Wednesday, September 28, 2016

Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi di Desa Ranupani Gunung Semeru

Ranukumbolo (sumber: dokumen pribadi)

Indonesia merupakan suatu bangsa yang memiliki beragam budaya, bahasa, serta kekayaan alam yang dimilikinya. Tidak asing lagi apabila banyak turis dari luar Indonesia yang banyak berkunjung ke negeri kita dengan menikmati kekayaan alam yang indah ini. Bukan hanya turis saja, tentunya warga Indonesia juga lebih menikmati keindahan Indonesia ini. Dan yang kekayaan alam di Indonesia yang sekarang ini masih menjadi trending topic adalah Mendaki Gunung. Sekarang banyak banget gunung-gunung di Indonesia yang dibanjiri para pendaki dari berbagai macam daerah. Seperti gunung prau, gunung slamet, gunung merbabu, gunung semeru, gunung rinjani dan lain-lain. Mendaki gunung perlu adanya pembekalan yang lengkap dan fisik yang harus sudah siap. Salah satunya gunung semeru yang setiap harinya didatangi oleh para pendaki dari berbagai kota.



Perlengkapan yang harus dibawa ketika naik gunung
(Sumber: https://theclumsyduck.files.wordpress.com)
Membicarakan tentang perlengkapan di gunung memang seharusnya benar-benar memenuhi standart kriteria perbekalan. Salah satu gunung di Indonesia yaitu Gunung Semeru menegaskan kepada para pendaki tentang adanya persiapan yang matang dan diberikan briefing selama kurang lebih 45 menit sebelum pendakian dimulai. Banyak sekali korban yang masih menghiraukan dirinya sendiri untuk membawa perlengkapan yang memenuhi kriteria pendakian, seperti kejadian Hypothermia dikarenakan tidak membawa sleeping bag dan jaket tebal, tidak membawa peralatan P3K karena untuk mejaga-jaga bila terjadi kecelakaan di gunung, kurangnya perbekalan logistik dan lain-lain.


Berhubung saya sebagai travel blogger dengan mengusung tema #KitaIndonesia Kali ini membahas Gunung Semeru yang sudah tidak asing di telinga para pendaki dan kalangan umum. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau jawa dengan ketinggian 3676 mdpl. Pendakian gunung semeru hanya diperbolehkan pada 1 jalur akses utama saja yaitu Ranupani yang berlokasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Keindahan gunung semeru memang tiada duanya seperti menikmati indahnya Ranu Kumbolo, menikmati padang savanna yang hijau, dan sunrise dari puncak mahameru yang begitu membuat kagum para pendaki.

Indahnya RanuKumbolo dari Tanjakan Cinta
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Kebetulan saya bersama rombongan tim pendakian dari Semarang pada tanggal 26-31 Agustus 2016 telah berhasil menggapai puncak mahameru 3676 mdpl tentunya banyak hikmah yang didapatkan dari pendakian tersebut. Untuk perjalanan pendakian gunung semeru mungkin sudah banyak mengshare lebih lengkap perjalanannya dari titik point awal sampai akhir perjalanan.
Dari basecamp ranupani sebagai start pendakian gunung semeru ini nampaknya sudah semakin maju perkembangan teknologi komunikasinya dengan memberikan fasilitas wifi gratis. Tentunya membuat proses komunikasi maupun wawasan bagi warga masyarakat Ranupani ini menjadi lebih tahu akan adanya informasi yang berkembang saat ini. Hal ini juga membuat tim Saver (Sahabat Volunteer Semeru) ini menjadikan wifi sebagai alat komunikasi berupa internet yang menjadikan bahan perkembangan kepada pihak luar sebagai pelaporan informasi. 

