Friday, April 27, 2012

OBJEK WISATA LINGGARJATI

sumber: wikipedia

HTM                 : kurang lebih Rp 5000
Lokasi               : Desa Linggarjati Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, Jawa Barat
Objek Menarik :
Di samping panorama alam yang indah Taman Wisata Alam Linggarjati memiliki hawa yang sejuk dan segar. Tidak jauh dari lokasi TWA ini juga terdapat bangunan yang bernilai sejarah, yaitu gedung tempat berlangsungnya perjanjian Linggarjati antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Belanda yang mempunyai daya tarik tersendiri.
Kegiatan wisata yang telah ada terdapat di luar kawasan perlindungan hutan dan pelestarian alam adalah Cibulan (obyek wisata yang telah banyak pengunjungnya) sehingga daerah ini merupakan rangkaian obyek wisata.
Kegiatan Wisata alam yang dapat dilakukan
  1. Menikmati keindahan alam dan sekitarnya
  2. Memancing
  3. Berenang. 
Sarana pengunjung dan prasarana pengelolaan yang telah ada pada saat ini di antaranya adalah tempat penginapan (pesanggrahan), tempat parkir, kolam renang, tempat bermain anak-anak, loket karcis, shelter, pos jaga, jalan setapak dan MCK.

OBJEK WISATA AIR TERJUN TEMAM

HTM                        : -
Lokasi                      : Lubuk Linggau, Palembang, Sumatra Selatan
Deskripsi                
Air Terjun Temam merupakan merupakan kawasan objek wisata alam berupa air terjun dengan ketinggian
12 m dan lebar 25 m. Lokasinya dikelilingi batu-batuan alam serta pepohonan yang hijau dengan kondisi lingkungan alam yang masih alami. Objek wisata ini berlokasi 11 km ke arah selatan dari pusat Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatera Selatan. Lubuk Linggau sendiri dapat ditempuh dengan 6.5 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor dari Palembang. Sebagai alternatif lain, kota ini juga dapat dicapai melalui Bengkulu dan berjarak sekitar 4 jam perjalanan dari Bengkulu.
Air Terjun ini sendiri terletak ± 50 m dari jalan poros yang menghubungkan antara Kelurahan Air Temam dan Kelurahan Rahma. Bagi wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan tersebut membutuhkan waktu ± 30 menit dari pusat Kota Lubuklinggau dengan kendaraan bermotor melalui dua jalan masuk alternatif, yaitu jalan masuk ke arah Kelurahan Rahma atau Kelurahan Air Temam dengan kondisi jalan penghubung yang cukup bagus.
Untuk dapat memasuki kawasan wisata air terjun ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp.1000,00/orang sedangkan untuk kendaraan bermotor mobil dikenakan biaya sebesar Rp. 3000/kendaraan.  Areal parkir kendaraan bermotor tidak terlalu luas, karena itu apabila penuh kendaraan dapat diparkir dipinggir jalan.

TAMAN WISATA AIR PANAS GUCI

HTM                            : Rp 4.500,-/anak Rp 5.000/orang dewasa( hari biasa )
                                       Rp 6.500,-/anak Rp 7.000/orang dewasa( hari libur )
Lokasi                          : Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa-Tengah
Objek Menarik            : 
-Hotel Duta Wisata Guci      :    



Hotel Duta Wisata (*)
Alamat: Obyek Wisata Guci
No. Telp.: (0283) 352770
HOTEL DUTA WISATA, hotel bintang 1 dengan suasana alam perbukitan , terletak di kaki gunung Slamet - Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Lokasi hotel ini berdekatan dengan Air Terjun dan Sumber Air Panas dengan pemandangan sungai, sawah, hutan, pedesaan, gunung,  serta alam yang indah bernuansa alam pedesaan. Dengan menyandang hotel berbintang empat, hotel ini menyediakan banyak kamar dan paviliunyang sesuai bagi keperluan keluarga dan bisnis.
Fasilitas lain : Kolam Air Panas, Kolam Pancing, Lapangan Tenis.
-Pendakian Gunung Slamet : 

