Sunday, December 25, 2016

Kabut tipis gunung prau via kalilembu



Prau – adalah gunung yang memiliki hamparan bukit teletubies yang menawan,bunga daisy yang selalu bermekaran, serta indahnya landscape dieng dari atas sana.
Meskipun saya pernah melakukan pendakian ke gunung prau dengan rute yang berbeda tapi kali ni dengan rute yang berbeda yaitu via kalilembu.
*




Dalam suatu keniatan dan keinginan bersama, tim 0 rp adventure melakukan persiapan untuk melakukan pendakian bersama lagi. 5 motor sudah bersiap untuk menuju dieng. Pemberangkatan pada malam hari yang sekiranya dapat meminimalisir waktu ternyata tidak sesuai ekspektasi. Sepanjang malam dan perjalanan kami selalu diguyur hujan. Semarang adalah tempat awal kita memulai perjalanan menuju dieng yang dilanjutkan melewati hamparan kebun teh tambi kala itu.
Tanjakan tambi nampaknya sudah menyambut kami dengan kabut dan jalanan yang masih rusak. Dan gagahnya sindoro dihadapan kita seakan-akan memberi ucapan selamat datang. Kamipun turut melewati basecamp sindoro via sigedang. Ah, nampaknya saya seperti nostalgia dengan track sindoro via tambi ini. Teringat dulu pendakian bersama teman lawas SMA yang mencoba ke menuju puncak akan tetapi kita terpisahkan rombongan dan akhirnya gagal muncak. Sampai akhirnya kita nebeng angkutan sayur atau yang disebut pick up untuk menuju basecamp. Ya, masa lalu yang kenangannya masih terlekat.
Jalanan tambi telah kami lewati dengan sangat hati-hati karena licinnya jalan dan rusaknya aspal membuat kami sangat khawatir akan terjadinya hal yang tidak diinginkan. Hujan, dingin, dan kabut selalu menemani perjalanan kami disaat sampai di dieng.
Menurut informasi yang didapatkan mbah google, basecamp kalilembu ini terletak tidak jauh dari basecamp patak banteng. Sekitar 100 meter setelah patak banteng akhirnya kami menemukan gapura untuk memasuki basecamp kalilembu.
Tak terasa sudah melewati jam 00.30. Sempat kami istirahat dahulu sebelum melakukan pendakian. Obrolan hangat dan teh menemani dinginnya kalilembu kala itu. Beruntung, di kalilembu ini terdapat warung ramesan yang buka 24 jam, yaitu “Warung ApA Anane” yang terletak tidak jauh dari basecamp. Ya, dalam bahasa indonesianya Warung Apa Adanya.
02.00 – kami memulai start pendakian. Beruntung perjalanan yang kami lalui tidak hujan. Hamparan ladang perkebunan warga pun menyambut dengan trek yang tidak begitu menanjak. Dari informasi berbagai artikel, trek di kalilembu lebih banyak landainya ketimbang jalur lain. Setelah melewati perkebunan warga, kami disambut dengan pepohonan khas gunung prau.
02.45 – POS 1 akhirnya kami pijakkan. Istirahat sebentar mengatur nafas dikarenakan kami melakukan pendakian malam hari berebut oksigen dengan pepohonan sekitar. seperti biasa, saya selalu menyempatkan diri untuk membuang apa yang harus saya keluarkan hehe. “Ji, koe ki mesti kebiasaan og. Neng gunung ngendi wae mesti ngono” ujar salah satu teman. “Hehehe kewajiban iki. Nis, minta tissue basahnya” aku menjawabnya. “itu tadi tisu basahnya ada ditasmu yang paling atas” jawab nisa. Berhubung gunung prau ini memang kategori gunung yang susah untuk mencari semak-semakan ranjau jadi saya mencoba mencari jalan sendiri. “suwi nemen jiii. Koe ki lahpo” akhirnya lega sudah. Mungkin efek masuk angin jadi seperti ini.
03.35 – Pos 2 hampir sama kondisi treknya yang semakin kian menanjak sedikit demi sedikit. Meskipun begitu harus tetap berhati hati. Hembusan angin yang membuat sejuk dipagi ini. Kurasakan dengan sedikit nafas terengah-engah. Kebasahi tenggorokan yang kering ini dengan 3x tegukan. Tekstur jalan sudah mulai menanjak menuju pos 3.
04.30 – POS 3 atau yang disebut nganjir. Terdapat pertemuan jalur disini dengan jalur dieng wetan. Dan juga sudah dekat dengan menara. Iringan music dari Banda Neira selalu ku putar, pada saat itu ku putar lagu 1 album full yang bertajuk Berjalan Lebih Jauh. Lampu senter seakan menemai langkah demi langkah menuju puncak prau yang sebentar lagi kami singgahi.
Subuh yang terasa dingin namun sejuk dinikmati. Keindahan panorama dieng yang sepertinya mulai terlihat dari atas sini. Dan akhirnya ..
05.10 – Puncak Prau. Alhamdulillah kami sampai di puncak gunung prau yang disambut dengan indahnya matahari yang sedang terbit, gradiasi warna biru dan orange seakan menandakan pagi sudah tiba. Hamparan bukit-bukit, bunga daisy yang selalu ada disepanjang jalur, serta senyum kebahagiaan tim kami yang senantiasa menyambut prau kala itu.


Pagi hari, 3 tenda yang kami bawa pun mulai satu per satu tertancap tanah menggunakan pasak. Makanan yang kami bawa saat itu adalah mie goreng dan tempe. Apapun makanannya kalau udah di gunung pasti dimakan. Diantara kami ada yang ingin melihat gunung sindoro secara lebih dekat lagi namun sepertinya kami harus berjalan lebih jauh lagi karena view gunung sindoro itu lebih dekat apabila kami melewati jalur patak banteng. Jadi kami lebih menikmati panorama dari puncak saja.

Semakin siang, semakin turun kabut tipis yang membuat pemandangan gunung prau ini menjadi tertutup. Pendakian kurang turu? Ya benar! Di pendakian kali ni memang nampaknya benar benar kurang tidur. Pasalnya kita mendaki di tengah malam. Dan sampai siang hanya bisa tertidur 10-30 menit saja. But, kalilembu adalah jalur terbaik menurut saya karena kondisi treknya yang banyak bonusnya. Meskipun jalur lain juga menghadirkan view yang tak kalah keren.



Sunday, December 18, 2016

Memberikan Kebahagiaan

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Memberikan kebahagiaan kepada orang lain merupakan amal shalih, dan orang yang paling berhak mendapatkan kebahagiaan dari kita adalah karib kerabat, kemudian orang-orang dekat kita setelah mereka.
(Dr. Khalid Al Mushlih (Twitter : @Dr_almosleh) - Twit Ulama 

Senantiasa Husnuzhan

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Seorang muslim yang senantiasa husnuzhan dengan menginfakkan hartanya di jalan Allah, dan dia tidak takut hartanya menjadi sedikit atau dia menjadi fakir, bahkan dia yakin bahwa Allah akan mengganti dengan yang lebih baik, Allah akan mengembangkan dan memberkahi hartanya. Dia tak akan takut kemiskinan.

Dr. Muhammad Majdu’ asy-Syahri pengasuh situs aefaf.com penasihat masalah rumah tangga. 31/8/2013 (Twitter : @mmajdo) - Twit Ulama

Saturday, December 17, 2016

Perjanjian Geddoe-Sasarai

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Suatu hari di ruang pertemuan lantai 2 tiba-tiba meledak dan mengagetkan banyak orang. Tak urung semua petinggi Grassland dan Zexen mendekati sumber ledakan. Mereka melihat Hugo yang kelelahan. Tiba-tiba menyusup Geddoe dan menanyainya. Kata-kata Hugo terus mengacau. Geddoe memintanya berdiri, tetapi Hugo terus larut dalam kata-kata yang tak berujung. Geddoe pun menamparnya, dan itu menyedarkan Hugo.
Lucia mengucapkan selamat datang pada salah satu pembawa api ini, Lalu Geddoe meminta kabar tentang Harmonia, pemimpin aliansi untuk segera berkumpul membicarakan strategi perang selanjutnya dan seorang ahli rune yang harus mengawasi Hugo.
Hari itu Geddoe dan Duke menemui Sasarai untuk menceritakan diambilnya Lightning Rune milik Geddoe oleh Luc. Sasarai lalu membicarakan perjanjian yang diajukan Geddoe untuk mengembalikan posisi Sasarai. Jika berhasil mengembalikan posisinya, maka Sasarai harus melakukan gencatan senjata dan perjanjian damai dengan Grassland, mengakui kemerdekaan Le Buque atau klan Kana'a.
Setelah Geddoe melewati perdebatan panjang yang juga melibatkan Dios, akhirnya Sasarai menyetujui perjanjian tersebut. Sementara itu Hugo tak banyak bicara dikamarnya setelah mendapatkan perawatan dan pengarahan dari Jeane d'Master-Rune. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 10, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Berbuatlah Kebaikan