(Sumber: Dokumen Pribadi)


Namun ada salah satu kelemahan pada bagian teknologi komunikasi ini yaitu minimnya sinyal GSM di kawasan Ranupani. Sampai saat ini, di desa Ranupani hanya memegang 1 operator saja yang membuat kehilangan sinyal bagi para pendaki yang berbeda operator.
Seperti halnya gunung-gunung lain, minimnya sinyal ini menjadikan minoritas teknologi komunikasi dan informasi. Mungkin sebagian orang beranggapan negative dikarenakan di gunung kita tidak perlu untuk membuka internet hanya untuk sekedar update status, upload foto ketika sedang di gunung, bahkan yang sedang hits saat ini snapchat dan instagram stories. Sedangkan jika kita mengkaji lebih dalam pentingnya teknologi komunikasi dan informasi saat ini apabila diterapkan di gunung-gunung Indonesia dapat meminimalkan kejadian pendaki-pendaki yang tersesat di gunung. Makin banyaknya angka kejadian hilangnya pendaki yang tersesat dikarenakan kelalaian, kecerobahan, faktor cuaca, dan kesadaran individu. Seperti contoh yang terjadi pada gunung semeru di tahun 2016 yaitu hilangnya pendaki yang berasal dari Swiss yang sampai sekarang belum ditemukan meskipun Tim SAR sudah berupaya keras melakukan pencarian, lebih dari 50 orang yang terlibat dalam pencarian itu.

(Sumber: lensaindonesia.com)


Teknologi komunikasi ini mempunyai peranan yang sangat penting untuk mendukung berkembangnya Negara Indonesia ini. Minimnya sinyal operator membuat para pendaki menjadi susah untuk berinteraksi kepada tim saver apabila sedang tersesat maupun sedang mengalami kondisi disaat pendakian. Keberadaan sinyal di ranupani ini hanya sampai pos 1 dan 2 saja. Setelah melewati pos 2 sinyal kemudian menghilang, sehingga apabila terjadi kondisi darurat para pendaki harus turun mencari pertolongan.

Dari kejadian ini bisa didapatkan kesimpulan bahwa teknologi komunikasi dan informasi ini harus memiliki jaringan yang luas terutama bagi gunung-gunung di Indonesia, mengingat bertambahnya para pendaki yang berkunjung. Teknologi komunikasi dan informasi yang luas dapat membangun perekonomian dan memperbaiki kehidupan sosial masyarakat di Indonesia. 

Yuk tonton video pendakian gunung semeru saya di channel YouTube saya :


Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition bertemakan "Membangun Indonesia melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi." yang diselenggarakan oleh Rumah Blogger Indonesia dan bekerja sama dengan PT. XL Axiata TBK

Friday, September 23, 2016

Pesona Jawa Tengah : Double Summit Gunung Merapi dan Gunung Andong




Tak asing lagi mendengar gunung merapi yang gagah dan megah apabila dipandang dari jauh maupun dekat. Gunung merapi memiliki ketinggian 2913 mdpl. Puncak yang ketinggiannya selalu berubah ubah seiring perkembangan dari letusan erupsi dari gunung merapi ini. Untuk mencapai puncak merapi ini hanya ada satu jalur yang umum dan resmi didaki oleh kalangan yaitu basecamp new selo yang berlokasi di boyolali.

Pendakian kami dimulai dari Kota Semarang tanggal 14 mei 2015. Sudah cukup lama pendakian kami yang awalnya hanya berencana untuk mendaki satu gunung saja yaitu gunung Merapi. Tetapi ide itu muncul ketika turun dari basecamp.
Malam harinya kami registrasi terlebih dahulu di basecamp new selo dan bermalam di depan Tulisan New Selo tidak jauh dari basecamp. Biaya registrasi Taman Nasional Gunung Merapi ini Rp 15.000. kami membuat tenda untuk beristirahat karena keesokan harinya kami akan start trekking.


Merbabu menyambut dinginnya pagi itu di New Selo tempat tenda kami. Sun risenya pun tidak kalah cantik meskipun hanya berada di New Selo.

Sunrise di New Selo



NEW SELO - POS 1
Pukul 07.00 kami start pendakian. Trek sepanjang New Selo ke gerbang masuk didominasi perkebunan warga local. Pukul 07.40 kami sampai di Gerbang Selamat Datang di Taman Nasional Gunung Merapi yang berada di ketinggian 2072 mdpl. Di setiap pos terdapat tempat peristirahatan untuk pada pendaki. Banyak juga pendaki yang merencanakan untuk Pendakian Tek-Tok tanpa ngecamp jadi langsung turun jika sudah sampai puncak. Tidak berlama lama kami melanjutkan perjalanannya kembali. Jalur trekking dari Gerbang TNGM ke Pos 1 mayoritas hampir sama. Di estimasi waktu dari Gerbang TNGM ke POS 1 membutuhkan waktu 45 menit saja. 