Pendakian Gunung Slamet dikenal cukup sulit karena hampir di sepanjang rute pendakian tidak ditemukan air, walaupun ada itu juga merupakan genangan air. Kepada pendaki sangat disarankan untuk membawa persediaan air yang cukup dari bawah. Faktor lain adalah kabut. Kabut di Gunung Slamet sangat mudah berubah-ubah dan pekat.
Tetapi Jika anda melewati jalur bambangan, mungkin masalah air tidak terlalu sulit. Memang para pendaki harus banyak membawa air dari bawah, tetapi sesampainya di pos v atau tepatnya di pos Samhyang rangkah akan terdapat sungai kecil yang letaknya tepat berada di bawah pos v.
Selain rute bambangan,ada pula rute pendakian melewati Dukuhliwung. Dari pos 1 sampai pos 5 yaitu puncak, membutuhkan waktu sekitar 8jam. Dan ada mata air di pos 2 dan 3.
Atau bisa juga melakukan pendakian melalui obyek wisata permandian air panas Guci, rute pendakian melalui guci masih sangat terjal. namun pemandangan di sepanjang rute ini lebih istimewa dibandingkan dengan rute mana pun. Pemandangan alam di rute guci masih sangat alami dan masih sangat liar, berkesan jauh dari peradaban manusia. kedua rute ini dapat ditempuh melewati kota Tegal lalu ke selatan menuju kota Slawi, melewati Lebaksiu, Yomani dan mulai memasuki dataran tinggi Tuwel.

Selain itu taman wisata guci juga memiliki objek-objek menarik lainnya, seperti :
-Bukit Perkasa                      
-Pemandian air panas          
-Sendang Kasepuhan           
-Sendang Pengasihan           
-Curug Kembar                     
-Curug Pengantin                
-Curug Amba                        
-Curug Sigeyong                  
-Goa Sigeyong                      

Thursday, April 19, 2012

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki tipe ekosistem sub-montana, montana dan sub-alphin dengan pohon-pohon yang besar dan berusia ratusan tahun.
http://farm4.static.flickr.com/3655/3609609957_af85226626.jpg?v=0
Beberapa jenis tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru antara lain jamuju (Dacrycarpus imbricatus), cemara gunung (Casuarina sp.), eidelweis (Anaphalis javanica), berbagai jenis anggrek dan jenis rumput langka (Styphelia pungieus).

Terdapat sekitar 137 jenis burung, 22 jenis mamalia dan 4 jenis reptilia di taman nasional ini

Satwa langka dan dilindungi yang terdapat di taman nasional ini antara lain luwak (Pardofelis marmorata), rusa (Cervus timorensis ), kera ekor panjang (Macaca fascicularis), kijang (Muntiacus muntjak ), ayam hutan merah (Gallus gallus), macan tutul (Panthera pardus ), ajag (Cuon alpinus ); dan berbagai jenis burung seperti alap-alap burung (Accipiter virgatus ), rangkong (Buceros rhinoceros silvestris), elang ular bido (Spilornis cheela bido), srigunting hitam (Dicrurus macrocercus), elang bondol (Haliastur indus), dan belibis yang hidup di Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZFbNNhYcuFOCIda2j0GPWAyh7x2iKw4lPCl4mDXu3lEW52zJuFyoofYlM5fv7g17A0NCGB1GRLiQmD1SrsorE1p1EjDoHGwsDUs_t1wfbCvKm9WWdrvuZgs_wbMZqzONdx0pTb9UHXppl/s1600/gunung-bromo.jpg
http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/image/tengger.jpg
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian ± 2.100 meter dari permukaan laut.

