Tuesday, February 23, 2016

PUNCAK WRINGIN RUMAH POHON : Kalibiru Jogja versi Desa Panusupan Purbalingga


Sering liat kan di instagram, DP BBM pada pasang foto di rumah pohon? Gausah jauh jauh ke Kalibiru Jogja guys buat yang tinggal di daerah ngapak bisa dateng aja ke Panusupan Purbalingga. Akses menuju ke Desa Panusupan dari Kota Purbalingga sekitar 45 menit.
Rencana ke Panusupan ini sudah di agendakan bareng temen temen adek saya, kami berangkat berempat dengan motor. Start point pemberangkatan kami dari Kalibagor jam 8 pagi, ya lumayanan jauh sih sampai di panusupan sekitar 1 jam.
Awalnya memang benar benar sama sekali tidak tahu arah jalannya menuju ke Panusupan. Yap , kami cuman bermodalkan GPS ( Gunakan Penduduk Sekitar ). Setahu saya sih desa panusupan itu ke arah rembang jadi sampainya di bobotsari langsung nanya aja sama warga sekitar.
Sesampainya di desa Panusupan ada 2 objek yang akan kami pilih antara Puncak Wringin atau Puncak Sendaren. Berhubung penasaran dengan rumah pohonnya kami memilih ke puncak wringin. Antusian warga desa panusupan memang TOP banget bisa mengelola desanya menjadi sebuah desa wisata yang akhir akhir sedang tren banget dikalangan medsos dari mulut ke mulut.
Kami sampai sekitar jam 9.05 . cuman ada 2 motor saja guys, good times banget nih ternyata kami terlalu pagi haha. Untuk tarif parkir motor dikenakan biaya Rp 2000 apabila ingin menitipkan helmnya dikenakan biaya Rp 1000. Banyak sekali warga yang berjualan di sekitar basecamp puncak wringin dari yang jualan mendhoan, bakso, cemilan, air mineral dll. Tiket masuk nya dikenakan biaya Rp 5000/orang. Di basecamp harus mencatat nama, asalnya darimana, dan no hp pada buku registrasi. hampir sama saat melakukan registrasi ke gunung – gunung. Nah antisipasi biar pada ngga buang sampah sembarangan pihak basecamp memberika 1 buah kantong plastik. Salut banget!
Untuk menuju ke Puncak Wringin sekitar 1,5 – 2 jam. Ya semua tergantung fisik dan kondisi aja sih

Pintu Start Pendakian dan Pengecekan Tiket
View Starting Point

Wahana bermain anak anak disediakan secara gratis beserta ban pelampung

Masih disekitaran pintu masuk terdapat aliran air sawah yang dibikin warga.

Lets go deh POS 1! Jalur menuju puncak wringin ini memang langsung diberikan trek yang terjal! Kaga ada bonus bonus landai guys. Tekstur tanah disini seperti tanah liat jadi lumayan licin kalo pas musim hujan.  
Jalur Trek Puncak Wringin Menuju POS 1

Masih sepi loh kalau berangkat jam 9 an. Di pertengahan trek menuju pos 1 kami beristirahat dahulu sejenak. Gila jalurnya memang hampir mirip sama gunung – gunung coy.
Kalo cape berhenti dulu ya bosku

Dari basecamp ke POS 1 kami memakan waktu 30 menit. Agak lama juga ya guys karena tadi saya menyempatkan diri untuk BERAK! Hahahaa kebiasaan banget kalo ndaki gunung wajib untuk berak di awal pendakan.
POS 1 ( Puncak Gunung Cilik )

Yuhuuu POS 1! Nama lain dari POS 1 adalah Gunung Cilik. Sampai sini udah ngos ngosan banget efek lama ga naik gunung dan trek langsung terjal. View dari pos 1 sudah terbilang cukup tinggi guys bisa liat panorama desa panusupan dari atas sini. Tidak berlama lama berisitirahat langsung lanjut deh ke puncak!
STOP VANDALISME! INI ALAM BOS!