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Sesungguhnya memenuhi kebutuhan manusia itu menyenangkan, tak dirasakan kecuali oleh orang yang mencobanya. Maka berbuatlah kebaikan meskipun orang lain meremehkan Anda karena sesungguhnya Anda tidak tahu kebaikan mana yang akan memasukkanmu ke surga. (Ini sering disebut sebagai perkataan Ibnul Qoyyim, tapi tidak benar ini perkataan beliau)

Syaikh. Prof. Dr. Ahmad al-Batiliy Profesor bidang Ilmu Sunnah di Universitas Al-Imam, Riyadh, KSA.14/8/2016 (Twitter : @DrAhmadAlbatli) - Twit Ulama

Friday, December 16, 2016

Larangan Membiarkan Api di Rumah Ketika Tidur

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Ibn Umar r.a. berkata : Bersabda Nabi : Jangan kamu tinggalkan api di rumahmu ketika kamu tidur. (HR. Buchary dan Muslim).

Abu Musa Al-Asy’ary r.a. berkata : Terjadi kebakaran di sebuah rumah di Madinah waktu malam, dan ketika diceriterakan kejadian itu pada Nabi , maka bersabda : Sesungguhnya api itu sebagai musuh kamu, maka bila kamu akan tidur padamkanlah. (HR. Buchary dan Muslim).

Jabir r.a. berkata : Rasulullah bersabda : Tutuplah wadah-wadahmu dan ikatlah tempat airmu, dan tutuplah pintumu, dan padamkanlah lampu, karena syaithon tidak membuka ikatan, atau pintu tertutup dan tidak membuka tutup wadah walaupun tiada dapat tutup kecuali lidi yang diletakkan di atas tempat minum dengan menyebut nama Allah, maka harus dikerjakannya karena tikus penjahat dapat membakar api pada orang seisi rumah. (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 501-502.

Selalu Di Jalan-Mu

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Apakah nikmat yang lebih besar daripada hidayah? Sebanyak apa pun kekayaan dalam genggaman kita, jika Allah Ta'ala tak memberikan hidayah kepada kita, maka bertumpuknya harta hanya akan memberatkan nasib kita di Yaumil Qiyamah. Sebanyak apa pun nikmat yang kita reguk di dunia ini, hidup akan kehilangan arah dan kerugian besar menanti kita di akhirat kelak jika kita terlepas dari hidayah.
Maka setiap saat kita perlu dan harus memohon hidayah kepada Allah 'Azza wa Jalla seraya berusaha mempelajari agama agar tak salah langka. Bukankah do'a itu di satu sisi adalah permohonan dan di sisi lain adalah ikrar kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala?Ada dua macam hidayah. Pertama, hidayah kepada Islam. Awalnya tidak beriman kepada Allah Ta'ala dan tidak meyakini Rasulullah ﷺ sebagai utusan-Nya, kemudian berpindah dari agama sebelumnya kepada dien al-Islam ini sepenuh sadar. Bukan sekedar sebagai taktik untuk dapat melangsungkan pernikahan, sesudah itu murtad dan kembali kepada agamanya semula seraya mengajak istri atau suaminya untuk murtad. Na'udzubillahi min dzaalik.
Bersyukurlah orang-orang yang memperoleh hidayah kepada Islam. Inilah agama yang Allah Ta'ala ridhai dan hanya ini agama yang Allah Ta'ala jaminkan kebenarannya hingga kiamat kelak. Tak akan muncul perselisihan selama kita masih berpegang teguh pada kebenaran, kecuali karena kedengkian. Rasa dengki inilah yang menyebabkan kita sulit menerima kebenaran, meski nyata dasarnya jelas hujjahnya.
Mengenai pernyataan dari Allah Ta'ala bahwa hanya Islam agama yang diridhai di sisi-Nya, mari kita ingat kembali firman-Nya:
إن الدين عند الله الإسلام وما اختلف الذين أوتوا

الكتاب إلا من بعد ما جاءهم العلم بغيا بينهم ومن يكفر بآيات الله فإن الله سريع الحساب
"Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya." (QS. Ali Imran, 3: 19).

Kedua, hidayah di dalam Islam. Memperoleh hidayah sehingga menjadi muslim itu merupakan suatu keberuntungan. Dan keberuntungan yang sangat besar adalah apabila kita berislam dengan benar, meyakini apa yang sungguh-sungguh datangnya dari Islam dan terhindar dari memegangi keyakinan yang bathil serta beramal dengannya. Maka, meskipun kita sudah berislam semenjak kecil, kita harus terus menerus memohon hidayah kepada Allah Ta'ala. Kita meminta agar ditunjuki jalan yang lurus (shirathal mustaqim). Inilah yang setiap saat --sebenarnya-- kita minta saat shalat. Tetapi alangkah banyak yang lalai dengan do'anya. Bahkan menghayati pun nyaris tak pernah.Hari ini, ketika tiba-tiba saja sangat banyak orang menawarkan kepada kita berbagai hal yang saling bertentangan dan semuanya terkesan dari Islam, amat terasa betapa kita perlu memohon hidayah serta kemampuan untuk memilih yang benar di antara berbagai persoalan yang diperselihkan. Kita tak dapat berkata "yang penting niat kita baik", sebab nilai amal dan ibadah kita bergantung pada dua hal, yakni ikhlas dan shawab (bersesuaian dengan tuntunan Nabi ﷺ). Ini berarti, kita perlu senantiasa berusaha perbaiki ilmu kita tentang dien. Semoga Allah Ta'ala baguskan amal dan ibadah kita.
Mari sejenak merenungi do'a yang dituntunkan oleh Rasulullah ﷺ:
اللَّهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنْ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ 
"Ya Allah, Tuhannya Jibril, Mikail, dan Israfil, pencipta langit dan bumi, yang Maha mengetahui hal yang ghaib maupun yang nampak. Engkaulah yang memutuskan perkara yang diperselisihkan para hamba-Mu, maka tunjukilah aku kepada kebenaran dalam hal yang mereka perselisihkan dengan izin-Mu. Sesungguhnya engkau menunjuki kepada siapa pun yang engkau kehendaki ke jalan yang lurus." (HR. Muslim).

Maka, jika kita menjumpai perselisihan pendapat dalam suatu perkara, hendaklah kita menjauhkan diri dari ta'ashshub (fanatisme golongan), memilih pendapat yang benar-benar bersesuaian dengan as-sunnah ash-shahihah sesuai pemahaman salafush-shalih. Sekiranya kita awam dalam masalah agama, pilihlah pendapat yang paling jelas dasar nash (Al-Qur'an atau hadis yang shahih). Kita mencerna dengan sungguh-sungguh, lalu mengambil untuk kita pendapat yang paling bersesuaian dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah untuk diri kita sendiri. Kita berhati-hati dalam mengambil pendapat seraya memohon petunjuk kepada Allah Ta'ala agar tidak terjatuh pada pada kesesatan, sesudah Allah Ta'ala berikan kita hidayah kepada Islam.

Mari sejenak renungi do'a yang termaktub dalam Al-Qur'an berikut ini:
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
 "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali Imran, 3: 8).

Pada saat yang sama, kita berusaha dengan sungguh-sungguh mendidik diri sendiri agar tidak menjadikan dunia sebagai passion kita; sebagai tujuan besar kita, sebagai ketertarikan utama yang menjadikan kita senantiasa menujukan amal dan ibadah untuk meraih dunia yang lebih besar. Biarlah dunia datang merangkak kepada kita. Jika Allah Ta'ala kayakan kita, itu merupakan akibat. Bukan tujuan. Setidaknya sekedar sebagai wasilah, sehingga kerinduan terbesar kita adalah amal shalih.
Sejenak mari kita renungi hadis Nabi ﷺ:
مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَـمَّهُ ؛ فَـرَّقَ اللّٰـهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَـيْهِ ، وَلَـمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا كُتِبَ لَـهُ ، وَمَنْ كَـانَتِ الْآخِرَةُ نِـيَّـتَـهُ ، جَـمَعَ اللّٰـهُ لَهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِـيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَـا وَهِيَ رَاغِمَةٌ
"Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai himmah-nya (passion, hasrat terbesarnya), maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia mendapat dunia menurut apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina." (Hadis Shahih Riwayat Ahmad, Ibnu Majah & Ibnu Hibban).

