Sunday, December 25, 2016

Kabut tipis gunung prau via kalilembu



Prau – adalah gunung yang memiliki hamparan bukit teletubies yang menawan,bunga daisy yang selalu bermekaran, serta indahnya landscape dieng dari atas sana.
Meskipun saya pernah melakukan pendakian ke gunung prau dengan rute yang berbeda tapi kali ni dengan rute yang berbeda yaitu via kalilembu.
*




Dalam suatu keniatan dan keinginan bersama, tim 0 rp adventure melakukan persiapan untuk melakukan pendakian bersama lagi. 5 motor sudah bersiap untuk menuju dieng. Pemberangkatan pada malam hari yang sekiranya dapat meminimalisir waktu ternyata tidak sesuai ekspektasi. Sepanjang malam dan perjalanan kami selalu diguyur hujan. Semarang adalah tempat awal kita memulai perjalanan menuju dieng yang dilanjutkan melewati hamparan kebun teh tambi kala itu.
Tanjakan tambi nampaknya sudah menyambut kami dengan kabut dan jalanan yang masih rusak. Dan gagahnya sindoro dihadapan kita seakan-akan memberi ucapan selamat datang. Kamipun turut melewati basecamp sindoro via sigedang. Ah, nampaknya saya seperti nostalgia dengan track sindoro via tambi ini. Teringat dulu pendakian bersama teman lawas SMA yang mencoba ke menuju puncak akan tetapi kita terpisahkan rombongan dan akhirnya gagal muncak. Sampai akhirnya kita nebeng angkutan sayur atau yang disebut pick up untuk menuju basecamp. Ya, masa lalu yang kenangannya masih terlekat.
Jalanan tambi telah kami lewati dengan sangat hati-hati karena licinnya jalan dan rusaknya aspal membuat kami sangat khawatir akan terjadinya hal yang tidak diinginkan. Hujan, dingin, dan kabut selalu menemani perjalanan kami disaat sampai di dieng.
Menurut informasi yang didapatkan mbah google, basecamp kalilembu ini terletak tidak jauh dari basecamp patak banteng. Sekitar 100 meter setelah patak banteng akhirnya kami menemukan gapura untuk memasuki basecamp kalilembu.
Tak terasa sudah melewati jam 00.30. Sempat kami istirahat dahulu sebelum melakukan pendakian. Obrolan hangat dan teh menemani dinginnya kalilembu kala itu. Beruntung, di kalilembu ini terdapat warung ramesan yang buka 24 jam, yaitu “Warung ApA Anane” yang terletak tidak jauh dari basecamp. Ya, dalam bahasa indonesianya Warung Apa Adanya.
02.00 – kami memulai start pendakian. Beruntung perjalanan yang kami lalui tidak hujan. Hamparan ladang perkebunan warga pun menyambut dengan trek yang tidak begitu menanjak. Dari informasi berbagai artikel, trek di kalilembu lebih banyak landainya ketimbang jalur lain. Setelah melewati perkebunan warga, kami disambut dengan pepohonan khas gunung prau.
02.45 – POS 1 akhirnya kami pijakkan. Istirahat sebentar mengatur nafas dikarenakan kami melakukan pendakian malam hari berebut oksigen dengan pepohonan sekitar. seperti biasa, saya selalu menyempatkan diri untuk membuang apa yang harus saya keluarkan hehe. “Ji, koe ki mesti kebiasaan og. Neng gunung ngendi wae mesti ngono” ujar salah satu teman. “Hehehe kewajiban iki. Nis, minta tissue basahnya” aku menjawabnya. “itu tadi tisu basahnya ada ditasmu yang paling atas” jawab nisa. Berhubung gunung prau ini memang kategori gunung yang susah untuk mencari semak-semakan ranjau jadi saya mencoba mencari jalan sendiri. “suwi nemen jiii. Koe ki lahpo” akhirnya lega sudah. Mungkin efek masuk angin jadi seperti ini.
03.35 – Pos 2 hampir sama kondisi treknya yang semakin kian menanjak sedikit demi sedikit. Meskipun begitu harus tetap berhati hati. Hembusan angin yang membuat sejuk dipagi ini. Kurasakan dengan sedikit nafas terengah-engah. Kebasahi tenggorokan yang kering ini dengan 3x tegukan. Tekstur jalan sudah mulai menanjak menuju pos 3.
04.30 – POS 3 atau yang disebut nganjir. Terdapat pertemuan jalur disini dengan jalur dieng wetan. Dan juga sudah dekat dengan menara. Iringan music dari Banda Neira selalu ku putar, pada saat itu ku putar lagu 1 album full yang bertajuk Berjalan Lebih Jauh. Lampu senter seakan menemai langkah demi langkah menuju puncak prau yang sebentar lagi kami singgahi.
Subuh yang terasa dingin namun sejuk dinikmati. Keindahan panorama dieng yang sepertinya mulai terlihat dari atas sini. Dan akhirnya ..
05.10 – Puncak Prau. Alhamdulillah kami sampai di puncak gunung prau yang disambut dengan indahnya matahari yang sedang terbit, gradiasi warna biru dan orange seakan menandakan pagi sudah tiba. Hamparan bukit-bukit, bunga daisy yang selalu ada disepanjang jalur, serta senyum kebahagiaan tim kami yang senantiasa menyambut prau kala itu.