VANDALISME! Duh masih wisata baru aja udah pada ngecoret coret sembarangan gini. Inget coy, ini alam bukan kertas yang bisa kalian coret coret sembarangan. Sepanjang perjalanan menuju puncak pada pegangan tangan berupa bambu ini sudah tercemar coret coretan yang tidak bermutu.
Papan Selamat Datang telah Mencapai Puncak Wringin

Alhamdulillah sampai puncak juga. Kami tiba pukul 10.45 setelah melakukan treking yang cukup terjal akhirnya terbayarkan sudah~
Pondok Peristirahatan di Puncak Wringin
Kirain ini warung yang jualan pop mie atau makanan ternyata ini POS untuk beristirahat. Salut salut!
Di Puncak terdapat camp area untuk yang mau bermalaman disini. Tentunya rumah pohon yang dijadikan spot sejuta umat untuk berfoto. Dari atas sini memang enak banget buat tidur guys anginnya emang recommended banget buat santai santai di atas pohon.
Rumah Pohon Puncak Wringin

Selain itu petugas pengelola puncak wringin ini saling mengkontrol kondisi di puncak dan di trek perjalanan. Petugas kontrol di puncak wringin agar pengujung dapat bergantian menikmati rumah pohon. Pengunjung dibatasi 5 menit saja untuk menaiki rumah poho.

Spot Alternatif Berfoto

Setelah puas bersantai ria di rumah pohon kami turun jam 12. Kebayangkan turun jam 12 siang panasnya seperti apa.  Tapi ada bonusnya nih setelah turun dari puncak. Yaitu Curug Luweng Ireng. Cocok banget ya kan abis panas panasan langsung mandi di curugnya.
Gubug Peristirahatan Curug Luweng Ireng

Anak - Anak Kecil yang berasal asli dari daerah Wringin

Curug Paling Bawah dari ketiga curug

Anak - Anak Kecil Penduduk Wringin Berenang sambil bermain air

Sangat disayangkan kami tidak membawa pakaian dalam dan merasa rugi banget kaga bisa bermain air di curug ini. Yaa cuman membasahi rambut dan cuci muka disini aja udah seger banget kebayang kalo sampai mandi. Nah untuk kedalaman curug ini aman aman saja untuk sekedar menikmati derasnya air yang jatuh. Jadi tuh curugnya ada 3 yang tidak bisa terjangkau oleh kami hanyalah curug yang palng atas.
Curug Kedua di Curug Luweng Ireng

Setelah puas menikmati segarnya curug luweng ireng kami pulang. Dan WOW semakin siang ternyata semakin banyak pengunjung yang naik. Luar biasa memang desa panusupan ini.
Semakin siang Semakin Ramai

HOW TO GET THERE?
Dari Purbalingga kota menuju ke Kec. Rembang . disini saya mengarahkan dari arah Bojongsari. Bojongsari – Mrebet – Bobotsari – ada pertigaan ambil arah rembang - Ketemu Pasa bobotsari ambil kanan – Majapura – Karang Anyar – Karang Moncol – Tajug –Panusupan

TOTAL COST
1. Karcis Parkir Motor = Rp 2.000
2. Tiket Masuk = Rp 5.000

TIPS AND TRICK
- Gunakan sepatu treking atau sandal gunung karena jalur licin.
- Meskipun hanyalah sebuah bukit tetap jangan meremehkan alam but Safety First Fun Later
- STOP VANDALISME! Dilarang mencoret coret dimanapun
- Datanglah lebih pagi karena semakin siang semakin ramai pengunjung
- Bawalah air mineral secukupnya, jangan sampai ga bawa ya karena di atas kaga ada warung
- Habis turun dari puncak wringin rekomen banget buat ngunjungi Curug Luweng Ireng. Enjoykeun aja seger banget dijamin!


Salam Ngapak!

Thursday, February 18, 2016

BROWN CANYON : SEMARANG JUARA!


Membahas kota semarang lagi, yups berhubung saya kuliah di semarang jadi explore semarang mulu mumpung masih disini. Brown canyon pada dasarnya adalah tempat penambangan batu yang membentuk tebing tebing yang tinggi. Uniknya penambangan batu ini dapat berbentuk seperti canyon di luar negeri dari cekungan yang memukau. Di brown canyon semarang ini hanya ada truk truk berat yang mengangkut hasil pertambangan dan alat alat berat lainnya.
Bang Budi dengan helm vespanya

Sisi landscape brown canyon memang juara banget untuk menikmati sunset dari atas sini. Untuk menuju ke brown canyonpun sangatlah mudah yang berlokasi di Pucang Gading, Mranggen, Semarang.