Di laut pasir ditemukan tujuh buah pusat letusan dalam dua jalur yang silang-menyilang yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan dan mengancam kehidupan manusia di sekitarnya (± 3.500 jiwa).

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

Suku Tengger yang berada di sekitar taman nasional merupakan suku asli yang beragama Hindu. Menurut legenda, asal-usul suku tersebut dari Kerajaan Majapahit yang mengasingkan diri. Uniknya, melihat penduduk di sekitar (Su-ku Tengger) tampak tidak ada rasa ketakutan walaupun menge-tahui Gunung Bromo itu berbaha-ya, termasuk juga wisatawan yang banyak mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada saat Upacara Kasodo.


Upacara Kasodo diselenggarakan setiap tahun (Desember/Januari) pada bulan purnama. Melalui upacara tersebut, masyarakat Suku Tengger memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo, sementara masyarakat Tengger lainnya harus menuruni tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.
http://hananan.files.wordpress.com/2011/10/kuil-hindu.jpg
http://appleyardz.files.wordpress.com/2010/12/pura-bromo.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhufglCXOfyGxgSgDOWuCRFjjb85_SIseUMiZtlmvI9VCGMvAAdbAqTzXkjwsE8jPE9ePzq8ryuvXgMPxx0d7-Y0PT0NVhhzWNbikn9AbdJ-mpD4N6EKkWcXfRBYBCc3HuXL4dndXFp1a_G/s640/budayatengger.JPG

Perebutan sesaji tersebut merupakan atraksi yang sangat menarik dan menantang sekaligus mengerikan. Sebab tidak jarang diantara mereka jatuh ke dalam kawah.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.
Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit.


Pananjakan. Melihat panorama alam gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru.
Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).


Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.

Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Oktober dan bulan Desember s/d Januari.
Cara pencapaian lokasi: Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil denganjarak 71 km, Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 km, dan Jemplang-Ranu Pani-Ranu Kumbolo, 16 km. Atau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km. Dari Malang ke Ranu Pani menggunakan mobil sekitar 70 menit, yang dilanjutkan berjalan kaki ke Puncak Semeru sekitar 13 jam.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4EZ7TVZnVv8Y5SLMionfK4TGPim1DdmjSuSitOyc8oOCwtKhnm8vZ9dqRSkVU1eoSJkV2t00JQ7bjFrmOFKXSM0x23nC1jyFg-QxctR2d1Orq087pVlY-3u6E5DOzZRwUr6KL62Mam-ic/s1600/34626_1382213441421_1414514465_31110056_7808599_n.jpg
http://farm4.staticflickr.com/3278/2995572376_2973655931_z.jpg

Sumber : http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_bromo.htm

Pantai Pasir Putih Lampung

Pantai Pasir Putih memang sangat terkenal di Lampung sebagai obyek wisata. Pantainya tentu saja berpasir putih dan bersih. Di sana juga banyak warung yang menjual suvenir dan makanan. Pantai ini cocok sebagai pilihan untuk berwisata bersama seluruh anggota keluarga. Di seberang pantai ini ada tiga pulau kecil yang memiliki pemandangan cukup indah, yakni Pulau Condong Darat, Condong Wawai, dan Condong Sulah. Pulau-pulau itu bisa dicapai sekitar 20 menit dengan perahu bermotor, yang bisa disewa wisatawan dengan tarif antara Rp 30.000 dan Rp 50.000. Kondisi Pulau Condong Sulah juga cocok untuk olahraga panjat tebing. Pulau ini juga sering digunakan sebagai tempat pelatihan luar ruang untuk karyawan-karyawan dari perusahaan di luar Lampung.
http://indonesiatraveling.files.wordpress.com/2008/12/pantai_pasir_putih_lampung_indonesia12.jpg?w=510

