Sunday, December 25, 2016
Kabut tipis gunung prau via kalilembu
Sunday, December 18, 2016
Memberikan Kebahagiaan
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Senantiasa Husnuzhan
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Dr. Muhammad Majdu’ asy-Syahri pengasuh situs aefaf.com penasihat masalah rumah tangga. 31/8/2013 (Twitter : @mmajdo) - Twit Ulama
Saturday, December 17, 2016
Perjanjian Geddoe-Sasarai
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Lucia mengucapkan selamat datang pada salah satu pembawa api ini, Lalu Geddoe meminta kabar tentang Harmonia, pemimpin aliansi untuk segera berkumpul membicarakan strategi perang selanjutnya dan seorang ahli rune yang harus mengawasi Hugo.
Hari itu Geddoe dan Duke menemui Sasarai untuk menceritakan diambilnya Lightning Rune milik Geddoe oleh Luc. Sasarai lalu membicarakan perjanjian yang diajukan Geddoe untuk mengembalikan posisi Sasarai. Jika berhasil mengembalikan posisinya, maka Sasarai harus melakukan gencatan senjata dan perjanjian damai dengan Grassland, mengakui kemerdekaan Le Buque atau klan Kana'a.
Setelah Geddoe melewati perdebatan panjang yang juga melibatkan Dios, akhirnya Sasarai menyetujui perjanjian tersebut. Sementara itu Hugo tak banyak bicara dikamarnya setelah mendapatkan perawatan dan pengarahan dari Jeane d'Master-Rune. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 10, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).
Berbuatlah Kebaikan
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Syaikh. Prof. Dr. Ahmad al-Batiliy Profesor bidang Ilmu Sunnah di Universitas Al-Imam, Riyadh, KSA.14/8/2016 (Twitter : @DrAhmadAlbatli) - Twit Ulama
Friday, December 16, 2016
Larangan Membiarkan Api di Rumah Ketika Tidur
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Abu Musa Al-Asy’ary r.a. berkata : Terjadi kebakaran di sebuah rumah di Madinah waktu malam, dan ketika diceriterakan kejadian itu pada Nabi ﷺ, maka bersabda : Sesungguhnya api itu sebagai musuh kamu, maka bila kamu akan tidur padamkanlah. (HR. Buchary dan Muslim).
Jabir r.a. berkata : Rasulullah ﷺ bersabda : Tutuplah wadah-wadahmu dan ikatlah tempat airmu, dan tutuplah pintumu, dan padamkanlah lampu, karena syaithon tidak membuka ikatan, atau pintu tertutup dan tidak membuka tutup wadah walaupun tiada dapat tutup kecuali lidi yang diletakkan di atas tempat minum dengan menyebut nama Allah, maka harus dikerjakannya karena tikus penjahat dapat membakar api pada orang seisi rumah. (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 501-502.
Selalu Di Jalan-Mu
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Maka setiap saat kita perlu dan harus memohon hidayah kepada Allah 'Azza wa Jalla seraya berusaha mempelajari agama agar tak salah langka. Bukankah do'a itu di satu sisi adalah permohonan dan di sisi lain adalah ikrar kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala?Ada dua macam hidayah. Pertama, hidayah kepada Islam. Awalnya tidak beriman kepada Allah Ta'ala dan tidak meyakini Rasulullah ﷺ sebagai utusan-Nya, kemudian berpindah dari agama sebelumnya kepada dien al-Islam ini sepenuh sadar. Bukan sekedar sebagai taktik untuk dapat melangsungkan pernikahan, sesudah itu murtad dan kembali kepada agamanya semula seraya mengajak istri atau suaminya untuk murtad. Na'udzubillahi min dzaalik.
Bersyukurlah orang-orang yang memperoleh hidayah kepada Islam. Inilah agama yang Allah Ta'ala ridhai dan hanya ini agama yang Allah Ta'ala jaminkan kebenarannya hingga kiamat kelak. Tak akan muncul perselisihan selama kita masih berpegang teguh pada kebenaran, kecuali karena kedengkian. Rasa dengki inilah yang menyebabkan kita sulit menerima kebenaran, meski nyata dasarnya jelas hujjahnya.