Jaman eranya brown canyon belum terekspose namanya untuk masuk ke brown canyon masih gratis tanpa dipungut biaya apapun. Namun dikarenakan sekarang sudah banyaknya wisatawan yang berkunjung warga lokal sempat memintakan uang untuk masuk sekitaran Rp 5000 – Rp 10.000 .




HOW TO GET THERE?
Dari Semarang apabila titik awalnya simpang lima ambil arah purwodadi, lurus terus sekitar 30 menitan. Memasuki kecamatan mranggen lihat kanan jalan ada gang gedung TVRI Semarang lalu masuk mengikuti jalan. Brown canyon sendiri tidak ada papan petunjuk jadi tanyakan warga di daerah mranggen saja setelah memasuki kawasan TVRI Semarang.

TIPS AND TRICK
- Selalu memakai masker dikarenakan sepanjang jalan menuju brown canyon setelah memasuki mranggen sudah sangatlah berdebu dan sangatlah berhati hati karena jalanan berupa tanah bergelombang
- disarankan untuk datang ke brown canyon pada sore hari


Salam ngapak!

CURUG PELANGI DAN CURUG TELU : Liburan Murah meriah di Kota Purwokerto


PULANG KAMPUNG! Selagi stay di kampung halaman saya bakalan piknik bareng temen temen desa haha. Yup curug pelangi yang berlokasi di desa karang salam, baturraden. Curug pelangi ini satu jurusan dengan curug telu. Namun kalangan masyarakat lebih tertuju ke curug telu.
Untuk ke curug pelangi kita harus registrasi dahulu di pintu masuk curug telu. Biaya masuk Rp 3000 saja. Wow murah sekali! Akan tetapi untuk ke curug pelangi kami harus memakai pemandu karena tempatnya masih sangat tersembunyi dan jarang orang tahu. Bayar pemandu seikhlasnya para wisatawan.
Menuju ke curug pelangi kami harus tracking sekitar 10 – 15 menit dengan melewati sawah dan kebun kebun warga. Di tengah jalan kami juga menikmati air yang jatuh dari atas seger banget buat cuci muka gaes.
Dan sampailah kami di curug pelangi! Masih sepi banget pengunjung. Konon katanya sih dalamnya sekitaran 8 meter.
Foto bersama sebelum bermain air hehe

Di curug pelangi, kami menyempatkan diri untuk bermain air disini. Seger banget ternyata airnya tidak begitu dingin tapi seger banget.




 Tak kuat berlama lama akhirnya kami pulang. Perjalanan pulang kami berbelok kiri untuk menikmati curug telu karena tiket tersebut sudah 1 paket dengan curug telu dan curug pelangi. How lucky i am!

Curug Telu ( 3 air terjun )

Di curug telu banyak sekali wisatawan yang berkunjung. Tak kalah dengan curug pelangi bedanya di curug telu terdapat air terjun yang turun dengan derasnya sedangkan di curug pelangi hanya ada air yang turun dari atas namun bukan air terjun yang turun.
Break dulu hujan deres banget

Jangan lupa mampir ke warung warung sekitaran curug telu ya karena mendhoannya enak banget!
Ngopi ngopi sek lur

HOW TO GET THERE?
Dari Purwokerto kota menuju ke arah baturraden, sebelum pintu masuk utama gerbang mandala berbelok ke kanan ke arah sumbang. Pertigaan ambil ke arah kiri menuju ke desa karang salam nanti di kanan jalan ada gapura Selamat Datang di Desa Karang Salam nah itu masuk saja lurus terus dan sampai

TIPS AND TRICK
- Gunakanlah sandal dikarenakan disaat musim hujan sepanjang jalan menuju curug pelangi berupa tanah yang berlumpur
- datanglah sekitar jam 10 – 1 siang karena matahari sedang bagus bagusnya apabila terkena air dalam curug pelangi warnanya terlihat tajam
- hati hati karena curug pelangi dalamnya sekitaran 8 meter

TOTAL COST
1. Bensin Purwokerto – Baturraden : Rp 10.000
2. Tiket Masuk : Rp 3.000
3. Bayar Pemandu : Rp 5.000 / orang ( Seikhlasnya saja )