Seseorang yang menjadikan dunia sebagai passion, boleh jadi Allah Ta'ala berikan kekayaan yang berlimpah, tetapi justru dialah orang yang paling takut berkurang hartanya dan jatuh miskin. Harta terus bertambah, tetapi kebahagiaan semakin berkurang, meski ia banyak bersenang-senang dengan beragam hiburan dan kemewahan. Sangat berbeda antara bersenang-senang dengan bahagia. Bukankah banyak orang yang pekerjaannya menghibur, hidup dalam gemerlap, tapi hatinya justru gelap dan jauh dari bahagia.
Banyak hal yang perlu kita renungkan untuk hidup kita. Saya hanya mampu menghadirkan renungan singkat. Semoga Allah Ta'ala senantiasa limpahkan hidayah kepada kita sehingga selalu hidup di jalan-Nya. Semoga akhir hidup kita adalah saat yang terbaik. Masa ketika kita benar-benar berserah diri hanya kepada Allah Ta'ala. Allah Ta'ala ridha kepada kita dan kita pun ridha kepada-Nya.

Wallahu a'lam bish-shawab. Ingatkan saya. Do'akan saya.
Mohammad Fauzil Adhim 

Masa Belajar

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Di sebuah ruangan bekas markas klan Lizard, Great Hollow. Albert Silverberg terus mengasah otak meracik strategi.
Sementara itu Thomas pun terus memikirkan keamanan benteng Budehuc pasca pasukan Grassland memilih mundur. Thomas pun lega melihat perkembangan hari demi hari bahwa pengungsi Grassland dan Zexen lambat laun makin menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Sementara itu Caesar Silverberg terus menghabiskan waktunya diperpustakaan untuk memperhitungkan dan menerka setiap siasat yang akan dilakukannya atau yang tengah musuh lakukan. Ernie pun membantu mencari segala hal yang berhubungan dengan rune yang tengah jadi incaran Luc. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 10, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Mendapat Cinta Allah dan Manusia

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Ketika dikatakan kepada ulama terdahulu : Ajarkan aku sesuatu yang mendekatkanku kepada Allah, dan mendekatkanku kepada manusia.

Maka beliau pun berkata : Yang mendekatkan engkau kepada Allah adalah meminta kepada-Nya. Yang mendekatkanmu kepada manusia adalah tidak meminta kepada mereka.

Syaikh Khalid Ibrahim Ash-Sha'qaby, da'i di kementrian pendidikan dan pengajaran KSA. 12/8/2016 (Twitter : @KhaledAlSaqaby) - Twit Ulama

Thursday, December 15, 2016

Rindu

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Hasan Al-Bashri رحمه الله jika menyebutkan hadits tentang rintihan dan tangisan akar pohon korma beliau berkata, “Wahai kaum muslimin, kayu merintih kepada Nabi karena rindu ingin bertemu dengan Nabi , maka kalian lebih berhak untuk rindu kepada Nabi (Siar A’lam An-Nubala 4/570)
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta 
web : mahadumar.id
twitter, instagram, dan telegram : @mubk_jogja
BBM : 595F4CAC

Sang Jubir Amirul Mukminin

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


TIME TUNNEL.  Suatu ketika di masa amirul mukminin Ali bin Abi Thalib. Beliau mengutus Ibnu 'Abbas untuk berdialog dengan utusan kaum Khawarij.
"Hal apa yang menyebabkan kalian menaruh dendam terhadap amirul mukminin Ali bin Abi Thalib?", tanya Ibnu Abbas.
"Ada 3 hal yang menyebabkan kebencian kami padanya : Pertama; dalam agama Allah ia bertahkim kepada manusia, padahal Allah berfirman : "Tak ada hukum kecuali bagi Allah ....!" (karena amirul mukminin Ali bin Abi Thalib menerima dan mematuhi keputusan 2 orang perunding yang mewakilinya dan mewakili Mu'awiyah); Kedua; ia berperang, tapi tidak menawan pihak musuh dan tidak pula mengambil harta rampasan (sebab tentara Mu'awiyah yang tertawan dibebaskan kembali dan kekayaaannya tidak dirampas). Ketiga; waktu bertahkim, ia rela menanggalkan sifat amirul mukminin dari dirinya mengabulkan tuntutan lawan (waktu mengadakan perundingan Mu'awiyah minta supaya Ali bin Abi Thalib tidak menggunakan amirul mukminin, Ali menerima demi menghentikan pertumpahan darah kaum Muslimin)," ujar utusan kaum Khawarij.
Ibnu 'Abbas satu persatu mematahkan khayalan mereka :
"Tentang bertahkim kepada manusia dalam agama Allah, maka apa salahnya ....? Bukankah Allah ta'ala berfirman : "Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamian membunuh binatang buruan, sewaktu kalian dalam ihram ! Barangsiapa di antara kalian yang membunuhnya dengan sengaja, maka hendaklah ia membayar denda berupa binatang ternak yang sebanding dengan hewan yang dibunuhnya itu, yang untuk menetapkannya diputuskan oleh dua orang yang adil di antara kalian sebagai hakimnya ....!" (TQS. Al-Maidah (5) : 95).
"Tentang menawan dan merebut harta rampasan, apakah tuan-tuan menghendaki agar ia mengambil 'Aisyah istri Rasulullah  ﷺ dan ummul mukminin sebagai tawanan? dan pakaian berkabungnya sebagai barang rampasan perang ....?"
"Tentang menanggalkan sifat amirul mukminin, dengarlah, apa yang dilakukan oleh Rasulullah  ﷺ pada hari Hudaibiyah berbeda dengan apa yang dilakukan Ali bin Abi Thalib. Saat itu utusan Quraisy menghendaki penghilangan tulisan Rasulullah, dan Rasulullah pun meluluskan permintaan kaum Quraisy. Dan ingat Rasulullah  ﷺ berkata kepada mereka : "Demi Allah, sesungguhnya saya ini Rasulullah walaupun kamu tak hendak mengakuinya....!"

Jawaban yang menakjubkan dari Ibnu 'Abbas, dan belum lagi tukar pikiran selesai 20.000 orang langsung menarik diri dari memusuhi amirul mukminin Ali bin Abi Thalib.
---------------------------
Inspirasi :
Rijal Haolar Rasul (Karakteristik Perihidup 60 Shahabat Rasulullah), Khalid Muhammad Khalid, Penerbit : CV. Penerbit Diponegoro, Cetakan keduapuluh 2006, halaman 629-637.

Tinggalkan Dusta dalam Candaan

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Jangan ada dusta diantara kita...bahkan meskipun dalam candaan. Meninggalkan dusta dalam candaan merupakan modal untuk membangun rumah di surga.
Kebiasaan berdusta dalam candaan adalah kebiasan yang mengasyikan akan tetapi merupakan kebiasaan yang buruk, seseorang hendaknya meninggalkan kebiasaan tersebut karena Allah, dan berusaha kreatif dalam bercanda yang bersih dari dusta.

Firanda Andirja; 3 Februari 2015 M, pukul 12 : 26 WIB.

Murtad? Sia-sia Amalanmu!

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Di dalam al-Qur'an surat al-Baqarah (2) : 217 dan 218, Allah ta'ala menasehati orang beriman dalam firman-Nya :

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ اللَّـهِ وَكُفْرٌۢ بِهِۦ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِۦ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ اللَّـهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقٰتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطٰعُوا۟ ۚ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُو۟لٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمٰلُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْءَاخِرَةِ ۖ وَأُو۟لٰٓئِكَ أَصْحٰبُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ
Dan mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan haram itu adalah dosa besar. Dan (adapun) menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil-Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) disisi Allah. Dan fitnah itu lebih besar (dosanya) dari pembunuhan. Dan mereka akan tetap memerangi kamu sampai mereka dapat menarik kamu keluar dari agamamu, jika mereka mampu. Barangsiapa yang murtad (kembali kepada kekafiran) di antara kamu dari agama Islam, lalu dia mati dalam kekafiran maka mereka itulah yang sia-sia amalan mereka di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (217).

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَالَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ اللَّـهِ أُو۟لٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّـهِ ۚ وَاللَّـهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad pada jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (218).