Mengenai pernyataan dari Allah Ta'ala bahwa hanya Islam agama yang diridhai di sisi-Nya, mari kita ingat kembali firman-Nya:
Kedua, hidayah di dalam Islam. Memperoleh hidayah sehingga menjadi muslim itu merupakan suatu keberuntungan. Dan keberuntungan yang sangat besar adalah apabila kita berislam dengan benar, meyakini apa yang sungguh-sungguh datangnya dari Islam dan terhindar dari memegangi keyakinan yang bathil serta beramal dengannya. Maka, meskipun kita sudah berislam semenjak kecil, kita harus terus menerus memohon hidayah kepada Allah Ta'ala. Kita meminta agar ditunjuki jalan yang lurus (shirathal mustaqim). Inilah yang setiap saat --sebenarnya-- kita minta saat shalat. Tetapi alangkah banyak yang lalai dengan do'anya. Bahkan menghayati pun nyaris tak pernah.Hari ini, ketika tiba-tiba saja sangat banyak orang menawarkan kepada kita berbagai hal yang saling bertentangan dan semuanya terkesan dari Islam, amat terasa betapa kita perlu memohon hidayah serta kemampuan untuk memilih yang benar di antara berbagai persoalan yang diperselihkan. Kita tak dapat berkata "yang penting niat kita baik", sebab nilai amal dan ibadah kita bergantung pada dua hal, yakni ikhlas dan shawab (bersesuaian dengan tuntunan Nabi ﷺ). Ini berarti, kita perlu senantiasa berusaha perbaiki ilmu kita tentang dien. Semoga Allah Ta'ala baguskan amal dan ibadah kita.
Mari sejenak merenungi do'a yang dituntunkan oleh Rasulullah ﷺ:
Maka, jika kita menjumpai perselisihan pendapat dalam suatu perkara, hendaklah kita menjauhkan diri dari ta'ashshub (fanatisme golongan), memilih pendapat yang benar-benar bersesuaian dengan as-sunnah ash-shahihah sesuai pemahaman salafush-shalih. Sekiranya kita awam dalam masalah agama, pilihlah pendapat yang paling jelas dasar nash (Al-Qur'an atau hadis yang shahih). Kita mencerna dengan sungguh-sungguh, lalu mengambil untuk kita pendapat yang paling bersesuaian dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah untuk diri kita sendiri. Kita berhati-hati dalam mengambil pendapat seraya memohon petunjuk kepada Allah Ta'ala agar tidak terjatuh pada pada kesesatan, sesudah Allah Ta'ala berikan kita hidayah kepada Islam.
Mari sejenak renungi do'a yang termaktub dalam Al-Qur'an berikut ini:
Pada saat yang sama, kita berusaha dengan sungguh-sungguh mendidik diri sendiri agar tidak menjadikan dunia sebagai passion kita; sebagai tujuan besar kita, sebagai ketertarikan utama yang menjadikan kita senantiasa menujukan amal dan ibadah untuk meraih dunia yang lebih besar. Biarlah dunia datang merangkak kepada kita. Jika Allah Ta'ala kayakan kita, itu merupakan akibat. Bukan tujuan. Setidaknya sekedar sebagai wasilah, sehingga kerinduan terbesar kita adalah amal shalih.
Sejenak mari kita renungi hadis Nabi ﷺ:
Seseorang yang menjadikan dunia sebagai passion, boleh jadi Allah Ta'ala berikan kekayaan yang berlimpah, tetapi justru dialah orang yang paling takut berkurang hartanya dan jatuh miskin. Harta terus bertambah, tetapi kebahagiaan semakin berkurang, meski ia banyak bersenang-senang dengan beragam hiburan dan kemewahan. Sangat berbeda antara bersenang-senang dengan bahagia. Bukankah banyak orang yang pekerjaannya menghibur, hidup dalam gemerlap, tapi hatinya justru gelap dan jauh dari bahagia.