Pagi hari, 3 tenda yang kami bawa pun mulai satu per satu tertancap tanah menggunakan pasak. Makanan yang kami bawa saat itu adalah mie goreng dan tempe. Apapun makanannya kalau udah di gunung pasti dimakan. Diantara kami ada yang ingin melihat gunung sindoro secara lebih dekat lagi namun sepertinya kami harus berjalan lebih jauh lagi karena view gunung sindoro itu lebih dekat apabila kami melewati jalur patak banteng. Jadi kami lebih menikmati panorama dari puncak saja.

Semakin siang, semakin turun kabut tipis yang membuat pemandangan gunung prau ini menjadi tertutup. Pendakian kurang turu? Ya benar! Di pendakian kali ni memang nampaknya benar benar kurang tidur. Pasalnya kita mendaki di tengah malam. Dan sampai siang hanya bisa tertidur 10-30 menit saja. But, kalilembu adalah jalur terbaik menurut saya karena kondisi treknya yang banyak bonusnya. Meskipun jalur lain juga menghadirkan view yang tak kalah keren.



Sunday, December 18, 2016

Memberikan Kebahagiaan

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Memberikan kebahagiaan kepada orang lain merupakan amal shalih, dan orang yang paling berhak mendapatkan kebahagiaan dari kita adalah karib kerabat, kemudian orang-orang dekat kita setelah mereka.
(Dr. Khalid Al Mushlih (Twitter : @Dr_almosleh) - Twit Ulama 

Senantiasa Husnuzhan

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Seorang muslim yang senantiasa husnuzhan dengan menginfakkan hartanya di jalan Allah, dan dia tidak takut hartanya menjadi sedikit atau dia menjadi fakir, bahkan dia yakin bahwa Allah akan mengganti dengan yang lebih baik, Allah akan mengembangkan dan memberkahi hartanya. Dia tak akan takut kemiskinan.

Dr. Muhammad Majdu’ asy-Syahri pengasuh situs aefaf.com penasihat masalah rumah tangga. 31/8/2013 (Twitter : @mmajdo) - Twit Ulama

Saturday, December 17, 2016

Perjanjian Geddoe-Sasarai

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Suatu hari di ruang pertemuan lantai 2 tiba-tiba meledak dan mengagetkan banyak orang. Tak urung semua petinggi Grassland dan Zexen mendekati sumber ledakan. Mereka melihat Hugo yang kelelahan. Tiba-tiba menyusup Geddoe dan menanyainya. Kata-kata Hugo terus mengacau. Geddoe memintanya berdiri, tetapi Hugo terus larut dalam kata-kata yang tak berujung. Geddoe pun menamparnya, dan itu menyedarkan Hugo.
Lucia mengucapkan selamat datang pada salah satu pembawa api ini, Lalu Geddoe meminta kabar tentang Harmonia, pemimpin aliansi untuk segera berkumpul membicarakan strategi perang selanjutnya dan seorang ahli rune yang harus mengawasi Hugo.
Hari itu Geddoe dan Duke menemui Sasarai untuk menceritakan diambilnya Lightning Rune milik Geddoe oleh Luc. Sasarai lalu membicarakan perjanjian yang diajukan Geddoe untuk mengembalikan posisi Sasarai. Jika berhasil mengembalikan posisinya, maka Sasarai harus melakukan gencatan senjata dan perjanjian damai dengan Grassland, mengakui kemerdekaan Le Buque atau klan Kana'a.
Setelah Geddoe melewati perdebatan panjang yang juga melibatkan Dios, akhirnya Sasarai menyetujui perjanjian tersebut. Sementara itu Hugo tak banyak bicara dikamarnya setelah mendapatkan perawatan dan pengarahan dari Jeane d'Master-Rune. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 10, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Berbuatlah Kebaikan