Asbabun Nuzul
Menurut suatu riwayat yang bersumber dari Jundub bin Abdillah bahwa Rasulullah ﷺ mengirimkan pasukan di bawah pimpinan Abdullah bin Jahsy. Mereka berpapasan dan bertempur dengan pasukan musuh yang dipimpin oleh Ibnul Hadlrami, dan terbunuhlah kepala pasukan musuh. Sebenarnya pada waktu itu tidak jelas bagi pasukan Abdullah bin Jahsy, apakah termasuk bulan Rajab, Jumadil-awwal, atau Jumadil -akhir. Kaum Musyrikin menghembus-hembuskan berita bahwa kaum Muslimin berperang pada bulan Haram. Maka Allah turunkan ayat tersebut diatas (QS. 2 : 217). Sementara kaum Muslimin yang ada di Madinah berkata : "Perbuatan mereka berperang dengan pasukan Ibnul Hadlrami ini mungkin tidak berdosa, tetapi juga tidak akan mendapat pahala". Maka Allah turunkan ayat selanjutnya (QS. 2 : 218). (HR. Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, ath-Thabarani dan al-Baihaqi).

Tafsir Ayat
QS. 2 : 217. "Dan mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan haram itu adalah dosa besar. ...". Ancaman tegas bahwa kemuliaan bulan haram telah dikotori. ".... Dan (adapun) menghalangi (manusia) dari jalan Allah, ...". Perbuatan kaum quraisy saat itu yang berusaha siang dan malam menjauhkan, membelokkan perhatian dan memesongkan manusia dari seruan kepada jalan Allah. "..., kafir kepada Allah, ...". tidak mau menerima kebenaran Allah Allah dan tidak mau percaya kepada Allah, Yang Maha Tunggal, bahkan dipersekutukan yang lain dengan Dia. "..., (menghalangi masuk) Masjidil-Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, ...". sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan sahabat terpaksa hijrah ke Madinah. "..., lebih besar (dosanya) disisi Allah. ...". Jika dikumpulkan segala perbuatan-perbuatan besar kaum quraisy dan perbuatan mengerikan yang telah dilakukan kepada kaum Muslimin serta perbuatan besar yang lain, tidak hanya berhenti sampai disitu, bahkan sampai peperangan yang terjadi di Nakhlah. ".... Dan fitnah itu lebih besar (dosanya) dari pembunuhan. ...". Jika kematian Amr bin Hadlrami (lihat Asbabun Nuzul) karena terbunuh, dibandingkan dengan fitnahan, siksaan, penghinaan yang mereka timpakan kepada orang-orang beriman dan kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam belumlah setimpal sedikitpun. ".... Dan mereka akan tetap memerangi kamu sampai mereka dapat menarik kamu keluar dari agamamu, jika mereka mampu. ...". Sikap permusuhan tersebut akan terus dan tidak akan berhenti sampai orang-orang beriman melemparkan keimanan mereka dan kembali menyembah berhala. Bahkan upaya mengembalikan orang-orang beriman menjadi kafir akan terus diusahakan. Lantas Allah ta'ala mengancam orang-orang yang beriman, ".... Barangsiapa yang murtad (kembali kepada kekafiran) di antara kamu dari agama Islam, ...". yaitu meninggalkan iman dan kembali jadi kafir, meninggalkan tauhid kembali jadi musyrik karena takut tipudaya, fitnah, takut akan bertanggungjawab iman Islam, takut berkorban. Allah ta'ala menegaskan lagi, "..., lalu dia mati dalam kekafiran maka mereka itulah yang sia-sia amalan mereka di dunia dan di akhirat, ...". Segala amalan yang telah diupayakan semasa iman runtuh, jadi percuma dan kembali dalam kegelapan di bawah pengaruh syaithan. "..., dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya". Tempat kembali yang sepadan bagi orang-orang murtad.

QS. 2 : 218. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad pada jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Dan siapa yang sudi bersabung nyawa melaksanakan kehendak Tuhan, maka mereka telah mencapai tiga tingkat dari akidah kepercayaan kepada Tuhan. Pertama; mereka telah menyatakan kepercayaan kepada Tuhan dan Rasul-Nya, mereka tidak lagi menyembah kepada selain Allah. Ketika Rasul mengajak berhijrah meninggalkan negeri tempat mereka dilahirkan, meninggalkan harta benda yang dimiliki, dan rela melarat di negeri yang baru demi mempertahankan iman kepada Allah. Kedua; datang perintah berjihad, berperang mempertahankan agama Allah, merekapun berperang. Ketiga; sebab hidup atau mati seorang beriman dalam jihad menegakkan agama Allah hanya satu pengharapan, rahmat Allah, cinta kasih Allah. Sebab Allah Maha Pengampun. Dan disayangilah mereka, karena tenaga mereka telah diberikan untuk menegakkan sabilillah.
---------------
Bibliography :
Asbabun Nuzul, KH Qomaruddin, Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Cetakan ke-5, 1985, halaman 71 - 72.
Tafsir Al-Azhar Juzu' 2, Prof Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Hamka), Penerbit PT. Pustaka Panjimas Jakarta, cetakan September 1987, halaman 182 - 185.
Al Qur'an Terjemahan Indonesia, Tim DISBINTALAD (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam dan Drs. H.A. Faruq Nasution); Penerbit P.T. Sari Agung Jakarta, cetakan ke tujuh 1994, halaman 61 - 62.

Karena Senyum Itu Menenangkan

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Tersenyumlah
“Ibnu Qudamah rahimahullah hampir tidak pernah berdebat dengan seseorang kecuali beliau dalam keadaan tersenyum, sampai orang-orang berkata: Syaikh ini membunuh musuhnya dengan senyumannya - Thabaqaat Hanabilah 1/238

Dr. Ahmad bin Hamd Jailani, Murid Syaikh Ibnu Baz, da’i Badan Penanggulangan Teroris Saudi, pernah ke Indonesia Januari 2013. (Twitter : @ahmedjelin) - Twit Ulama

Wednesday, December 14, 2016

Makruh Memakai Sandal atau Sepatu Sambil Berdiri

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Jabir r.a. berkata : Rasulullah telah melarang orang memakai sandal, sepatu sambil berdiri. (HR. Abu Dawud).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 500.

Durhaka Kepada Orang Tua Adalah Dosa Besar

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Setelah kita mengetahui dalil-dalil yang memerintahkan kita untuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua)1, sekarang kita membahas kebalikannya yaitu durhaka kepada orang tua. Sebagaimana tingginya keutamaan dan urgensi birrul walidain, maka konsekuensinya betapa besar dan bahayanya hal yang menjadi kebalikannya yaitu durhaka kepada orang tua.
Bahkan durhaka kepada orang tua adalah dosa besar. Ini secara tegas dinyatakan oleh Rasulullah ﷺ :
أكبرُ الكبائرِ : الإشراكُ بالله ، وقتلُ النفسِ ، وعقوقُ الوالدَيْنِ ، وقولُ الزورِ . أو قال : وشهادةُ الزورِ
“dosa-dosa besar yang paling besar adalah: syirik kepada Allah, membunuh, durhaka kepada orang tua, dan perkataan dusta atau sumpah palsu” (HR. Bukhari-Muslim dari sahabat Anas bin Malik).

Dalam hadits Nafi’ bin Al Harits Ats Tsaqafi, Nabi ﷺ bersabda :
ألا أنبِّئُكم بأكبرِ الكبائرِ . ثلاثًا ، قالوا : بلَى يا رسولَ اللهِ ، قال : الإشراكُ باللهِ ، وعقوقُ الوالدينِ
“maukah aku kabarkan kepada kalian mengenai dosa-dosa besar yang paling besar? Beliau bertanya ini 3x. Para sahabat mengatakan: tentu wahai Rasulullah. Nabi bersabda: syirik kepada Allah dan durhaka kepada orang tua” (HR. Bukhari – Muslim).

Ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkali-kali memperingatkan para sahabat mengenai besarnya dosa durhaka kepada orang tua. Subhaanallah!.
Dan perhatikan, sebagaimana perintah untuk birrul walidain disebutkan setelah perintah untuk bertauhid, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36). Maka di hadits ini dosa durhaka kepada orang tua juga disebutkan setelah dosa syirik. Ini menunjukkan betapa besar dan fatalnya dosa durhaka kepada orang tua.
Namun perlu di ketahui, sebagaimana dosa syirik itu bertingkat-tingkat, dosa maksiat juga bertingkat-tingkat, maka dosa durhaka kepada orang tua juga bertingkat-tingkat.