Banyak hal yang perlu kita renungkan untuk hidup kita. Saya hanya mampu menghadirkan renungan singkat. Semoga Allah Ta'ala senantiasa limpahkan hidayah kepada kita sehingga selalu hidup di jalan-Nya. Semoga akhir hidup kita adalah saat yang terbaik. Masa ketika kita benar-benar berserah diri hanya kepada Allah Ta'ala. Allah Ta'ala ridha kepada kita dan kita pun ridha kepada-Nya.
Wallahu a'lam bish-shawab. Ingatkan saya. Do'akan saya.
Mohammad Fauzil Adhim
Masa Belajar
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Sementara itu Thomas pun terus memikirkan keamanan benteng Budehuc pasca pasukan Grassland memilih mundur. Thomas pun lega melihat perkembangan hari demi hari bahwa pengungsi Grassland dan Zexen lambat laun makin menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Sementara itu Caesar Silverberg terus menghabiskan waktunya diperpustakaan untuk memperhitungkan dan menerka setiap siasat yang akan dilakukannya atau yang tengah musuh lakukan. Ernie pun membantu mencari segala hal yang berhubungan dengan rune yang tengah jadi incaran Luc. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 10, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).
Mendapat Cinta Allah dan Manusia
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Maka beliau pun berkata : Yang mendekatkan engkau kepada Allah adalah meminta kepada-Nya. Yang mendekatkanmu kepada manusia adalah tidak meminta kepada mereka.
Syaikh Khalid Ibrahim Ash-Sha'qaby, da'i di kementrian pendidikan dan pengajaran KSA. 12/8/2016 (Twitter : @KhaledAlSaqaby) - Twit Ulama
Thursday, December 15, 2016
Rindu
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta
web : mahadumar.id
twitter, instagram, dan telegram : @mubk_jogja
BBM : 595F4CAC
Sang Jubir Amirul Mukminin
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
"Hal apa yang menyebabkan kalian menaruh dendam terhadap amirul mukminin Ali bin Abi Thalib?", tanya Ibnu Abbas.
"Ada 3 hal yang menyebabkan kebencian kami padanya : Pertama; dalam agama Allah ia bertahkim kepada manusia, padahal Allah berfirman : "Tak ada hukum kecuali bagi Allah ....!" (karena amirul mukminin Ali bin Abi Thalib menerima dan mematuhi keputusan 2 orang perunding yang mewakilinya dan mewakili Mu'awiyah); Kedua; ia berperang, tapi tidak menawan pihak musuh dan tidak pula mengambil harta rampasan (sebab tentara Mu'awiyah yang tertawan dibebaskan kembali dan kekayaaannya tidak dirampas). Ketiga; waktu bertahkim, ia rela menanggalkan sifat amirul mukminin dari dirinya mengabulkan tuntutan lawan (waktu mengadakan perundingan Mu'awiyah minta supaya Ali bin Abi Thalib tidak menggunakan amirul mukminin, Ali menerima demi menghentikan pertumpahan darah kaum Muslimin)," ujar utusan kaum Khawarij.
Ibnu 'Abbas satu persatu mematahkan khayalan mereka :
"Tentang bertahkim kepada manusia dalam agama Allah, maka apa salahnya ....? Bukankah Allah ta'ala berfirman : "Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamian membunuh binatang buruan, sewaktu kalian dalam ihram ! Barangsiapa di antara kalian yang membunuhnya dengan sengaja, maka hendaklah ia membayar denda berupa binatang ternak yang sebanding dengan hewan yang dibunuhnya itu, yang untuk menetapkannya diputuskan oleh dua orang yang adil di antara kalian sebagai hakimnya ....!" (TQS. Al-Maidah (5) : 95).
"Tentang menawan dan merebut harta rampasan, apakah tuan-tuan menghendaki agar ia mengambil 'Aisyah istri Rasulullah ﷺ dan ummul mukminin sebagai tawanan? dan pakaian berkabungnya sebagai barang rampasan perang ....?"