Sebelum sampai ke pulau-pulau tersebut, para penyewa juga akan dipinjamkan kotak kaca untuk melihat pemandangan bawah laut, yang menakjubkan. Tapi, ada juga para pemilik perahu yang mengenakan tarif untuk kotak kaca itu. Kalau sekadar untuk melihat pemandangan bawah laut, tanpa ke pulau, para pemilik perahu juga bersedia mengantar. Tarifnya pasti lebih murah ketimbang sampai ke pulau. Para wisatawan bisa juga menyewa perahu kayuh, yang tarifnya sekitar Rp15.000 sejam. Yang pasti, yang hobi menyelam bisa menyalurkan kegemarannya itu di sini.
Di pantai ini, para wisatawan juga bisa bermain sepak bola atau voli di tepi laut karena memang pantai ini cukup luas, apalagi jika air laut tidak sedang pasang naik. Anak-anak pun bisa mengembangkan imajinasinya dengan bermain pasir. Untuk bisa masuk ke obyek wisata ini, wisatawan dikenakan tarif Rp 2.500 per orang.

http://pcprek.files.wordpress.com/2011/03/pst.jpg?w=570


Pantai Marina

Sebenarnya, kalau wisatawan berasal dari arah Pelabuhan Bakauheuni, ada sebuah obyek wisata bahari juga sebelum tiba di Pantai Pasir Putih. Namanya Pantai Marina. Pantai ini tak kalah indahnya dengan Pantai Pasir Putih. Sayangnya, tak seperti Pantai Pasir Putih, letak Pantai Marina dari Jalan Raya Bakauheuni-Bandarlampung relatif jauh, sekitar 10 kilometer. Tapi, di pantai ini, semua itu bukan soal jika sudah melihat keindahan pantai dan gugusankarangnya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDKd_J1nd4ao8UvZR6Ppgp0S6f7XfVFxXzZC6-EYE6e75XJfQ5ArmOyD9MTNJGPdeot8Yg-L5Pqenc6QUKnKZhFK_3ZVPIyAtEZkZEi-rhShQVyEBHovyvkZd3xUUiEY9bQCpnhOC19Bqf/s1600/Marina_Beach_2_by_ajissi.jpg

Kalau bukan hari libur, Pantai Marina ini juga sangat sepi, mungkin karena letaknya itu. Karena itu, sebaiknya berkunjung ke pantai ini, ya, pada hari libur. Tarif masuknya juga sama dengan tarif masuk Pantai Pasir Putih.


Cara Tempuh dan Penginapan

Wisatawan yang tinggal di Pulau Jawa bisa mencapai kedua obyek wisata itu lewat jalan darat, laut, dan udara. Jika lewat darat, para pelancong harus menuju ke Pelabuhan Merak di Banten dulu. Dari sana kemudian menyeberang naik feri atau jetfoil ke Pelabuhan Bakauheuni. Tarifnya untuk kelas ekonomi sekitar Rp 3.500 per orang dan kendaraan semacam minibus sekitar Rp 55.000 per mobil. Dari pelabuhan ini, Pantai Pasir Putih dapat ditempuh dengan mobil sekitar satu
setengah jam.

Kalau ingin menginap, wisatawan sebaiknya menginap di Bandarlampung. Di sana ada banyak penginapan, mulai dari kelas melati sampai yang berbintang empat. Tarif kamar standar untuk kelas melati sekitar Rp 50.000 per malam, sementara untuk kamar yang sama di hotel berbintang mulai dari Rp 175.000 sampai Rp 500.000 per malam. Di Bandarlampung yang bersih, para wisatawan
bisa mengunjungi Museum Lampung dan juga ke beberapa toko suvenir. Salah satu toko suvenir dengan koleksi yang cukup lengkap adalah Toko Putra Indonesia yang terletak di Jalan S. Parman.