4. Mendhoan dan Kopi : Rp 6.000

LAWANG SEWU : THE MOST LEGENDARY HAUNTED PLACES


Pada semester awal kuliah masih penasaran tentang Lawang Sewu Semarang. Tempat legendaris ini menyimpan sejuta cerita, khususnya berbagai kisah mistis. Untuk mencapai akses ke Lawang Sewu sangatlah mudah karena berada di pusat kota yang terjangkau oleh kendaraan umum. Tarif tiket masuk juga tergolong murah yaitu Rp 10.000 . banyak turis asing yang mengunjungi tempat ini. Untuk menikmati suasana Lawang Sewu biasanya para wisatawan berkunjung pada sore atau malam hari. Kami disarankan oleh petugas pintu masuk agar menggunakan pemandu untuk menjelaskan disetiap sudut lawang sewu. Kami ber 12 orang iuran Rp 15.000 untuk membayar pemandu.
Miniatur Lawang Sewu

Pemandu mengantarkan ke setiap ruangan di lawang sewu. pada Pintu bawah tanah yang biasanya untuk uji nyali bagi para wisatawan yang akan mencoba adrenalinnya.
Kami tidak ada yang berani memasuki ruang bawah tanah dikarenakan dikenal dengan kemistisannya setelah mendengar cerita dari mulut ke mulut dan salah satu acara di stasiun tv.
Lawang Sewu bagian dalam

Sempat kami dilakukan uji coba pada salah satu ruangan di lawang sewu kalau ada setan yang merokok! Wow ini amatlah menggugah pertanyaan pada kami. Akhirnya kami pun mencoba dengan meletakkan rokok 1 batang menyala pada lubang yang telah disediakan.
Uji Coba menggunakan 1 batang rokok

Ternyata benar rokok tersebut setelah di tinggal dari tempat yang agak berjauhan benar rokok tersebut hampir habis padahal tidak ada angin.
Sudut demi sudut sudah ditelusuri, tempat terakhir yaitu semacam tempat gallery dan alat peninggalan belanda di lawang sewu.




GUNUNG SLAMET : JAVA CENTRAL HIGHEST POINT 3428 MDPL

Selama 20 tahun saya hidup di desa yang terhamparkan sawah di depan rumah dan megahnya Gunung Slamet seakan akan selalu berangan angan “Kapan bisa mendaki gunung di depan rumah ya?”
Mungkin ini bisa dibilang “Dream Comes True” Setelah sekian lama berharap akhirnya terlaksana juga Pendakian Menggapai Atap Jawa Tengah dengan teman teman kampus pada tanggal 2 Oktober 2015. Terdapat banyak rute pos pendakian gunung slamet, tetapi kami memilih untuk pendakian
Di entri kali ini tidak banyak foto – foto selama perjalanan melainkan video yang sudah terunggah di youtube silahkan dicek.
Kami berangkat dari Semarang menggunakan Kereta Kamandaka tujuan Purwokerto. 2 Oktober 2015 pada jam 11.00 kami sudah berkumpul di Stasiun Poncol dikarenakan kereta berangkat jam 11.15. But, this is our first journey by train untuk menjelajah gunung dikarenakan kami sudah terbiasa pake motor. So this is awesome journey for us!
Kereta Api Kamandaka Menuju ke Purwokerto

Sekitaran pukul 16.30 kami sudah tiba di stasiun purwokerto, dan saya sendiri sudah sms carteran pick up yang kebetulan tetangga sendiri jadi bisa nego harga dengan murah untuk menuju ke basecamp bambangan. Untuk harga setelah negosiasi kena Rp 400.000 PP dari terminal purwokerto menuju basecamp. Sesampainya di stasiun kami langsung menuju ke terminal purwokerto menggunakan angkot dikenakan biaya Rp 5000/orang, dikarenakan transportasi pick up tidak diperbolehkan melintasi kota purwokerto dengan membawa penumpang di belakang.  Di terminal purwokerto bapak mahmud selaku supir pick up sudah stand by menunggu di pintu keluar terminal.
Sepanjang perjalanan dari terminal purwokerto ke basecamp penuh dengan kekonyolan dikarenakan belum pernah beradaptasi di republik ngapak! Hahaha memang terdengar aneh orang semarangan ke purwokerto mendengar bahasa ngapak sepanjang jalan. Saat perjalanan dikarenakan adzan maghrib tiba kami break untuk sholat dan makan di sebuah warung makanan purbalingga. Udara dingin sudah mulai terasa disaat sudah menanjak ke arah basecamp.
Touchdown bambangan! Kami tiba di pos bambangan sekitar pukul 19.30 saatnya registrasi dan istirahat dikarenakan kami berangkat pendakian mulai besok pagi.
Basecamp Bambangan