"Tentang menanggalkan sifat amirul mukminin, dengarlah, apa yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ pada hari Hudaibiyah berbeda dengan apa yang dilakukan Ali bin Abi Thalib. Saat itu utusan Quraisy menghendaki penghilangan tulisan Rasulullah, dan Rasulullah pun meluluskan permintaan kaum Quraisy. Dan ingat Rasulullah ﷺ berkata kepada mereka : "Demi Allah, sesungguhnya saya ini Rasulullah walaupun kamu tak hendak mengakuinya....!"
Jawaban yang menakjubkan dari Ibnu 'Abbas, dan belum lagi tukar pikiran selesai 20.000 orang langsung menarik diri dari memusuhi amirul mukminin Ali bin Abi Thalib.
---------------------------
Tinggalkan Dusta dalam Candaan
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Kebiasaan berdusta dalam candaan adalah kebiasan yang mengasyikan akan tetapi merupakan kebiasaan yang buruk, seseorang hendaknya meninggalkan kebiasaan tersebut karena Allah, dan berusaha kreatif dalam bercanda yang bersih dari dusta.
Firanda Andirja; 3 Februari 2015 M, pukul 12 : 26 WIB.
Murtad? Sia-sia Amalanmu!
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
QS. 2 : 218. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad pada jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Dan siapa yang sudi bersabung nyawa melaksanakan kehendak Tuhan, maka mereka telah mencapai tiga tingkat dari akidah kepercayaan kepada Tuhan. Pertama; mereka telah menyatakan kepercayaan kepada Tuhan dan Rasul-Nya, mereka tidak lagi menyembah kepada selain Allah. Ketika Rasul mengajak berhijrah meninggalkan negeri tempat mereka dilahirkan, meninggalkan harta benda yang dimiliki, dan rela melarat di negeri yang baru demi mempertahankan iman kepada Allah. Kedua; datang perintah berjihad, berperang mempertahankan agama Allah, merekapun berperang. Ketiga; sebab hidup atau mati seorang beriman dalam jihad menegakkan agama Allah hanya satu pengharapan, rahmat Allah, cinta kasih Allah. Sebab Allah Maha Pengampun. Dan disayangilah mereka, karena tenaga mereka telah diberikan untuk menegakkan sabilillah.
Bibliography :
Asbabun Nuzul, KH Qomaruddin, Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Cetakan ke-5, 1985, halaman 71 - 72.
Tafsir Al-Azhar Juzu' 2, Prof Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Hamka), Penerbit PT. Pustaka Panjimas Jakarta, cetakan September 1987, halaman 182 - 185.
Al Qur'an Terjemahan Indonesia, Tim DISBINTALAD (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam dan Drs. H.A. Faruq Nasution); Penerbit P.T. Sari Agung Jakarta, cetakan ke tujuh 1994, halaman 61 - 62.
Karena Senyum Itu Menenangkan
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
“Ibnu Qudamah rahimahullah hampir tidak pernah berdebat dengan seseorang kecuali beliau dalam keadaan tersenyum, sampai orang-orang berkata: Syaikh ini membunuh musuhnya dengan senyumannya - Thabaqaat Hanabilah 1/238
Dr. Ahmad bin Hamd Jailani, Murid Syaikh Ibnu Baz, da’i Badan Penanggulangan Teroris Saudi, pernah ke Indonesia Januari 2013. (Twitter : @ahmedjelin) - Twit Ulama
Wednesday, December 14, 2016
Makruh Memakai Sandal atau Sepatu Sambil Berdiri
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 500.
Durhaka Kepada Orang Tua Adalah Dosa Besar
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Bahkan durhaka kepada orang tua adalah dosa besar. Ini secara tegas dinyatakan oleh Rasulullah ﷺ :
Dalam hadits Nafi’ bin Al Harits Ats Tsaqafi, Nabi ﷺ bersabda :
Ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkali-kali memperingatkan para sahabat mengenai besarnya dosa durhaka kepada orang tua. Subhaanallah!.
Dan perhatikan, sebagaimana perintah untuk birrul walidain disebutkan setelah perintah untuk bertauhid, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36). Maka di hadits ini dosa durhaka kepada orang tua juga disebutkan setelah dosa syirik. Ini menunjukkan betapa besar dan fatalnya dosa durhaka kepada orang tua.