Sumber : http://adeintan.multiply.com

Pantai Parai Tenggiri - Bangka

Pantai Parai Tenggiri merupakan pantai paling indah dideretan pantai timur Pulau Bangka. Pada awalnya, masyarakat sungailiat menyebut pantai ini sebagai pantai Hakok, kmudian sebagai pantai Tenggiri.
http://farm4.static.flickr.com/3069/2893788945_1bcbe02395.jpg
Sejak dulu ketika masih disebut Hakok, pantai ini merupakan kawasan yang paling digemari untuk dikunjunggi oleh masyarakat setempat. Bebatuan yang banyak terdapat di pantai ini, bagaikan sebuah dekorasi alam yang sangat indah.
http://www.visitbangkabelitung.com/sites/default/files/images/obj_wisata/pantai_parai_tenggiri.jpg
Pantai ini memiliki sebauh resort dengan hotel bintang 4 yakni parai beach resort. Merupakan satu-satunya kawasan tujuan wisata pantai bertarap internasional yang patut dibanggakan dipulau bangka. Hampir semua fasilitas tersedia, mulai dari akomodasi, restauran, bar and grill, café, kolam renang, bahkan sport and leisure.
http://ijolumut99.files.wordpress.com/2011/02/detik_img_9931.jpg

Di ujung kiri pantai, terdapat sebuah gugusan bebatuan yang di tata dengan apik dan di namakan Rock Island. Pada malam hari, pengunjung dapat bersantai sambil menikmati hidangan lezat dan minuman bar, sambil mendengarkan deburan ombak yang menerpa bebatuan tanpa henti. Akses menuju ke sana melalui sebuah jembatan dengan penerangan lampu di sepanjang tepi kanan dan kirinya. Pengunjung dapat berjalan kaki menuju ke Rock Island sambil menikmati pemandangan laut dan riakan ombak.


Video Youtube "Pantai Parai Tenggiri"

 
Sumber : http://www.visitbangkabelitung.com

6 Pasar Seni yang Populer di Bali

Pasar seni di Bali memang memiliki ciri khas tersendiri.  Setiap daerah  di Indonesia mempunyai pasar tradisional dengan keunikan dagangan masing-masing. Sementara di Bali, selain pasar tradisional yang menjual kebutuhan sehari-hari, dikenal pula istilah pasar seni.
http://bali.panduanwisata.com/files/2012/02/pasar-tradisional-ubud2.jpg

Pasar seni menjadi semacam tempat belanja oleh-oleh bagi para wisatawan, baik asing maupun nusantara. Ciri khas yang paling kentara dari pasar seni adalah saat memasuki pasar adalah warna-warni mencolok dari berbagai produk yang dijual.

Ada banyak pasar seni di Bali. Rata-rata menjual barang yang mirip. Harga pun tak jauh berbeda. Pengunjung dapat membeli aneka produk garmen seperti baju bambu, celana pantai, kain pantai, sampai kaus dengan corak khas Bali.

Atau, aneka kudapan khas Bali seperti kacang asin Bali ataupun brem Bali, bisa Anda temukan di pasar seni. Pilihan lain adalah aneka lukisan dan patung. Bisa juga membeli prroduk perawatan tubuh seperti lulur Bali atau aromaterapi.

Sayangnya, sejak toko oleh-oleh semakin menjamur, pasar-pasar seni ini seakan mulai kehilangan pamor. Kehadirannya mulai meredup. Kalah bersaing dengan toko oleh-oleh dengan ruangan ber-AC dan harga tetap, tanpa perlu repot menawar.

“Di Gianyar selatan, ada Pasar Sukawati yang menjadi pusat perdagangan seni. Memang saat ini bersaing ketat dengan toko oleh-oleh yang gencar dibangun di Badung. Tak hanya Pasar Sukawati yang merasakan ini, tapi juga pasar seni lainnya seperti Pasar Kuta dan Kumbasari,” ungkap Bupati Gianyar Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati beberapa waktu yang lalu.