Durhaka kepada ibu, lebih besar lagi dosanya
Sebagaimana kita ketahui dari dalil-dalil bahwa berbuat baik kepada ibu lebih diutamakan daripada kepada ayah, maka demikian juga durhaka kepada ibu lebih besar dosanya. Selain itu, ibu adalah seorang wanita, yang ia secara tabi’at adalah manusia yang lemah. Sedangkan memberikan gangguan kepada orang yang lemah itu hukuman dan dosanya lebih besar dari orang biasa atau orang yang kuat.
Oleh karena itu Nabi ﷺ bersabda :
إنَّ اللَّهَ حرَّمَ عليكم عقوقَ الأمَّهاتِ ، ومنعًا وَهاتِ ، ووأدَ البناتِ وَكرِه لَكم : قيلَ وقالَ ، وَكثرةَ السُّؤالِ ، وإضاعةَ المالِ
“sesungguhnya Allah mengharamkan sikap durhaka kepada para ibu, pelit dan tamak, mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah juga tidak menyukai qiila wa qaala, banyak bertanya dan membuang-membuang harta” (HR. Bukhari – Muslim).

Wallahu ‘alam bis shawab.

Referensi: Fiqhul Ta’amul ma’al Walidain, Syaikh Musthofa Al ‘Adawi
Penyusun: Yulian Purnama
Copas dari artikel Muslim.or.id  

Manisnya Perjalanan Menuntut Ilmu

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Ibnul Jauzi berkata : "Aku sudah merasakan manisnya perjalananku dalam menuntut ilmu, aku merasakan cobaan-cobaan yang aku temui ternyata lebih manis daripada madu, semua itu karena apa yang aku cari dan harapkan (yaitu ilmu -ed)." (Shaidul Khatir hal 11)

Prof. Dr. Abdul Aziz ar-Rasyid, Guru Besar Kedokteran Anak. 8/8/2016 (Twitter : @aziz_rashed13) - Twit Ulama

Tuesday, December 13, 2016

Mencintai Allah dengan Al – Qur’an

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Khabbab bin Arat radhiallahu ‘anhu berkata, “Dekatkan dirimu kepada Allah sekuat kemampuanmu, dan ketahuilah tak ada yang bisa mendekatkanmu kepada Allah dengan sesuatu yang Dia cintai, melainkan dengan kalam-Nya (al-Quran –pent)”

dr. Khalid al-Jubair, Da’i di Kuwait. Beliau juga dokter spesialis jantung. (Twitter : @Khalid_Aljubair) - Twit Ulama

Monday, December 12, 2016

Makruh Berjalan dengan Satu Sandal

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah bersabda : Jangan berjalan salah satu kamu dengan satu sandal, harus bersandal kedua kakinya atau dibuka keduanya. (HR. Buchary dan Muslim).

Abu Hurairah r.a. berkata : Sava telah mendengar Rasulullah
bersabda : Jika putus tali sandal salah satu daripada kamu, maka janganlah berjalan dengan sandal sebelah saja, hingga dibetulkan yang lain. (HR. Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 500.

Wasiat Rasul

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Dari sahabat Abu Hurairah, beliau mengatakan, “Kekasihku Rasulullah ﷺ berwasiat 3 hal kepadaku :
  1. berpuasa 3 hari setiap tengah bulan
  2. mengerjakan 2 rakaat shalat di waktu dhuha
  3. shalat witir sebelum aku tidur” (Muttafaqun ‘alaih)
dr. Khalid al-Jubair, Da’i di Kuwait. Beliau juga dokter spesialis jantung 19/6/2013. (Twitter : @Khalid_Aljubair) - Twit Ulama

Sunday, December 11, 2016

Kebaikan dari Allah

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Allah-lah yang mengaruniakan kepada kita hidayah, kemudian Allah berfirman “Kebaikan itu pasti berbalas dengan kebaikan” (QS. ar-Rahman : 60)

Dalam ayat ini,seolah-olah kitalah yang berbuat baik kemudian Allah pun memberikan sebaik-baik balasan kepada kita, padahal Ihsan (kebaikan) itu hanya milik Allah semata.

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, pengasuh web IslamQA. 22/3/2016 (Twitter : @almonajjid) - Twit Ulama

Saturday, December 10, 2016

Bertemu Teman Lama

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Pagi itu Cecile dan Koroku seperti biasanya, berjaga di pintu gerbang benteng hingga mereka dikejutkan dengan kedatangan Beechum menyampaikan pesan Lucia yang akan datang bersama sejumlah besar pasukan Grassland.
Setelah melaporkan pada Thomas, akhirnya Thomas pun meminta Sebastian untuk mempersiapkan segenap penyambutan untuk kedatangan pasukan Grassland. Tak berapa lama pasukan Grassland pun tiba, Lucia mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas penyambutan dan penampungan para pengungsi Grassland.
Teman lama pun kembali ber-reuni; Thomas, Hugo dan Caesar.
Beberapa hari kemudian pasukan Zexen dengan 6 Ksatria-nya pun diundang Thomas, bersama para petinggi Grassland mereka akan dipertemukan dengan sang buronan Harmonia, Jendral Sasarai. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Makruh Menyentuh Kemaluan dan Cebok dengan Tangan Kanan

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Abu Qotadah r.a. berkata : Bersabda Nabi : Bila kencing salah satu kamu maka jangan memegang kemaluannya dengan tangan kanan dan jangan cebok dengan tangan kanan dan jangan bernafas di dalam tempat air minum. (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 499.

Sifat Allah

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


“Allah-lah cahaya langit dan bumi” (QS. an Nur : 35).
 
Cahaya yang menjadi sifat Allah ada 2 jenis ;
  1. Indrawi: dari Allah-lah semua cahaya yang ada di alam ini,
  2. Maknawi: itulah yang ada di hati para Nabi dan wali-wali-Nya" – Imam Ibnu Sa’di
Dr. Ahmad bin Hamd Jailani, Murid Syaikh Ibnu Baz, da’i Badan Penanggulangan Teroris Saudi, pernah ke Indonesia Januari 2013  (Twitter : @ahmedjelin) - Twit Ulama

Friday, December 9, 2016

Festival Budehuc

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Hari perayaan Festival Rakyat pun tiba, semua bergembira, tidak terlewat satu pun penghuni benteng menikmati kemeriahan festival yang diadakan oleh Thomas. Pertunjukan dari oleh dan untuk mereka penghuni benteng Budehuc. Dari pertunjukan musik, akrobat dan menu kuliner, semua bersatu dalam suka cita.
Meski begitu ada saja orang yang hadir dengan segala macam pertanyaan, Lilly Pendragon. Wanita bangsawan ini terus mencari-cari keberadaan Pahlawan Api.
Malam hari selepas festival, Thomas meminta pendapat Cecile tentang jalannya festival yang sudah berlangsung. Cecile membesarkan semangat Thomas bahwa festival berjalan baik, tetapi jika yang dimaksud tujuan mempersatukan Grassland dan Zexen masih panjang waktunya, karena pertengkaran mereka pun tidak terjadi hanya sehari saja, sudah bertahun-tahun. Butuh waktu untuk merubah, meski perlahan-lahan. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Peneguh Hati di Zaman Fitnah

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Empat perkara yang bisa meneguhkan hati di zaman fitnah:
  1. Al-Qur'an : “demikianlah Al-Qur'an itu kami jadikan untuk meneguhkan hatimu” (QS. al-Furqon : 32)
  2. Membaca kisah-kisah para Nabi: Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu (QS. Hud : 120)
  3. Mengamalkan Ilmu: Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), (QS. An-Nisaa : 66)
  4. Doa: Sesungguhnya Rasul memperbanyak baca do'a ini: Yaa muqallibal quluub tsabbit qalbii ala diinik (Wahai yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkan lah hatiku diatas agama-Mu)
Syaikh Azzam Muhammad al-Muhaisini, Imam Masjid Jami’ Aisyah, Mekkah, Arab Saudi. 13/8/2016 (Twitter : @azammohmad) - Twit Ulama

Thursday, December 8, 2016

Larangan Mencabut Uban

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari neneknya r.a. berkata : Bersabda Nabi : Jangan kamu mencabut uban, karena ia merupakan cahaya bagi seorang muslim pada hari qiyamat. (HR. Abu Dawud, Attirmidzy dan Annasa’i).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 498.

Mihnah wa Minhah

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


 Ibnul Qoyyim berkata :
 
إن قربتك النعمة إلى الله فاعلم أنها منحة، و إن بعدتك النعمة من الله فاعلم أنها محنة

"Jika kenikmatan membuatmu semakin dekat kepada Allah, maka ketahuilah bahwa itu anugerah (minhah). Jika kenikmatan malah membuatmu samakin jauh dari Allah, maka itu musibah (mihnan)."
----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta

Menafkahi dengan Khairin

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Di dalam al-Qur'an surat al-Baqarah (2) : 215, Allah ta'ala menasehati orang beriman dalam firman-Nya :

يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوٰلِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتٰمَىٰ وَالْمَسٰكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّـهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
Mereka akan bertanya kepadamu tentang apa yang akan mereka nafkahkan. Katakanlah, "Apa saja harta yang kamu nafkahkan, maka adalah untuk ibu bapak, keluarga yang dekat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, ibnus-sabil. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (215).