Journey is started! Berikut rinciannya :
Basecamp – Pos 1 ( Pondok Gembirung )
Pada pukul 05.47 kami memulai pendakian menuju ke POS 1 dengan perjalanan normal 1,5 – 2 jam. Terdapat 2 persimpangan yaitu lurus atau belok kanan, untuk lebih mudahnya mengikuti petunjuk belok kanan melewati ladang warga dan nanti akan melewati lapangan. Trek menuju pos 1 landai dan tidak begitu terjal tetapi panjang sehingga memakan waktu yang lumayan banyak hingga melewati hutan pinus.
Pos 1 – Pos 2 ( Pondok Walang )
Ketinggian POS 1 1935 mdpl. Sesampainya di Pos 1 pada pukul 08.20 terdapat semacam gardu, di POS 1 terdapat warga yang berjualan untuk mengisi perut sehingga lumayan untuk perjalanan kami break sebentar mengambil nafas dikarenakan treknya sudah mulai berdebu. Perjalanan menuju POS 2 kurang lebih hampir sama dengan menuju pos 1 karena trek yang panjang dan lebih menanjak. Sepanjang perjalanan kami memasuki hutan khas gunung slamet yang cukup lebat sehingga panas matahari tidak begitu terasa langsung ke badan.
Pos 2 – Pos 3 ( Pondok Cemara )
Kami sampai di Pos 2 pada pukul 10.00. pos 2 berada diketinggian 2220 mdpl di trek pos 2 terdapat percabangan jalur antara bambangan dengan kaliwadas. Hati hati dan jangan terburu buru apabila salah jalur pulang. Kasihan temen temen yang nungguin hehe. Berhubung perut kami sudah mulai berbunyi kami makan seadanya perbekalan kami. Di pos 2 juga ada warga yang jualan semangka, mendhoan, ketupat dll.

Pos 3 – Pos 4 ( Samaranthu )
Sampai di POS 3 jam 11.31 berada di ketinggian 2465 mdpl  jalur trek masih sama dengan vegetasi hutan yang tertutup.  Jangan terlalu lama untuk break karena perjalanan masih panjang hehe. Nah di POS 4 ini konon katanya dikatakan sebagai POS ANGKERRR, dari namanya SAMARANTHU hantu yang tak terlihat, mitos aja sih percaya gak percaya hihi
Pos 4 – Pos 5 ( Samyang Rangkah )
Nah di POS 4 ini berada diketinggian 2635 mdpl konon katanya dikatakan sebagai POS ANGKERRR, dari namanya SAMARANTHU hantu yang tak terlihat, mitos aja sih percaya gak percaya hihi. Sampai di POS 4 sekitar jam 12.31. Udara di gunung slamet ini memang enak banget buat tidur kalo di siang bolong gini sambil nyandar di pohon
Pos 5 – Pos 6 ( Samyang Jampang )
Touchdown POS 5 at 2775 mdpl! Kebanyakan pada ngecamp di POS 5 dan POS 7 disini juga terdapat gardu pos seperti pada pos 1. Rawan babi di daerah pos 5 – 7. Be aware ya soalnya dulu pas pendakian gunung slamet mulai dibuka awal september 2015 ada kerir pendaki hilang dibawa babi alias celeng. Dari informasi basecamp daerah Pos 5 rawan badai.
Pos 6 – Pos 7 ( Samyang Kendit )
Sampai pos 6 sekitaran pukul 14.06, trek sangat berdebu sekali di musim panas. Siapkan buff atau masker. Nah kami ngecamp sebelum pos 7 dikarenakan ada lahan lumayan kosong dan cukup untuk 2 tenda. Lets camp!