Namun perlu di ketahui, sebagaimana dosa syirik itu bertingkat-tingkat, dosa maksiat juga bertingkat-tingkat, maka dosa durhaka kepada orang tua juga bertingkat-tingkat.
Durhaka kepada ibu, lebih besar lagi dosanya
Sebagaimana kita ketahui dari dalil-dalil bahwa berbuat baik kepada ibu lebih diutamakan daripada kepada ayah, maka demikian juga durhaka kepada ibu lebih besar dosanya. Selain itu, ibu adalah seorang wanita, yang ia secara tabi’at adalah manusia yang lemah. Sedangkan memberikan gangguan kepada orang yang lemah itu hukuman dan dosanya lebih besar dari orang biasa atau orang yang kuat.
Oleh karena itu Nabi ﷺ bersabda :
Wallahu ‘alam bis shawab.
Referensi: Fiqhul Ta’amul ma’al Walidain, Syaikh Musthofa Al ‘Adawi
Penyusun: Yulian Purnama
Copas dari artikel Muslim.or.id
Manisnya Perjalanan Menuntut Ilmu
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Prof. Dr. Abdul Aziz ar-Rasyid, Guru Besar Kedokteran Anak. 8/8/2016 (Twitter : @aziz_rashed13) - Twit Ulama
Tuesday, December 13, 2016
Mencintai Allah dengan Al – Qur’an
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
dr. Khalid al-Jubair, Da’i di Kuwait. Beliau juga dokter spesialis jantung. (Twitter : @Khalid_Aljubair) - Twit Ulama
Monday, December 12, 2016
Makruh Berjalan dengan Satu Sandal
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Abu Hurairah r.a. berkata : Sava telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda : Jika putus tali sandal salah satu daripada kamu, maka janganlah berjalan dengan sandal sebelah saja, hingga dibetulkan yang lain. (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 500.
Wasiat Rasul
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
- berpuasa 3 hari setiap tengah bulan
- mengerjakan 2 rakaat shalat di waktu dhuha
- shalat witir sebelum aku tidur” (Muttafaqun ‘alaih)
Sunday, December 11, 2016
Kebaikan dari Allah
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Dalam ayat ini,seolah-olah kitalah yang berbuat baik kemudian Allah pun memberikan sebaik-baik balasan kepada kita, padahal Ihsan (kebaikan) itu hanya milik Allah semata.
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. 22/3/2016 (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama
Saturday, December 10, 2016
Bertemu Teman Lama
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Setelah melaporkan pada Thomas, akhirnya Thomas pun meminta Sebastian untuk mempersiapkan segenap penyambutan untuk kedatangan pasukan Grassland. Tak berapa lama pasukan Grassland pun tiba, Lucia mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas penyambutan dan penampungan para pengungsi Grassland.
Teman lama pun kembali ber-reuni; Thomas, Hugo dan Caesar.
Beberapa hari kemudian pasukan Zexen dengan 6 Ksatria-nya pun diundang Thomas, bersama para petinggi Grassland mereka akan dipertemukan dengan sang buronan Harmonia, Jendral Sasarai. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).
Makruh Menyentuh Kemaluan dan Cebok dengan Tangan Kanan
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 499.
Sifat Allah
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
- Indrawi: dari Allah-lah semua cahaya yang ada di alam ini,
- Maknawi: itulah yang ada di hati para Nabi dan wali-wali-Nya" – Imam Ibnu Sa’di
Friday, December 9, 2016
Festival Budehuc
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Meski begitu ada saja orang yang hadir dengan segala macam pertanyaan, Lilly Pendragon. Wanita bangsawan ini terus mencari-cari keberadaan Pahlawan Api.
Malam hari selepas festival, Thomas meminta pendapat Cecile tentang jalannya festival yang sudah berlangsung. Cecile membesarkan semangat Thomas bahwa festival berjalan baik, tetapi jika yang dimaksud tujuan mempersatukan Grassland dan Zexen masih panjang waktunya, karena pertengkaran mereka pun tidak terjadi hanya sehari saja, sudah bertahun-tahun. Butuh waktu untuk merubah, meski perlahan-lahan. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).