Asbabun Nuzul
Menurut suatu riwayat yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa kaum Muslimin bertanya kepada Rasulullah  ﷺ : "Dimana kami tabungkan (infaqkan) harta benda kami, ya Rasulullah?". Sebagai jawaban turunlah ayat tersebut diatas (QS. 2 : 215). (HR. Ibnu Jarir).
Menurut riwayat lain yang bersumber dari Abi Hayyan bahwa Umar bin al-Jamuh bertanya kepada Nabi ﷺ : "Apa yang mesti kami infaqkan, dan kepada siapa diberikannya?" Sebagai jawabannya turunlah ayat tersebut diatas (QS. 2 : 215). (HR. Ibnul Mundzir).

Tafsir Ayat
QS. 2 : 215. "Mereka akan bertanya kepadamu tentang apa yang akan mereka nafkahkan. ...". Ada hadits yang diriwayatkan dari 'Atha' bahwasannya seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ : "Kalau uang saya hanya satu Dinar, kepada siapa patut saya berikan?" Beliau ﷺ menjawab : "Kalau hanya satu Dinar, nafkahkanlah untuk dirimu sendiri". Orang itu bertanya lagi : "Kalau dua Dinar". Rasul ﷺ menjawab : "Nafkahkanlah untuk ahli engkau (isteri)" Lalu bertanya pula : "Saya ada tiga Dinar" Beliau ﷺ menjawab : "Nafkahkanlah kepada khadam engkau". Lalu bertanya lagi : "Saya ada empat Dinar" Beliau ﷺ menjawab : "Nafkahkanlah kepada kerabat engkau. Masih bertanya lagi, "Saya punya enam Dinar" Beliau ﷺ menjawab : "Nafkahkanlah untuk sabilillah". Disini tegas bahwa bertambah banyak harta, bertambah luas yang patut dinafkahi. (disalin secara bebas dari hadits yang dirawikan oleh Imam Ahmad, an-Nasa'i dan Abu Hurairah). Dengan pertanyaan itu, maka Allah menyuruh Rasulullah menjawab : ".... Katakanlah, "Apa saja harta yang kamu nafkahkan, ...". Khairin, ialah harta yang halal dan sebagai kekayaan. "..., maka adalah untuk ibu bapak, keluarga yang dekat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, ibnus-sabil. ...". Dalam fiqih telah diterangkan oleh Rasulullah secara umum, siapa-siapa yang wajib diberi nafkah. Dikarenakan kemapuan dan bertambah luas harta yang wajib dipikirkan, baik wajib menurut budi, atau wajib menurut hukum agama. Yang mendapat keistimewaan pertama ialah ayah dan bunda. Berbahagialah orang yang masih dapat berkhidmat kepada ibu dan bapanya karena umur beliau-beliau yang dipanjangkan dan ada kemampuan menafkahinya. Kedua ialah keluarga karib, ialah anak-anak kandung dan saudara.  Anak kandung yang telah lepas dari tanggungan tapi miskin. Daripada membantu orang lain, dahulukan membantu mereka. Kemudian anak yatim. Lalu orang-orang miskin dan yang sedang mengadakan perjalanan (ibnus-sabil) yang kehabisan bekal. ".... Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya". Orang yang diberi Allah kemampuan tentu mengalami sendiri, bahwa apabila besar hulu tentu besar pula muaranya. Meskipun tidak kita lupakan kesusahan atau kecelakaan atau kegoncangan urusan luar, kadang-kadang tidak pula kurang kesukaran urusan dalam. Banyak saja urusan kekeluargaan yang harus diurus. Rezeki yang didapat hari ini kadang-kadang habis keluar hari ini juga, karena besarnya tanggungan. Tetapi karena iman kepada Allah, buat menyampaikan harta Allah kepada yang patut menerimanya. Dan itulah dia yang sebenarnya kekayaan. Orang yang bakhil pada hakikatnya sepi dan diperbudak oleh harta. Mendidik diri suka memberi, sampai menjadi kebiasaan menyebabkan timbulnya lapang dalam dada dan rasa bahagia karena membahagiakan orang lain. Tuntunan agama yang disampaikan Nabi menyuruh memperhatikan yang perlu, karena kalau orang sudah sampai memberi semurah-murahnya kepada orang lain dan kurang memperhatikan yang lebih fardhu, ayah bunda dan keluarga yang dekat, tandanya orang ini telah mendapat ancaman penyakit riya', suka dipuji.
Bila dipersambungkan dengan ayat menyuruh berzakat bila nisab dan haul telah sampai, ditambah lagi dengan berwasiat harta, dapatlah digambarkan bentuk tokoh seorang Mukmin yang bertakwa.
---------------
Bibliography :
Asbabun Nuzul, KH Qomaruddin, Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Cetakan ke-5, 1985, halaman 70.
Tafsir Al-Azhar Juzu' 2, Prof Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Hamka), Penerbit PT. Pustaka Panjimas Jakarta, cetakan September 1987, halaman 176 - 178.
Al Qur'an Terjemahan Indonesia, Tim DISBINTALAD (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam dan Drs. H.A. Faruq Nasution); Penerbit P.T. Sari Agung Jakarta, cetakan ke tujuh 1994, halaman 60.

Mohon Tetap Mendirikan Sholat serta Do'anya Diterima

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Di surat Ibraahim (14) ayat 40 ;
"Rabbij'ainii muqiimash-shalaati wamin dzurriyyatii, Rabbanaa wa taqabbal du'aa'i".

Artinya :
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah do'aku.

Keterangan :
Menurut keterangan ahli tafsir, adalah nabi Ibraahim a.s. mengucapkan do'a ini sesudah beliau memperoleh anaknya Isma'il dan Ishaq. (al-Khazin, 5 : 41).
Dan sebagai lanjutan do'a sebelumnya.
-------------------------------------
Bibliography :
Al Qur'aan dan Terjemahannya, Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur'an, Depag, Pelita II/ 1978/ 1979, halaman 386.
Pedoman Dzikir dan Do'a, Prof. DR. T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Penerbit Bulan Bintang Jakarta, Cetakan Kesepuluh 1987, halaman 362.

Jangan Marah!

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Waspada marah! Seorang mungkin bicara ketika marahnya bisa menghancurkan 60/70 tahun amalnya - ‘Atha bin Abi Rabah

Syaikh. Prof. Dr. Ahmad al-Batiliy Profesor bidang Ilmu Sunnah di Universitas Al-Imam, Riyadh. (Twitter : @DrAhmadAlbatli) - Twit Ulama

Wednesday, December 7, 2016

Orangtua Yang Bertanggung-jawab

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Rasulullah Shallaahu 'alaihi wasallam bersabda :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan firah. Maka bapaknyalah yang menjadikan ia yahudi, atau nasrani, atau majusi (HR. Bukhori).

Orang tua adalah orang yang paling bertanggung jawab dengan akhlak dan perilaku anaknya. Yahudi atau Nasrani anaknya tergantung dari orang tuanya, pembinaan dari orang tua adalah faktor terpenting dalam memperbaiki dan membentuk generasi yang baik. (Salman Al-Jugjawy).     

Hubungan Yang Tidak Akan Selesai

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Setiap hubungan itu bisa saja ditanggung akibat maupun bebannya tatkala hubungan tersebut sudah usai kecuali hubungan dengan Allah, karena pemutusan hubungan dengan-Nya berarti kerugian di dunia dan di akhirat.

Dr. Umar Al-Muqbil, dosen hadits di Fakultas Syari’ah Universitas Al-Qashim, Wakil Ketua di Lembaga Ilmiah untuk Studi Al-Qur’an, Saudi Arabia. 17/4/2016 (Twitter : @dr_almuqbil) - Twit Ulama

Tuesday, December 6, 2016

Haram Menyambung Rambut (Cemara) Dan Membuat Tahi Lalat Palsu Dan Pangur Gigi

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Ibn Mas’ud r.a. berkata : Allah telah melaknat perempuan yang membuat tahi lalat palsu dan yang minta dibuatkan, dan yang memotong alisnya, memangur giginya serta yang membuat-buat kecantikan dengan merusak buatan Allah. Maka ada seorang menegur pada Ibn Mas’ud dalam keterangannya itu. Jawab Ibn Mas’ud : Mengapakah saya tidak akan mengutuk orang yang telah dikutuk oleh Rasulullah sedang telah disebut dalam kitab Allah : Apa yang di bawa kepadamu oleh Rasulullah maka terimalah dan apa yang ia larang kamu, maka tinggalkanlah. (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 497.