Pos 7 – Pos 8 ( Kendit )
Pos 7 berada diketinggian 2990 mdpl merupakan tempat camp favorit para pendaki. Dan kali ini Summit attack! Sebelum menuju puncak slamet kami persiapan baik logistik maupun alat yang harus dibawa. Summit kita start jam 04.00 dan jangan lupa berdoa agar diberi kelancaran tak ada kendala sampai di puncak dan pulang dengan selamat.
Pos 8 – Pos 9 ( Plawangan )
Jalur di dominasi dengan trek pasir dan pemandangan terbuka. Indah banget! Kita bisa liat kota pemalang, purbalingga, purwokerto diatas sini. Mungkin kami belum terlihat jelas gunung sindoro dan gunung sumbing yang nampak dari arah timur. Kami tidak mengira jamnya karena terlalu menikmati indah suasana.
Pos 9 – PUNCAK
Trek semakin berat dan terjal. Trek berpasir gunung slamet ini berbeda dengan gunung lain karena kita harus berhati hati apabila ada batu yang longsor. Kami disambut sunrise dari ufuk timur.
Puncak
Kami sampai puncak jam 05.36. Good morning from the highest point at java central! Sungguh luar biasa cipataan Allah SWT tuhan semesta alam. Di puncak kami melihat keindahan samudera awan dan kaldera kawah gunung slamet yang megah.
Rasa syukur kita telah sampai di puncak tertinggi kedua di jawa ini memang perjuangan yang begitu membanggakan. Terimakasih tuhan.
Kekeluargaan kehangatan bersama




Itinerary Pendakian Gunung Slamet berdasarkan peta informasi dari basecamp :
Basecamp – Pos 1 : 2 – 3 jam
Pos 1 – Pos 2 : 1,5 – 2 jam
Pos 2 – Pos 3 : 2 – 3 jam
Pos 3 – Pos 4 : 1 – 1,5 jam
Pos 4 – Pos 5 : 30 menit – 1 jam
Pos 5 – Pos 6 : 30 menit – 1 jam
Pos 6 – Pos 7 : 30 menit – 1 jam
Pos 7 – Pos 8 : 30 menit
Plawangan – Puncak : 2 – 3 jam

How to get there?
Kereta dari Stasiun Poncol Semarang – Stasiun Purwokerto ( 5 jam ) = Rp 60.000
Angkot dari Stasiun Purwokerto – Terminal Purwokerto ( 15 menit ) = Rp 5.000
Terminal Purwokerto – Basecamp Bambangan Purbalingga by pick up ( 2 jam ) = Rp 400.000 PP ( bisa share cost 1 pick up muat 10 orang )
Tiket masuk perijinan pendakian gunung slamet = Rp 5.000

Tips & Trick
- Booking Pick Up jauh jauh hari karena biasanya kalau carter dari Stasiun Purwokerto maupun dari Basecamp Bambangan tergolong mahal. Untuk reservasi pick up Bapak Mahmud bisa hubungi saya aja via line : ajiprsty . dikarenakan nomor bapak mahmud hilang di kontak. *bukan bermaksut calo
- Usahakan ngecamp di daerah POS 6 – 7 karena keterbatasan campsite
- selalu berprinsip SAFETY FIRST FUN LATER
- Pakailah sepatu gunung disaat summit tidak diperkenankan menggunakan sandal apapun

Salam Ngapak!

KOTA LAMA : SEMARANG TEMPO DOELOE


Tidak jauh dari pusat kota semarang, saya akan mengajak anda untuk explore semarang di kota lama. Kota lama juga berdekatan dengan Stasiun Tawang dan Pasar Johar. Ciri khas kota  lama semarang ini yaitu tekstur bangunan belanda kuno dan terdapat gereja blendug yang menjadi ciri khas kota lama. Setiap 1 tahun sekali terdapat event Festival Kota Lama yang menghadirkan artis artis ibukota. Tidak hanya itu,
 Kota Lama menjadi daya pusat tersendiri bagi kalangan pengoleksi barang barang antik. Terdapat Pasar Koleksi barang antik yang bisa anda beli mulai dari mata uang, barang elektronik tempo dulu, dan banyak lagi.





Disebelah pasar koleksi barang barang antik juga terdapat angkringan gereja blendug lumayan ramai di malam hari yang disajikan dengan musik era 80-90an. Penasaran? Yuk dolan semarang!
Makan Angkringan disajikan musik tempo doeloe