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Sesungguhnya memenuhi kebutuhan manusia itu menyenangkan, tak dirasakan kecuali oleh orang yang mencobanya. Maka berbuatlah kebaikan meskipun orang lain meremehkan Anda karena sesungguhnya Anda tidak tahu kebaikan mana yang akan memasukkanmu ke surga. (Ini sering disebut sebagai perkataan Ibnul Qoyyim, tapi tidak benar ini perkataan beliau)

Syaikh. Prof. Dr. Ahmad al-Batiliy Profesor bidang Ilmu Sunnah di Universitas Al-Imam, Riyadh, KSA.14/8/2016 (Twitter : @DrAhmadAlbatli) - Twit Ulama

Friday, December 16, 2016

Larangan Membiarkan Api di Rumah Ketika Tidur

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Ibn Umar r.a. berkata : Bersabda Nabi : Jangan kamu tinggalkan api di rumahmu ketika kamu tidur. (HR. Buchary dan Muslim).

Abu Musa Al-Asy’ary r.a. berkata : Terjadi kebakaran di sebuah rumah di Madinah waktu malam, dan ketika diceriterakan kejadian itu pada Nabi , maka bersabda : Sesungguhnya api itu sebagai musuh kamu, maka bila kamu akan tidur padamkanlah. (HR. Buchary dan Muslim).

Jabir r.a. berkata : Rasulullah bersabda : Tutuplah wadah-wadahmu dan ikatlah tempat airmu, dan tutuplah pintumu, dan padamkanlah lampu, karena syaithon tidak membuka ikatan, atau pintu tertutup dan tidak membuka tutup wadah walaupun tiada dapat tutup kecuali lidi yang diletakkan di atas tempat minum dengan menyebut nama Allah, maka harus dikerjakannya karena tikus penjahat dapat membakar api pada orang seisi rumah. (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 501-502.

Selalu Di Jalan-Mu

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Apakah nikmat yang lebih besar daripada hidayah? Sebanyak apa pun kekayaan dalam genggaman kita, jika Allah Ta'ala tak memberikan hidayah kepada kita, maka bertumpuknya harta hanya akan memberatkan nasib kita di Yaumil Qiyamah. Sebanyak apa pun nikmat yang kita reguk di dunia ini, hidup akan kehilangan arah dan kerugian besar menanti kita di akhirat kelak jika kita terlepas dari hidayah.
Maka setiap saat kita perlu dan harus memohon hidayah kepada Allah 'Azza wa Jalla seraya berusaha mempelajari agama agar tak salah langka. Bukankah do'a itu di satu sisi adalah permohonan dan di sisi lain adalah ikrar kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala?Ada dua macam hidayah. Pertama, hidayah kepada Islam. Awalnya tidak beriman kepada Allah Ta'ala dan tidak meyakini Rasulullah ﷺ sebagai utusan-Nya, kemudian berpindah dari agama sebelumnya kepada dien al-Islam ini sepenuh sadar. Bukan sekedar sebagai taktik untuk dapat melangsungkan pernikahan, sesudah itu murtad dan kembali kepada agamanya semula seraya mengajak istri atau suaminya untuk murtad. Na'udzubillahi min dzaalik.
Bersyukurlah orang-orang yang memperoleh hidayah kepada Islam. Inilah agama yang Allah Ta'ala ridhai dan hanya ini agama yang Allah Ta'ala jaminkan kebenarannya hingga kiamat kelak. Tak akan muncul perselisihan selama kita masih berpegang teguh pada kebenaran, kecuali karena kedengkian. Rasa dengki inilah yang menyebabkan kita sulit menerima kebenaran, meski nyata dasarnya jelas hujjahnya.
Mengenai pernyataan dari Allah Ta'ala bahwa hanya Islam agama yang diridhai di sisi-Nya, mari kita ingat kembali firman-Nya:
إن الدين عند الله الإسلام وما اختلف الذين أوتوا

الكتاب إلا من بعد ما جاءهم العلم بغيا بينهم ومن يكفر بآيات الله فإن الله سريع الحساب
"Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya." (QS. Ali Imran, 3: 19).