POS 1 - POS 2
Sampai juga di POS 1 atau dinamakan Watu Belah pada pukul 09.48. Banyak pendaki yang berhenti break di pos 1 dan banyak juga yang meluangkan waktu breaknya untuk membuang air besar maupun kecil sampai antri hahahaa. Dari pos 1 sudah terlihat puncak gunung merapi. tak berlama lama kami melanjutkan. Sepanjang pos 1 ke pos 2 sudah mulai terdapat beberapa batu besar pada jalur trekking.  Jalur lebih berat karena sudah bertekstruk batu batu.

POS 2 - POS 3
Pukul 11.44 kami sampai di POS 2 yang berada diketinggian 2534 mdpl. Sudah banyak yang mendirikan tenda di POS 2. Akan tetapi kami berencana untuk mendirikan tenda sebelum pasar bubrah. Break dulu karena memasuki waktu dzuhur. Dari POS 2 ke pasar bubrah sudah lumayan dekat dan sudah terlihat dengan jelas dari sini.



Ternyata sudah banyak yang mendirikan tenda di sekitaran sebelum pasar bubrah. Dan akhirnya kami menemukan campsite yang cocok untuk bikin 2 tenda yang berhadapan. Sekitar pukul 13.30 kami memulai mendirikan frame demi frame dan memasukan pasak demi pasak untuk tenda kami.
Tempat camp kami adalah favorit banget deh cocok banget dan tidak terlalu jauh juga dari puncak saat summit besok pagi. Recommended dari saya sih mending bikin camp sebelum Pasar Bubrah karena masih terdapat beberapa pohon yang melindungi dari angin dan badai. Kebayang kalau bikin camp di Pasar Bubrah yang tidak ada pelindung sama sekali dan beralaskan pasir.

Mendirikan Tenda Sebelum Pasar Bubrah

Malam hari kami beristirahat sambil meneduhkan kopi panas dan membuat mie instan yang menjadi andalan pendaki untuk makan.

Summit attack!
Yup kami mulai summit jam 4 pagi karena untuk menuju puncak membutuhkan waktu 2 jam dari tempat camp kami. Timing kami mudah mudahan tepat. Sampai di pasar bubrah kalau dalam keadaan gelap memang membingungkan karena pasar bubrah luas banget. Banyak pendaki dari luar Indonesia yang tidur di Pasar Bubrah tanpa menggunakan tenda. WOW! Mungkin karena sudah terbiasa dengan udara dingin para bule bule ini.
Track menuju puncak gunung merapi memang sangatlah susah, kaki maju 1 langkah turun 2 langkah. Selalu berhati hati karena longsoran batu bisa terjadi kapan saja.



Summit dengan trek berpasir dan berbatu

SUNRISE! Amazing moment saat mendaki menuju puncak merapi yang bertekstur pasir matahari perlahan menyambut kami. Lautan awan juga menjadi view ter-amazing bagi kami.
Finaly Peak of Mount Merapi! perjuangan yang tidak mudah mendaki gunung merapi. kawahnya benar benar membuat kami merinding sesekali. Tidak lupa kami mengabadikan momen terbaik di puncak gunung merapi ini.


Kawah Aktif Gunung Merapi

Merapi tak pernah ingkar Janji

  
Puas banget menikmati indahnya anugerah tuhan ini kami turun dari puncak gunung merapi. untuk turun dari puncak membutuhkan waktu yang cepat dibandingkan dengan saat naik. Kami menikmati banget “sand-boarding”  mantap banget sampai kami membuat video saat adit jatuh terpeleset saat turun hahaha. But tetep hati hati yaa soalnya banyak pendaki yang sedang naik.