Peneguh Hati di Zaman Fitnah
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
- Al-Qur'an : “demikianlah Al-Qur'an itu kami jadikan untuk meneguhkan hatimu” (QS. al-Furqon : 32)
- Membaca kisah-kisah para Nabi: Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu (QS. Hud : 120)
- Mengamalkan Ilmu: Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), (QS. An-Nisaa : 66)
- Doa: Sesungguhnya Rasul memperbanyak baca do'a ini: Yaa muqallibal quluub tsabbit qalbii ala diinik (Wahai yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkan lah hatiku diatas agama-Mu)
Thursday, December 8, 2016
Larangan Mencabut Uban
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 498.
Mihnah wa Minhah
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
"Jika kenikmatan membuatmu semakin dekat kepada Allah, maka ketahuilah bahwa itu anugerah (minhah). Jika kenikmatan malah membuatmu samakin jauh dari Allah, maka itu musibah (mihnan)."
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta
Menafkahi dengan Khairin
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Menurut riwayat lain yang bersumber dari Abi Hayyan bahwa Umar bin al-Jamuh bertanya kepada Nabi ﷺ : "Apa yang mesti kami infaqkan, dan kepada siapa diberikannya?" Sebagai jawabannya turunlah ayat tersebut diatas (QS. 2 : 215). (HR. Ibnul Mundzir).
Bila dipersambungkan dengan ayat menyuruh berzakat bila nisab dan haul telah sampai, ditambah lagi dengan berwasiat harta, dapatlah digambarkan bentuk tokoh seorang Mukmin yang bertakwa.
Bibliography :
Asbabun Nuzul, KH Qomaruddin, Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Cetakan ke-5, 1985, halaman 70.
Tafsir Al-Azhar Juzu' 2, Prof Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Hamka), Penerbit PT. Pustaka Panjimas Jakarta, cetakan September 1987, halaman 176 - 178.
Al Qur'an Terjemahan Indonesia, Tim DISBINTALAD (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam dan Drs. H.A. Faruq Nasution); Penerbit P.T. Sari Agung Jakarta, cetakan ke tujuh 1994, halaman 60.
Mohon Tetap Mendirikan Sholat serta Do'anya Diterima
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Pedoman Dzikir dan Do'a, Prof. DR. T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Penerbit Bulan Bintang Jakarta, Cetakan Kesepuluh 1987, halaman 362.
Jangan Marah!
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Syaikh. Prof. Dr. Ahmad al-Batiliy Profesor bidang Ilmu Sunnah di Universitas Al-Imam, Riyadh. (Twitter : @DrAhmadAlbatli) - Twit Ulama
Wednesday, December 7, 2016
Orangtua Yang Bertanggung-jawab
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Orang tua adalah orang yang paling bertanggung jawab dengan akhlak dan perilaku anaknya. Yahudi atau Nasrani anaknya tergantung dari orang tuanya, pembinaan dari orang tua adalah faktor terpenting dalam memperbaiki dan membentuk generasi yang baik. (Salman Al-Jugjawy).
Hubungan Yang Tidak Akan Selesai
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Dr. Umar Al-Muqbil, dosen hadits di Fakultas Syari’ah Universitas Al-Qashim, Wakil Ketua di Lembaga Ilmiah untuk Studi Al-Qur’an, Saudi Arabia. 17/4/2016 (Twitter : @dr_almuqbil) - Twit Ulama
Tuesday, December 6, 2016
Haram Menyambung Rambut (Cemara) Dan Membuat Tahi Lalat Palsu Dan Pangur Gigi
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 497.
Bila Hati Terasa Hampa
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
- kosong dari petunjuk,
- turun semangat berbuat kebaikan,
- keras karena lalai dan tergelincir.