Kedua, hidayah di dalam Islam. Memperoleh hidayah sehingga menjadi muslim itu merupakan suatu keberuntungan. Dan keberuntungan yang sangat besar adalah apabila kita berislam dengan benar, meyakini apa yang sungguh-sungguh datangnya dari Islam dan terhindar dari memegangi keyakinan yang bathil serta beramal dengannya. Maka, meskipun kita sudah berislam semenjak kecil, kita harus terus menerus memohon hidayah kepada Allah Ta'ala. Kita meminta agar ditunjuki jalan yang lurus (shirathal mustaqim). Inilah yang setiap saat --sebenarnya-- kita minta saat shalat. Tetapi alangkah banyak yang lalai dengan do'anya. Bahkan menghayati pun nyaris tak pernah.Hari ini, ketika tiba-tiba saja sangat banyak orang menawarkan kepada kita berbagai hal yang saling bertentangan dan semuanya terkesan dari Islam, amat terasa betapa kita perlu memohon hidayah serta kemampuan untuk memilih yang benar di antara berbagai persoalan yang diperselihkan. Kita tak dapat berkata "yang penting niat kita baik", sebab nilai amal dan ibadah kita bergantung pada dua hal, yakni ikhlas dan shawab (bersesuaian dengan tuntunan Nabi ﷺ). Ini berarti, kita perlu senantiasa berusaha perbaiki ilmu kita tentang dien. Semoga Allah Ta'ala baguskan amal dan ibadah kita.
Mari sejenak merenungi do'a yang dituntunkan oleh Rasulullah ﷺ:
اللَّهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنْ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ 
"Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, dan Israfil, pencipta langit dan bumi, yang Maha mengetahui hal yang ghaib maupun yang nampak. Engkaulah yang memutuskan perkara yang diperselisihkan para hamba-Mu, maka tunjukilah aku kepada kebenaran dalam hal yang mereka perselisihkan dengan izin-Mu. Sesungguhnya engkau menunjuki kepada siapa pun yang engkau kehendaki ke jalan yang lurus." (HR. Muslim).

Maka, jika kita menjumpai perselisihan pendapat dalam suatu perkara, hendaklah kita menjauhkan diri dari ta'ashshub (fanatisme golongan), memilih pendapat yang benar-benar bersesuaian dengan as-sunnah ash-shahihah sesuai pemahaman salafush-shalih. Sekiranya kita awam dalam masalah agama, pilihlah pendapat yang paling jelas dasar nash (Al-Qur'an atau hadis yang shahih). Kita mencerna dengan sungguh-sungguh, lalu mengambil untuk kita pendapat yang paling bersesuaian dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah untuk diri kita sendiri. Kita berhati-hati dalam mengambil pendapat seraya memohon petunjuk kepada Allah Ta'ala agar tidak terjatuh pada pada kesesatan, sesudah Allah Ta'ala berikan kita hidayah kepada Islam.

Mari sejenak renungi do'a yang termaktub dalam Al-Qur'an berikut ini:
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
 "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali Imran, 3: 8).

Pada saat yang sama, kita berusaha dengan sungguh-sungguh mendidik diri sendiri agar tidak menjadikan dunia sebagai passion kita; sebagai tujuan besar kita, sebagai ketertarikan utama yang menjadikan kita senantiasa menujukan amal dan ibadah untuk meraih dunia yang lebih besar. Biarlah dunia datang merangkak kepada kita. Jika Allah Ta'ala kayakan kita, itu merupakan akibat. Bukan tujuan. Setidaknya sekedar sebagai wasilah, sehingga kerinduan terbesar kita adalah amal shalih.
Sejenak mari kita renungi hadis Nabi ﷺ:
مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَـمَّهُ ؛ فَـرَّقَ اللّٰـهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَـيْهِ ، وَلَـمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا كُتِبَ لَـهُ ، وَمَنْ كَـانَتِ الْآخِرَةُ نِـيَّـتَـهُ ، جَـمَعَ اللّٰـهُ لَهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِـيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَـا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
"Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai himmah-nya (passion, hasrat terbesarnya), maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia mendapat dunia menurut apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina." (Hadis Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Majah & Ibnu Hibban).

Seseorang yang menjadikan dunia sebagai passion, boleh jadi Allah Ta'ala berikan kekayaan yang berlimpah, tetapi justru dialah orang yang paling takut berkurang hartanya dan jatuh miskin. Harta terus bertambah, tetapi kebahagiaan semakin berkurang, meski ia banyak bersenang-senang dengan beragam hiburan dan kemewahan. Sangat berbeda antara bersenang-senang dengan bahagia. Bukankah banyak orang yang pekerjaannya menghibur, hidup dalam gemerlap, tapi hatinya justru gelap dan jauh dari bahagia.
Banyak hal yang perlu kita renungkan untuk hidup kita. Saya hanya mampu menghadirkan renungan singkat. Semoga Allah Ta'ala senantiasa limpahkan hidayah kepada kita sehingga selalu hidup di jalan-Nya. Semoga akhir hidup kita adalah saat yang terbaik. Masa ketika kita benar-benar berserah diri hanya kepada Allah Ta'ala. Allah Ta'ala ridha kepada kita dan kita pun ridha kepada-Nya.

Wallahu a'lam bish-shawab. Ingatkan saya. Do'akan saya.
Mohammad Fauzil Adhim