Menikmati
kuliner malam hari memang cukup menyenangkan, selain bisa terhindar
dari kemacetan, kita juga tidak perlu merasakan sengatan sinar matahari
yang cukup panas. Tujuan tim wisatakuliner.com kali ini
sangat menggoda tapi juga cukup berbahaya, terutama bagi yang memilki
masalah kolestrol dengan tingkat yang cukup tinggi. Malam itu kami
menuju jalan Sepanjang Tani untuk menikmati Kikil Sapi Pak Madekan.
Warung ini hanya menempati sebuah lapak kecil di atas jalan trotoar
bersama beberapa pedagang lainnya. Ada dua buah kursi panjang yang
tersedia di depan dan di samping penjualnya, tidak ada satu pun meja
yang melengkapinya.
Malam
itu Saya melihat tidak ada satu pun pengunjungnya yang berada di sana,
hanya seorang lelaki setengah baya yang sedang duduk dibalik meja tempat
dagangannya. Waktu Saya memesan seporsi kikil sapi, dengan segera
laki-laki itu mulai meracik pesanan Saya dengan cepat. Semangkuk kikil
sapi hanya terdiri dari 3 potong lontong dengan tambahan kuah dan
potongan kikil yang cukup banyak. Tidak lupa dikucurkan air perasan
jeruk nipis, kecap manis dan beberapa sendok sambal sesuai dengan
permintaan pembeli. Kuahnya bening kecokelatan dan agak berminyak, tapi
rasanya memang sedap, gurih dan menyegarkan. Ada asam, pedas dengan
potongan kikil yang empuk dan lembut, meskipun tidak tersedia meja, tapi
kita bisa dengan mudahnya untuk memotong kikilnya.
Baru
beberapa suap Saya menikmati kikilnya, beberapa orang kemudian datang.
Ada yang membeli untuk dimakan ditempat, ada juga yang membeli untuk
dibawa pulang. Selain kikil, disini juga tersedia sumsum sapi yang konon
sangat baik untuk masa penyembuhan setelah mengalami patah tulang atau
keretakan tulang. Sedangkan untuk minumannya, hanya tersedia air mineral
cup yang sudah tersusun di atas meja tempat bahan-bahan lainnya.
Biasanya warung ini sudah mulai menggelar lapaknya mulai dari jam 4 sore
sampai jam 12 malam setiap hari. Meskipun tempatnya sangat kecil dan
sederhana, tidak kurang dari 14 pasang kaki sapi dan 7-8 kg beras untuk
membuat lontongnya selalu habis setiap hari diburu para pembelinya.
Berdasarkan
informasi yang Saya terima dari Pak Novianto yang saat ini menjalankan
usaha ini, pada awalnya usaha kikil sapi ini dirintis oleh Pak Madekan
sekitar tahun 1960-an. Setelah Beliau wafat pada tahun 2001, usaha ini
dikelola oleh istri Beliau hingga akhirnya pada 2008 usaha ini
diserahkan kepada putranya yang bernama Pak Novianto sampai saat ini.
Setelah Saya selesai menikmati kikil sapinya, ternyata beberapa orang
yang sedang duduk di lapak sebelahnya juga menikmati kikil sapi Pak
Madekan ini. Meskipun tempatnya sangat sederhana dan cukup sempit, tapi
menikmati kikil di tempat ini juga cukup menyenangkan, apalagi suasana
lalu lintasnya tidak terlalu padat. Biasanya untuk seporsi kikil sapi
dibandrol dengan harga 10ribu rupiah. Porsinya memang cukup sedikit,
tapi harga segitu tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan rasanya
yang istimewa.
Lila, Februari 2012
Sumber foto : koleksi www.wisatakuliner.com
Sumber foto : koleksi www.wisatakuliner.com
Specifications
- Menu Andalan: Kikil Sapi (Rp. 10.000)
- Jam Buka: 16.00 - 00.00
- Alamat Lokasi: Jl. Sepanjang Tani, Sepanjang, Sidoarjo Telp. 031-77556466, 77994172, 08563360136
No comments:
Post a Comment