Pasar Bubrah


Just info saja, sekarang pendakian gunung merapi hanya diperbolehkan sampai pasar bubrah apabila ada yang sengaja naik ke puncak gunung merapi akan dikenakan sanksi oleh pihak TNGM. Ada CCTVnya loh jadi taatilah peraturan tersebut.
Sampai juga di campsite kami, saatnya makan – makan! Menu kami di gunung merapi ini adalah Soup, Mie goring, dan NASI GOSONG! Bisa gosong karena masak nasi bukan di tempat yang bener jadinya gosong deh hahaha but tetep enak kok soalnya perut sudah laper banget. Semua makanan di gunung tetap nikmat bagaimanapun hasilnya asalkan kebersamaannya.

Makan di gunung seadanya. Mie Goreng adalah menu wajib!



Nasi Gosong Tetap Nikmat

Setelah makan kami berpacking untuk turun ke basecamp.  Waktu turun kami cepet banget hanya membutuhkan waktu 3-4 jam saja sudah sampai ke basecamp. Pokoknya merapi mantap!
Mengingat kejadian di puncak gunung merapi ini yang menjadi korban yaitu Alm. Eri Yunanto mahasiswa dari Universitas Atma Jaya yogjakarta. Kami mungkin tidak menemuinya disaat rombongan eri naik tapi kami dapat berita ini setelah kami turun sampai basecamp.
Sampai di New Selo kami beristirahat dulu sebelum pulang ke kota tercinta kami semarang.
Nah dari sini nih saat kami sudah sampai di kota Salatiga terpikirkan untuk melanjutkan pendakian lagi. Rencana mau ke GUNUNG SINDORO tapi kondisi fisik banyak sudah melemah akhirnya kami memutuskan ke Gunung Andong hanya 4 orang saja ( Nisa, Aji, Budi, Wahyu) yang lain langsung pulang ke semarang karena ada urusan.
Tancap gas ke Basecamp Andong! Gunung andong ini memiliki ketinggian 1726 mdpl dan sering disebut punggung sapi karena bentuknya seperti punggung sapi. Kami sempat bingung lokasi basecamp andong dimana saat kami telah sampai di daerah kopeng salatiga. Antusian warga di daerah basecamp andong sangatlah ramah sekali. Dari gerbang sebelum menuju ke basecamp andong sudah ada penduduk yang siap mengantarkan kami. Ada beberapa jalur akses pendakian gunung andong tetapi kami memilih untuk ke basecamp ANDONG JAYA.

WELCOME MOUNT ANDONG!
Dan WOW! banyak anak anak kecil menyambut kami. Motor – motor disekitar basecamp sudah banyak sekali dan padat. Sekitaran basecamp andong jaya terdapat beberapa rumah yang dijadikan untuk para pendaki beristirahat atau menginap. Tiket registrasi nya dikenakan Rp 7.000 . murah banget! Pokoknya gunung andong ini is the best deh pengelolaannya. Kami sampai di basecamp andong sekitar pukul 18.30. Menuju puncak andong ini diperkirakan 3 jam. Awal perjalanan didominasikan hutan pinus. Jalurnya tidak begitu terjal dan terdapat sumber mata air tidak jauh dari puncak. Sepanjang pendakian tidak melakukan dokumentasi pada malam hari.

Sampai di puncak andong dan WOW! Banyak sekali pendaki yang sudah mendirikan tenda di sekitaran jalur pendakian. Untungnya kami sampai lebih cepat jadi bisa mendapatkan tempat camp. Dari basecamp andong jaya ke puncak kami hanya berjalan selama 1 jam 15 menit. Terbilang cepat juga walaupun kaki sudah gemeteran.

Pagi harinya cuaca cerah menyambut kita. Dan di puncak andong sudah benar benar ramai sekaliiiiii parah!
Ramai Parah!

Sepanjang jalur puncak dipenuhi oleh tenda-tenda warna-warni bahkan saya sempat menemui pendaki yang sengaja membawa gas LPG 3 kg. Kebayang deh bawanya kayak gimana hahaha dan juga terdapat warung di puncak andong. Dan  View dari puncak andong terlihat jelas Gunung MERAPI, MERBABU, UNGARAN, TELOMOYO, SINDORO, SUMBING.
Alhamdulillah double summit MERAPI-ANDONG TERLAKSANA! 



Beautiful Landscape of Andong

Silahkan cek video amatir perjalanan Double Summit ini : 



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah