Sebelum sampai ke pulau-pulau tersebut, para penyewa juga akan dipinjamkan kotak kaca untuk melihat pemandangan bawah laut, yang menakjubkan. Tapi, ada juga para pemilik perahu yang mengenakan tarif untuk kotak kaca itu. Kalau sekadar untuk melihat pemandangan bawah laut, tanpa ke pulau, para pemilik perahu juga bersedia mengantar. Tarifnya pasti lebih murah ketimbang sampai ke pulau. Para wisatawan bisa juga menyewa perahu kayuh, yang tarifnya sekitar Rp15.000 sejam. Yang pasti, yang hobi menyelam bisa menyalurkan kegemarannya itu di sini.
Di pantai ini, para wisatawan juga bisa bermain sepak bola atau voli di tepi laut karena memang pantai ini cukup luas, apalagi jika air laut tidak sedang pasang naik. Anak-anak pun bisa mengembangkan imajinasinya dengan bermain pasir. Untuk bisa masuk ke obyek wisata ini, wisatawan dikenakan tarif Rp 2.500 per orang.
Pantai Marina
Sebenarnya, kalau wisatawan berasal dari arah Pelabuhan Bakauheuni, ada sebuah obyek wisata bahari juga sebelum tiba di Pantai Pasir Putih. Namanya Pantai Marina. Pantai ini tak kalah indahnya dengan Pantai Pasir Putih. Sayangnya, tak seperti Pantai Pasir Putih, letak Pantai Marina dari Jalan Raya Bakauheuni-Bandarlampung relatif jauh, sekitar 10 kilometer. Tapi, di pantai ini, semua itu bukan soal jika sudah melihat keindahan pantai dan gugusankarangnya.
Kalau bukan hari libur, Pantai Marina ini juga sangat sepi, mungkin karena letaknya itu. Karena itu, sebaiknya berkunjung ke pantai ini, ya, pada hari libur. Tarif masuknya juga sama dengan tarif masuk Pantai Pasir Putih.
Cara Tempuh dan Penginapan
Wisatawan yang tinggal di Pulau Jawa bisa mencapai kedua obyek wisata itu lewat jalan darat, laut, dan udara. Jika lewat darat, para pelancong harus menuju ke Pelabuhan Merak di Banten dulu. Dari sana kemudian menyeberang naik feri atau jetfoil ke Pelabuhan Bakauheuni. Tarifnya untuk kelas ekonomi sekitar Rp 3.500 per orang dan kendaraan semacam minibus sekitar Rp 55.000 per mobil. Dari pelabuhan ini, Pantai Pasir Putih dapat ditempuh dengan mobil sekitar satusetengah jam.
Kalau ingin menginap, wisatawan sebaiknya menginap di Bandarlampung. Di sana ada banyak penginapan, mulai dari kelas melati sampai yang berbintang empat. Tarif kamar standar untuk kelas melati sekitar Rp 50.000 per malam, sementara untuk kamar yang sama di hotel berbintang mulai dari Rp 175.000 sampai Rp 500.000 per malam. Di Bandarlampung yang bersih, para wisatawan
bisa mengunjungi Museum Lampung dan juga ke beberapa toko suvenir. Salah satu toko suvenir dengan koleksi yang cukup lengkap adalah Toko Putra Indonesia yang terletak di Jalan S. Parman.
Sumber : http://adeintan.multiply.com

No comments:
Post a Comment