Dr. Khalid Al-Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al-Qashim, sekaligus menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. 2/3/2016 (Twitter : @Dr_almosleh) - Twit Ulama
Monday, December 5, 2016
Dengan Ujian
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi, Ulama yang juga menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi. 9/8/2016 (Twitter : @abdulaziztarefe) - Twit Ulama
Sunday, December 4, 2016
Haram Menyambung Rambut (Cemara) Dan Membuat Tahi Lalat Palsu
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 497.
Allah Maha Mengetahui
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Dr. Ahmad bin Hamd Jailani, Murid Syaikh Ibnu Baz, da’i Badan Penanggulangan Teroris Saudi, pernah ke Indonesia Januari 2013 (Twitter : @ahmedjelin) - Twit Ulama
Saturday, December 3, 2016
Persiapan Festival Budehuc
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Siang hari Thomas mengadakan sebuah rapat kecil dengan dihadiri nenek Sana', Apple dan beberapa perwakilan pengungsi untuk membuat aturan dalam wilayah benteng Budehuc. Rapat itu memutuskan bahwa dilarang membawa senjata dalam lingkungan benteng, jika meninggalkan area benteng harus ijin dan tidak boleh melakukan kekerasan. Sebagai pemilik benteng Thomas memberikan sangsi bagi para pelanggar.
Meski dengan berat hati mereka yang mengungsi di benteng pun menyerahkan semua senjatanya untuk diamankan.
Malam harinya, Thomas mengajak makan malam bersama penghuni benteng terdahulu Eike dan yang lain untuk membicarakan cara terbaik mendamaikan pengungsi Grassland dan Zexen. Dan Cecile mengusulkan dibuatkan Festival Rakyat, yang akan digelar aneka pertunjukan dan makanan. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).
Wasiat Agung Nan Singkat
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Dr. Ahmad Isa al-Mu'sharawi, ketua lajnah tashih al-Quran di al-Azhar, Doktor ilmu hadits Universitas al-Azhar, Mesir. (Twitter : @elmasrw) - Twit Ulama
Friday, December 2, 2016
Mundur ke Benteng Budehuc
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Di tengah pertempuran Yuber dan Dupa bertarung one by one. Dari arah udara Futch, Sharon dan Bright mencoba menyerang Luc. Tetapi gagal. Tiba-tiba angin berputar-putar diatas medan pertempuran. Belum sempat pasukan yang bertarung mengetahui penyebabnya, seketika itu langit sudah dihiasi dengan titik-titik hitam yang berdengung, pasukan serangga pun tiba, menjadi pasukan tambahan bagi Grassland.
Disaat peristiwa keterkejutan yang beruntun itu Hugo akhirnya mampu mendekati Luc, mereka pun bertarung one by one.
Luc mencoba menghipnotis Hugo agar mengikuti kemauannya, tetapi Fubar segera memecahkan upaya Luc. Dan pertarungan pun terus berlangsung hingga Lucia meminta pasukan Grassland mundur ke benteng Budehuc. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).
Haram Menyambung Rambut (Cemara) (2)
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 496-497.
Tidak Akan Tegak Dunia dan Agama Seseorang
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Dr. Ahmad Isa al-Mu'sharawi, ketua lajnah tashih al-Quran di al-Azhar, Doktor ilmu hadits Universitas al-Azhar, Mesir. (Twitter : @elmasrw) - Twit Ulama
Thursday, December 1, 2016
Miskin Tapi Kaya
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
"Jika engkau memiliki hati yang selalu qona'ah …
maka sesungguhnya engkau sama seperti raja dunia"
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta
web : mahadumar.id
twitter, instagram, dan telegram : @mubk_jogja
BBM : 595F4CAC
Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Terbayang lagi respon yang saya terima nantinya? dimarahi? diamuk? diusir? Bagaimanapun juga ini prinsip aqidah yang harus sampai. Benar saja, orangtua saya tentu tidak terima, dengan perdebatan alot 3 hari akhirnya ke-Islam-an saya bisa mendapat tempat. Saat itu ayah saya berucap; "Papi tidak bisa melarang kamu Muslim, tapi papi juga tidak bisa menerima kamu Muslim".
