai terlihat kering namun saat disentuh berembun uap air, sebuah pengalaman yang baru kami alami selama hidup, Luar biasa.

Setelah Makan Siang dan beristirahat sejenak Anggota Team yang pergi mencari Ternak telah kembali dengan membawa Kambing dan 3 ekor Ayam kampung. Saya segera bergegas mengambil Parang/Golok dan Pisau yang saya beli di pasar kota So'E untuk menyembelih Kambing dan 2 Ekor Ayam. Daging kambing yang sudah saya kuliti tadi dikeroyok seluruh Anggota Team membuat daging Se'i atau Lalolak orang Kupang menyebutnya.

Malampun tiba Perapian untuk membakar daging Kambing dan Ayam segera dibuat. Udara semakin dingin tapi semangat membakar daging untuk makan malam mengusir dinginnya malam yang ditutupi kabut/awan di kaki bukit ini.

Panasnya Daging bakar yang kontras dengan dinginnya malam menggerakkan seluruh anggota berkumpul di perapian sambil mencaplok daging bakar langsung dari pemanggangan yang telah matang untuk dimakan secapatnya. 



Tanggal 24/09/2016 : Jam 5:30 Wita saya dibangunkan oleh Adit Alhabsyi (Leader Team MTMT dari Kupang) yang sudah duluan terjaga di subuh hari, udara masih dingin menyengat tubuh namun kabut awan sudah tidak terlihat..... lingkungan sekitarnya basah karena kabut/awan dari malam hari, tenda yang menutupi mobil jeep juga basah kuyup dan saya segera membongkarnya dan menyimpan kedalam Jeep saya. 

Kamera Foto dan Handphone dalam tas saya keluarkan dan kendaraan dipanaskan, Ops.... Mobil distarter berulang kali tapi tidak mau hidup mungkin karena udara yang dingin dan lembab dipagi hari menyulitkan kami menghidupkan mesin mobil. 2 unit Jeep akhirnya ditarik keluar oleh Toyota Hard Top untuk menghidupkan. Saya dengan sigap membawa Jeep saya menuruni lembah menuju salah satu Spot pemotretan Matahari Terbit/Sunrise dengan Panormana lembah dan Pantai Boking di Cakrawala. 

 Sunrise di Fatu Ulan... Hmmm Pagi yang cerah di Fatu Ulan kabut awan belum muncul sementara Langit mulai terang menandakan sebentar lagi Matahari akan menapaki Horison di Ufuk Timur. Tripot, Kamera dan Handphone pun disiapkan untuk memotret Sunrise di kaki bukit Fatu Ulan ini dengan ketinggian 998 MDPL.

Setelah puas memotret Sunrise kami melanjutkan ekspedisi menuju Cek Poin kedua yaitu Gunung Lunu puncak tertinggi di Desa Fatu Ulan, Jalur jalan menuju Gunung Lunu makin sulit seluruhnya mendaki dengan jarak tempuh 3 km dari Cek Point kami dengan ketinggian/elevasi 1.319 MDPL berarti Jeep kami harus menanjak ketinggian jalan Off Road ini sekitar 320 meter. 

Di punggung bukit terdapat Setengah pendakian dengan Jeep kami mampir sejenak di pemukiman dan kantor Desa Fatu Ulan sambil mengambil dokumentasi selanjutnya perjalanan dilanjutkan. Sasaran saya adalah sebuah batu di atas bukit Gunung Funu namanya Fatu Ulan atau Batu Ujan sebuah Spot pemotretan yang sangat indah dan Fenomenal dan inilah kemungkinan cikal bakal nama perkampunga Fatu Ulan disebut atau dinamai. 

Setelah memotret di Fatu Ulan kemipun melintasi Hutan Larangan, hutan ini berada sekitar puncak gunung Lunu dan masih dianggap angker atau keramat oleh penduduk setempat karena lebatnya hutan dan selalu diselimuti kabut awan sepanjang tahun serta ditambahi cerita penduduk yang hilang bahkan dahulu ada pelancong bule yang memasuki hutan ini tidak pernah kembali/hilang, Waooo Menyeramkan Mistiknya. 

Vegetasi Tumbuhan berjenis Ampupu (Eucalyptus urophylla) di Hutan Larangan ini cukup lebat, tumbuh Pohon-pohonnya yang besar dan diselimuti lumut dan benalu sekilas teringat saya akan suasana hutan dalam Ekspedisi Pendakian Gunung Mutis. Inilah ciri khas Vegetasi Hutan Hujan Tropis di NTT.

Latar Belakang Hutan Larangan di Gunung Lunu
Setelah melewati Hutan Larangan di gunung funu, kami menuju sebuah tanah lapang dekat kuburan dan tumbuhan Kaktus pada ketinggian 1.270 meter MDPL untuk beristirahat tepatnya Pukul 11:27 Wita untuk beristirahat membuat makan siang sambil menunggu datangnya awan menyelimuti kami di puncak bukit Fatu Ulan ini.

Dari ketinggian Bukit ini kamipun dapat memandang perbukitan dan lembah disekeliling Desa Fatu Ulan ini, saat memasak kami baru sadar bahwa Pesediaan Air Minum telah habis ditambah tidak ada warung/kios jualan akhirnya kami mendapat bantuan penduduk setempat di lembah bukit untuk mengambil air dari sumur penduduk untuk dimasak dan membuat minuman panas serta memasak Mie Instant. 

Dalam Obrolan kami sempat membahas bagaimana caranya penduduk perkampungan di Fatu Ulan ini  Survive/bertahan hidup dengan kondisi hawa dingin dan kabut awan hampir sepanjang tahun tanpa Listrik, jika kemarau panjang sumur2 pada kering, warga masyarakat yang sakit ditambah kondisi jalan apa adanya bagi kami dimusim kemarau saja sudah sulit dilalui apalagi disaat musim penghujan. Kapankah Pemerintah wilayah ini akan memperhatikan dan menyuplai listrik serta memperbaiki jalan di pemukiman Desa Fatu Ulan ini, Semoga saja kedepannya Pemerintah Desa ini mendapat perhatian dan pembangunan yang lebih layak.

Matahari sudah diatas kepala namun awan masih berarak dari arah timur menuju bukit Gunung Lunu tempat kita berada, hembusan angin dimusim kemarau di bulan September ini awanpun masih sedikit pada siang hari dan baru akan penuh pada sore hingga tengah malam. kamipun memutuskan untuk menuntaskan ekspedisi ini tanpa menunggu datangnya awan diatas bukit karena perjalanan pulang yang masih jauh bagi masing-masing Team.

Setelah Memotret sana-sini akhirnya pukul 13:30 Wita kami menuruni bukit Gunung Lunu kembali menuju cek poin pertama untuk persiapan pulang. setalah berpamitan dengan pemilik rumah kamipun misi akhir ekspedisi ini dengan perjalan pulang melalui Desa Oenlasi menuju Kota Kupang untuk Team MTMT dan Kota Atambua bagi Team MTMM.

Selamat Jalan Fatu Ulan... kami semua masih merindukanmu, merindukan dinginnya alam kamu, indahnya Panorama Desa Fatu Ulan yang indah dan berawan dan pemandangan di Horison dan Cakrawala sepanjang mata memandang. Kamipun bersepakat akan melakukan misi kedua Ekspedisi Fatu Ulan II melalui Jalur Selatan/Kolbano.


Demikian Cerita saya pada Ekspedisi Fatu Ulan mungkit untuk seri pertama ini sampai jumpa pada trip selanjutnya, Salam MTMT (My Trip My Tapaleuk), Tapaleuk yang bermanfaat....