Seperti di Pasar Sukawati, ungkap Tjokarda, selain persaingan dengan toko oleh-oleh, pasar tersebut juga menghadapi kendala keterbatasan parkir. Pihaknya sendiri berencana untu merelokasi Pasar Seni Sukowati.
Ia pun berharap agar wisatawan, terutama turis lokal, untuk mempertimbangkan berbelanja di pasar seni, agar eksistensi pasar seni tetap lestari. Sementara itu, beberapa turis menuturkan bahwa terkadang penjual di pasar seni menawarkan dagangan secara memaksa.

“Harga yang ditawarkan juga sering tinggi sekali. Jadi kita mau nawar juga sudah malas. Padahal kita sudah sering ke Bali dan sudah tahulah harganya itu berapa,” kata Ade asal Jakarta.

Sejatinya, berbelanja di pasar seni dan di toko oleh-oleh memang tak bisa dibandingkan. Di pasar seni ada sensasi tersendiri saat harus berinteraksi dengan pedagang, termasuk saat menawar dan memilih barang. Suasana pasar memang menghadirkan aura yang berbeda.

Jika Anda ingin mendapatkan pengalaman yang lebih saat berbelanja oleh-oleh atau sekedar melihat aktivitas para pedagang, pasar seni memang tepat menjadi tujuan wisata Anda. Ada banyak pasar di Bali yang menjual oleh-oleh, namun berikut 6 pasar seni yang populer bagi turis mancanegara.

Pasar Seni Kuta. Turis-turis asing sering membeli kaus-kaus Bali dengan bahan rayon atau katun tipis di pasar ini. Bukan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh, melainkan untuk dipakai selama pelesir di Bali. Produk paling dicari adalah kaus berlogo bir lokal yang digemari turis-turis Australia.

Lokasinya strategis dekat pusat keramaian pariwisata Bali, sehingga banyak turis asing yang tertarik membeli karena iseng lewat saja. Banyak kerajinan seni seperti patung ukiran dan lukisan yang dijual di pasar ini. Gambar dan motif pun beragam, tak selalu mencirikan budaya Bali.

Pasar ini buka dari sekitar jam 8 atau 9 pagi dan tutup agak malam sekitar jam 7. Letaknya dekat dengan Pantai Kuta dan Jalan Kartika Plaza.

Pasar Badung. Segala macam kebutuhan dan benda seni ada di pasar ini. Mulai dari aneka kebutuhan sehari-hari sampai perlengkapan upacara adat Bali. Pasar ini bisa menjadi pilihan destinasi untuk skedar mampir mengenal kuliner dan bahan-bahan khas masakan Bali

Mulai dari membeli kopi Bali ataupun bokor Bali, wadah untuk menaruh sajen yang terbuat dari aluminum. Anda bisa membelinya untuk ide-ide menghias rumah Anda. Selain itu, Anda bisa membeli kaus bambu, celana pantai, dan produk-produk garmen khas Bali lainnya.

Sebaiknya beli kaus dan celana dalam jumlah banyak, seperti 1 lusin atau 1 kodi, untuk mendapatkan harga grosir. Jika merasa terlalu banyak, 1 lusin kaus bisa untuk oleh-oleh teman dan kerabat Anda saat Anda pulang nanti.

Pasar yang satu ini memang berada di lokasi sibuk perdagangan. Letaknya di Jalan Gajah Made, Denpasar. Di dekat Pasar Badung, terdapat Jalan Sulawesi yang terkenal sebagai tempat membeli kain kebaya dan pakaian tradisional Bali.

Pasar Badung mungkin tempat yang paling dikenang ketika sudah meninggalkan Bali. Pasar itu sungguh mengasyikkan karena menjual semua kebutuhan sehari-hari mulai dari ikan teri sampai perlengkapan upacara adat Bali yang "berat-berat", yaitu tedung dan songket yang harganya di atas Rp 500.000.