Sementara isak tangis ibu saya menjadi latar diskusi alot kita sepanjang 3 hari. Hati anak mana yang tak sedih melihat airmata ibunya? Tapi sekali lagi ini adalah aqidah yang tidak bisa ditawar. Saya menguatkan hati sambil mengingat perjuangan Saad bin Abi Waqqash. Saya hanya berharap pada Allah bila saya bertahan dengan aqidah ini, Allah memperkenankan suatu saat kelak ayah-ibu saya Muslim. Namun ada hal yang benar-benar sulit mereka terima, "Mengapa juga tidak boleh hanya sekadar mengucap Natal atau ikut merayakan?". Saya pahami cara pikir orangtua saya tentu tidak sama dengan apa yang saya pahami, menjelaskan prinsip aqidah bukan mudah. Bagi mereka "Selamat Natal" itu cuma sekedar ucapan, bagi saya kata-kata "cuma" itu seringkali hasutan setan yang paling laris manis. Walau "cuma" ucapan selamat, saya tidak ingin mengingkari keyakinan utama, bahwa Allah itu satu dan tiada yang bersekutu dengan-Nya.
Dengan berat hati dan kelu lidah karena beratnya amanah ini, saya mencoba menjelaskan pada kedua orangtua saya.
"Dan salam dilimpahkan kepadaku, pada hari aku lahir, pada hari aku wafat dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". (QS. 19 : 33).
"Kami menghormati Isa sebagaimana kami memuliakan ibunya, juga keluarga Imran, Daud, Musa, dan Ibrahim".
"Sulit kami merayakan atau mengucapkan yang dianggap sebagai hari lahir (natal) Tuhan Yesus (Isa), tidak mampu kami menyelesihi Isa".
Sedang Isa bin Maryam berpesan; "Sungguh aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku Nabi" (QS. 19 : 30).
Amanah sudah kami sampaikan bahwa kami tidak bisa ikuti perayaan Natal, tidak juga mengucap selamat pada satu hal yang batil. Kami mengakui dan memberi salam pada kelahiran Isa Ibnu Maryam Sang Nabi yang disucikan, bukan salam pada hari kelahiran Tuhan. Begitulah saya jelaskan dengan baik, dengan perkataan lembut lagi menghormati kedua orangtua sebagaimana perintah Allah.
Alhamdulillah, sampai saat ini mereka memahami dengan baik, bahwa toleransi Muslim adalah membiarkan perayaan mereka.
Alhamdulillah pula mereka melihat perubahan saya setelah menjadi Muslim, yang tentu lebih menghargai, menyayangi, menghormati orangtua. Tiada kebencian pada orang selain Islam, justru karena sayang kita ingin mengajak mereka menuju cahaya Islam, termasuk orangtua saya. Tidak pernah hubungan saya-ayah, saya-ibu lebih baik dari hari ini, bercanda bergurau, berkisah, tak pernah ada ini sebelum Muslim.
Islam mengajarkan saya menghormati dan memuliakan orangtua sepenuh jiwa, maka tak pernah ada cerita mereka protes tentang toleransi. Karena orangtua saya tahu persis hanya karena Islam saya bisa berkasih dengan mereka, Allah yang ajarkan saya menyayangi kedua orangtua.
Alhamdulillah, Allah memudahkan saya menjaga aqidah saya, bukan terombang-ambing tak jelas atas alasan toleransi. Bila kita selalu baik pergaulannya setiap saat pada saudara kita non-Muslim, tidak mengucap Natal tak menjadi soalan dan masalah.
Alhamdulillah Allah sudah menunjuki kita Islam, mudah-mudahan kita selalu menjaganya. Wallahua'lam.
Ustadz Felix Siauw; 21 Desember 2013.
Baca Juga :
Tentang Mengucapkan Selamat Hari Raya Agama Lain?
Toleransi itu menghormati bukan mengikuti, "bagimu agamamu, bagiku agamaku"
Istiqomahlah
Di posting Oleh Fukuyama Masandhy
Dr. Muhammad Majdu’ asy-Syahri pengasuh situs aefaf.com penasihat masalah rumah tangga. (Twitter : @mmajdo) - Twit Ulama