Pasar Kumbasari. Pasar yang satu ini letaknya dekat dengan Pasar Badung. Pasar Kumbasari terkenal sebagai pasar grosiran. Barang-barang kerajinan yang biasa dijual sebagai suvenir di kios-kios di Kuta dan sekitarnya, banyak yang mengambil barangnya di Pasar Kumbasari

Anda bisa membeli pakaian dan aksesoris mote khas Bali. Tak hanya barang-barang kecil, namun ada pula patung dan ukiran. Lalu, ada pula berbagai mebel dan pernak-pernik untuk mengisi rumah. Aneka anyaman bambu seperti besek sampai ingke bisa Anda dapatkan di pasar ini.

Jika Anda berminat membeli dalam jumlah banyak, di sinilah lokasi yang tepat. Namun, membeli dalam jumlah kecil pun tak masalah. Pasar Kumbasari berada di Jalan Sulawesi, Denpasar, dan masih dalam satu kawasan dengan Pasar Badung.

Pasar Sukawati. Pasar yang satu ini memang sangat terkenal bagi kalangan wisatawan domestik. Anda bisa berbelanja kain pantai, celana dan pakaian dengan motif-motif Bali, tas anyaman khas Bali, sampai sandal-sandal mote yang cantik.

Lukisan-lukisan Bali termasuk yang diburu di pasar ini. Karena pasar ini dekat dengan desa-desa pusat pembuatan kerajinan Bali, maka Anda akan menemukan banyak model patung dan ukiran Bali. Pasar Sukawati terletak di perbatasan antara Denpasar dan Gianyar. Seakan menjadi “pintu” pertama untuk masuk ke Gianyar.

Sebaiknya datang di pagi hari, saat belum banyak orang yang datang untuk berbelanja. Proses menawar pun lebih mudah dilakukan di pagi hari, saat pedagang baru memulai aktivitas. Sebab, “pamali” jika menolak pembeli di awal berdagang.

Pasar Guwang. Pasar ini kalah populer dengan Pasar Sukawati. Padahal secara jarak, kedua pasar ini sangat berdekatan. Pasar Guwang terletak di Desa Guwang, Gianyar. Dari Pasar Sukawati jaraknya hanya sekitar 500 meter.

Pasar ini terkesan lebih rapi daripada Pasar Sukawati. Namun, salah satu hal yang mencolok adalah tempat parkirnya yang luas. Pasar Guwang tergolong baru dan memang dibangun untuk mendukung Pasar Sukawati.

Bus-bus wisata mudah masuk ke pasar ini karena lahan parkir yang tersedia memang memungkinkan untuk bis. Barang yang dijual pun sama dengan Pasar Sukawati. Anda tetap harus menawar sebelum membeli.

Pasar Ubud. Masih menjual produk-produk yang serupa dengan pasar-pasar seni lainnya. Anda dapat membeli tas anyaman, baju-baju bertuliskan Bali, pakaian tradisional Bali, sampai patung dan lukisan.

Coba juga aneka jajanan pasar yang dijual di pasar ini. Sebaiknya datang di pagi hari. Sebab, siang hari biasanya dipadati oleh rombongan turis. Ingatlah untuk menawar harga sebelum Anda membeli. Serta, jelajahi terlebih dahulu pasar sebelum Anda membeli.

Pasar ini tergolong luas, sehingga Anda perlu masuk ke dalam untuk mendapatkan harga dan barang terbaik. Juga cobalah naik ke lantai-lantai atas. Kebanyakan turis hanya melihat-lihat dan membeli barang di bagian depan pasar. Pasar ini juga pernah menjadi lokasi shooting film Hollywood “Eat, Pray, Love” yang dibintangi Julia Roberts.

Lokasi pasar ini sangat strategis, persis di depan Puri Agung Saren Ubud. Tepatnya di persimpangan Jalan Monkey Forest. Pasar ini berada di pusat Ubud. Oleh karena itu, turis-turis yang menginap dan berjalan-jalan di sekitar pasar pun menyempatkan diri mampir di pasar ini.



Sumber : Kompas.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...