Bila Hati Terasa Hampa

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Setiap terasa di hatimu:
  • kosong dari petunjuk,
  • turun semangat berbuat kebaikan,
  • keras karena lalai dan tergelincir.
Maka perbanyak istighfar, sesungguhnya istighfar itu membersihkan hati Anda, memperbaiki jalan kehidupan Anda.

Dr. Khalid Al-Mushlih, dosen fiqh pada Universitas Al-Qashim, sekaligus menantu Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. 2/3/2016 (Twitter : @Dr_almosleh) - Twit Ulama

Monday, December 5, 2016

Dengan Ujian

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Setiap orang bisa menampilkan kebenaran dan keteguhan, tapi ujian yang akan membedakan. Pancang teruji kokoh jika digerakkan.

Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi, Ulama yang juga menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi. 9/8/2016 (Twitter : @abdulaziztarefe) - Twit Ulama

Sunday, December 4, 2016

Haram Menyambung Rambut (Cemara) Dan Membuat Tahi Lalat Palsu

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Ibn Umar r.a. berkata : Rasulullah telah melaknat perempuan yang menyambung rambutnya dan yang minta disambung, dan yang membuat tahi lalat palsu dan yang minta dibuatkan. (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 497.

Allah Maha Mengetahui

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Anda harus punya keyakinan bahwa apa yang Allah kehendaki pada diri Anda itu lebih baik daripada apa yang Anda kehendaki untuk diri Anda sendiri. Jadikan hal ini prinsip hidup dalam keseharian Anda!

Dr. Ahmad bin Hamd Jailani, Murid Syaikh Ibnu Baz, da’i Badan Penanggulangan Teroris Saudi, pernah ke Indonesia Januari 2013 (Twitter : @ahmedjelin) - Twit Ulama

Saturday, December 3, 2016

Persiapan Festival Budehuc

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Dalam Ruangan di benteng Budehuc, Thomas terus berpikir tentang cara terbaik menyatukan pengungsi Grassland dan Zexen. Pagi hari itu Thomas telah disambut kedatangannya saat keluar dari kamar tidurnya. Cecile, Sebastian dan yang lainnya. Thomas segera melakukan kunjungan ke barak-barak untuk mendengarkan keluhan-keluhan para pengungsi.
Siang hari Thomas mengadakan sebuah rapat kecil dengan dihadiri nenek Sana', Apple dan beberapa perwakilan pengungsi untuk membuat aturan dalam wilayah benteng Budehuc. Rapat itu memutuskan bahwa dilarang membawa senjata dalam lingkungan benteng, jika meninggalkan area benteng harus ijin dan tidak boleh melakukan kekerasan. Sebagai pemilik benteng Thomas memberikan sangsi bagi para pelanggar.
Meski dengan berat hati mereka yang mengungsi di benteng pun menyerahkan semua senjatanya untuk diamankan.
Malam harinya, Thomas mengajak makan malam bersama penghuni benteng terdahulu Eike dan yang lain untuk membicarakan cara terbaik mendamaikan pengungsi Grassland dan Zexen. Dan Cecile mengusulkan dibuatkan Festival Rakyat, yang akan digelar aneka pertunjukan dan makanan. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Wasiat Agung Nan Singkat

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Wasiat teragung dan tersingkat dalam sejarah : jagalah (aturan) Allah, Allah pun akan jaga Anda.

Dr. Ahmad Isa al-Mu'sharawi, ketua lajnah tashih al-Quran di al-Azhar, Doktor ilmu hadits Universitas al-Azhar, Mesir. (Twitter : @elmasrw) - Twit Ulama

Friday, December 2, 2016

Mundur ke Benteng Budehuc

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate. Serbuan pasukan Lizard dari celah tersembunyi mengejutkan Albert Silverberg sebagai sang strategiest. Luc pun mengeluarkan Wind Rune-nya untuk menciptakan monster-monster aneh untuk menghadang pergerakan pasukan klan Lizard yang terus datang bergelombang.
Di tengah pertempuran Yuber dan Dupa bertarung one by one. Dari arah udara Futch, Sharon dan Bright mencoba menyerang Luc. Tetapi gagal. Tiba-tiba angin berputar-putar diatas medan pertempuran. Belum sempat pasukan yang bertarung mengetahui penyebabnya, seketika itu langit sudah dihiasi dengan titik-titik hitam yang berdengung, pasukan serangga pun tiba, menjadi pasukan tambahan bagi Grassland.
Disaat peristiwa keterkejutan yang beruntun itu Hugo akhirnya mampu mendekati Luc, mereka pun bertarung one by one.
Luc mencoba menghipnotis Hugo agar mengikuti kemauannya, tetapi Fubar segera memecahkan upaya Luc. Dan pertarungan pun terus berlangsung hingga Lucia meminta pasukan Grassland mundur ke benteng Budehuc. (sumber : Manga Gensō Suikoden III - The Successor of Fate 9, karya Aki Shimizu; Kadokawa Corporation; Tokyo Japan 2002).

Haram Menyambung Rambut (Cemara) (2)

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Humaid bin Abdurrahman telah mendengar Mu’awiyah ketika berkhotbah di atas mimbar menerima potongan rambut dari tangan pengawalnya sambil berkata : Hai ahli Madinah, di manakah ulama-ulama kamu? Saya telah mendengar Nabi melarang seperti ini dan bersabda : Sesungguhnya kebinasaan Bani Isra’il ketika para wanitanya mempergunakan ini. (HR. Buchary dan Muslim).
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 496-497.

Tidak Akan Tegak Dunia dan Agama Seseorang

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Andai manusia meninggalkan amal setiap kali menjumpai kesulitan, tidak akan tegak dunia dan agama mereka. -Umar bin Khaththab

Dr. Ahmad Isa al-Mu'sharawi, ketua lajnah tashih al-Quran di al-Azhar, Doktor ilmu hadits Universitas al-Azhar, Mesir. (Twitter : @elmasrw) - Twit Ulama

Thursday, December 1, 2016

Miskin Tapi Kaya

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Imam As-Syafi'i رحمه الله berkata :
إِذَا مَا كُنْتَ ذَا قَلْبٍ قَنُوْعٍ ..... فَأَنْتَ وَمَالِكُ الدُّنْيَا سَوَاءُ

"Jika engkau memiliki hati yang selalu qona'ah …
maka sesungguhnya engkau sama seperti raja dunia"

----------
FP : Ma'had 'Umar bin Khattab Yogyakarta
web : mahadumar.id
twitter, instagram, dan telegram : @mubk_jogja
BBM : 595F4CAC

Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Walau masih berbeda aqidah dengan kedua orangtua, Alhamdulillah saya dikaruniai kemudahan dalam keluarga. Di tahun 2002 saya menjadi Muslim setelah 18 tahun merayakan Natal, banyak yang berubah setelah saya memahami agama Islam. Proses berpikir yang mengantarkan saya pada Islam, agama logis yang bisa memuaskan akal, menenangkan hati, dan sesuai fitrah. Prinsip tauhid di dalam Islam itu sederhana dan mengena, prinsip satu Tuhan itu menenangkan dan menentramkan. 
Setelah menjadi seorang Muslim tentu banyak penyesuaian yang harus saya lakukan, aqidah Islam tentu mengubah banyak prinsip hidup. Salah satu prinsip yang terpenting adaah penjagaan terhadap aqidah, pengakuan bahwa Allah itu satu dan tiada yang menyamai-Nya. Saya memasuki Islam sekira bulan Oktober 2002, maka ujian pertama ada di bulan Desember 2002 saat perayaan Natal keluarga. Sulit sekali pada waktu itu untuk menyampaikan pada orangtua saya sudah menjadi seorang Muslim, apalagi menjelaskan tentang Natal. Terbayang sudah selaksa bantahan dan omelan yang bakal diterima, apalagi menjelaskan bahwa saya tidak lagi ikut-ikutan Natalan. Hanya saja saya tahu persis apa itu Natal, bagi kaum Nasrani itu perayaan terbesar, yaitu kelahiran Yesus, Tuhan Juruselamat. Maka perayaan Natal itu bagi saya memiliki konsekuensi aqidah, yang takkan pernah saya sampaikan selamat padanya apalagi saya ikuti.
Terbayang lagi respon yang saya terima nantinya? dimarahi? diamuk? diusir? Bagaimanapun juga ini prinsip aqidah yang harus sampai. Benar saja, orangtua saya tentu tidak terima, dengan perdebatan alot 3 hari akhirnya ke-Islam-an saya bisa mendapat tempat. Saat itu ayah saya berucap; "Papi tidak bisa melarang kamu Muslim, tapi papi juga tidak bisa menerima kamu Muslim".
Sementara isak tangis ibu saya menjadi latar diskusi alot kita sepanjang 3 hari. Hati anak mana yang tak sedih melihat airmata ibunya? Tapi sekali lagi ini adalah aqidah yang tidak bisa ditawar. Saya menguatkan hati sambil mengingat perjuangan Saad bin Abi Waqqash. Saya hanya berharap pada Allah bila saya bertahan dengan aqidah ini, Allah memperkenankan suatu saat kelak ayah-ibu saya Muslim. Namun ada hal yang benar-benar sulit mereka terima, "Mengapa juga tidak boleh hanya sekadar mengucap Natal atau ikut merayakan?". Saya pahami cara pikir orangtua saya tentu tidak sama dengan apa yang saya pahami, menjelaskan prinsip aqidah bukan mudah. Bagi mereka "Selamat Natal" itu cuma sekedar ucapan, bagi saya kata-kata "cuma" itu seringkali hasutan setan yang paling laris manis. Walau "cuma" ucapan selamat, saya tidak ingin mengingkari keyakinan utama, bahwa Allah itu satu dan tiada yang bersekutu dengan-Nya.
Dengan berat hati dan kelu lidah karena beratnya amanah ini, saya mencoba menjelaskan pada kedua orangtua saya. 
"Islam itu sangat menghormati Yesus (Isa), namun kami memuliakannya sebagai Nabi bukan sebagai Tuhan".
"Isa Ibnu Maryam disebut lebih banyak dari Muhammad di dalam Al-Qur'an, namun kami tidak bisa menerima bahwa dia dianggap Tuhan".
"Sedang ibunya Maryam itu wanita terbaik di dunia tersebab kesuciannya, namun kami tidak bisa menganggapnya ibunda dari Tuhan".
"Sedang kelahiran dari Isa Ibnu Maryam tertulis mulia di dalam Al-Qur'an, dan keselamatan padanya selalu sepanjang masa".
"Dan salam dilimpahkan kepadaku, pada hari aku lahir, pada hari aku wafat dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". (QS. 19 : 33).
"Kami menghormati Isa sebagaimana kami memuliakan ibunya, juga keluarga Imran, Daud, Musa, dan Ibrahim".
"Sulit kami merayakan atau mengucapkan yang dianggap sebagai hari lahir (natal) Tuhan Yesus (Isa), tidak mampu kami menyelesihi Isa".
Sedang Isa bin Maryam berpesan; "Sungguh aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku Nabi" (QS. 19 : 30).

Amanah sudah kami sampaikan bahwa kami tidak bisa ikuti perayaan Natal, tidak juga mengucap selamat pada satu hal yang batil. Kami mengakui dan memberi salam pada kelahiran Isa Ibnu Maryam Sang Nabi yang disucikan, bukan salam pada hari kelahiran Tuhan. Begitulah saya jelaskan dengan baik, dengan perkataan lembut lagi menghormati kedua orangtua sebagaimana perintah Allah.
Alhamdulillah, sampai saat ini mereka memahami dengan baik, bahwa toleransi Muslim adalah membiarkan perayaan mereka.
Alhamdulillah pula mereka melihat perubahan saya setelah menjadi Muslim, yang tentu lebih menghargai, menyayangi, menghormati orangtua. Tiada kebencian pada orang selain Islam, justru karena sayang kita ingin mengajak mereka menuju cahaya Islam, termasuk orangtua saya. Tidak pernah hubungan saya-ayah, saya-ibu lebih baik dari hari ini, bercanda bergurau, berkisah, tak pernah ada ini sebelum Muslim.
Islam mengajarkan saya menghormati dan memuliakan orangtua sepenuh jiwa, maka tak pernah ada cerita mereka protes tentang toleransi. Karena orangtua saya tahu persis hanya karena Islam saya bisa berkasih dengan mereka, Allah yang ajarkan saya menyayangi kedua orangtua.
Alhamdulillah, Allah memudahkan saya menjaga aqidah saya, bukan terombang-ambing tak jelas atas alasan toleransi.  Bila kita selalu baik pergaulannya setiap saat pada saudara kita non-Muslim, tidak mengucap Natal tak menjadi soalan dan masalah.
Alhamdulillah Allah sudah menunjuki kita Islam, mudah-mudahan kita selalu menjaganya. Wallahua'lam.

Ustadz Felix Siauw; 21 Desember 2013.

Baca Juga :
Tentang Mengucapkan Selamat Hari Raya Agama Lain?
Toleransi itu menghormati bukan mengikuti, "bagimu agamamu, bagiku agamaku"

Istiqomahlah

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Perkara terpenting adalah konsisten di atas jalan yang lurus, dari awal hingga akhir -Ibnu Rajab

Dr. Muhammad Majdu’ asy-Syahri pengasuh situs aefaf.com penasihat masalah rumah tangga. (Twitter : @mmajdo) - Twit Ulama

Wednesday, November 30, 2016

Inna Nashrallahi Qariib

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Di dalam al-Qur'an surat al-Baqarah (2) : 214, Allah ta'ala menasehati orang beriman dalam firman-Nya :

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا۟ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَالضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوا۟ حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّـهِ ۗ أَلَآ إِنَّ نَصْرَ اللَّـهِ قَرِيبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana apa yang (diderita) orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa kesengsaraan, kemelaratan dan mereka digoncangkan (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (214).

Asbabun Nuzul
Dalam suatu riwayat yang bersumber dari Qatadah رضي الله عنهما dikemukakan bahwa turunnya ayat tersebut diatas (QS. 2 : 214) bersangkutan dengan peristiwa peran al-Ahzab. Ketika itu Nabi ﷺ mendapat berbagai kesulitan yang sangat hebat dan kepungan musuh yang sangat ketat. Ayat ini menunjukkan bahwa perjuangan itu meminta pengurbanan (HR. Abdur-Razzaq).

Tafsir Ayat
QS. 2 : 214. "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana apa yang (diderita) orang-orang terdahulu sebelum kamu? ...". Yaitu Nabi-nabi dan Rasul-rasul Allah dan orang-orang yang berjuang mengikuti jejak beliau di dalam menegakkan kebenaran dan pelajaran Tuhan di dalam dunia ini, sejak dari zaman Adam عليه السلام, sampai Nuh عليه السلام, Ibrahim عليه السلام, Luth عليه السلام, Musa عليه السلام, Isa عليه السلام dan lain-lain. "...? Mereka ditimpa kesengsaraan, kemelaratan dan mereka digoncangkan (dengan berbagai cobaan), ...". Kesusahan karena kekurangan harta benda dan kemelaratan, kecelakaan karena penyakit atau luka-luka, kegoncangan karena dikejar-kejar, dihinakan dan dibunuh. Nabi-nabi kaum bani israil konon sampai 70 orang yang mati dibunuh oleh kaum mereka sendiri. Nabi Ibrahim عليه السلام dibakar, Nabi Zakaria عليه السلام kepalanya digergaji. Maka kamu wahai ummat Muhammad ﷺ yang mengaku beriman kepadanya, jangan menyangka akan enak-enak bagai "Itik pulang petang", melenggang-lenggok masuk surga tanpa menderita menegakkan kebenaran. "..., sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" ...". Kalaulah Rasul bertanya bila pertolongan Allah akan datang, dan orang-orang yang beriman bersamanya telah sama mengeluh demikian, niscaya telah memuncak rintangan itu. Sebab di waktu rintangan tidak ada, semua orang mudah saja menyebut bahwa pertolongan Allah akan datang. Tetapi bila kesusahan, kecelakaan dan kegoncangan itu benar-benar telah datang, seakan-akan tertutup segala pintu dan tiadalah nampak harapan. "... Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat". Mengapa Tuhan memberikan kepastian seperti itu? Apabila tekanan musuh sudah sangat memuncak sehingga kita yang berjuang menegakkan kebenaran itu seperti lemah tampaknya, tetapi dia kuat di dalam batin. Maka tumbuhlah ikhlas kepada Tuhan. Hingga datang pertolongan Tuhan entah dari mana datangnya dan bagaimana caranya.
Terkadang sebagai seorang Muslim, kita menjadi takut membaca ayat-ayat seperti ini; baru berapa jasa kita kepada Islam yang sudah kita "terima jadi" sebagai pusaka dari Nabi kita ﷺ? Padahal walau seluruh umur kita berikan untuk beliau ﷺ belumlah seimbang dengan cahaya iman dalam dada kita yang kita terima dari beliau ﷺ. Salam 'alaika ya Rasulullah
---------------
Bibliography :
Asbabun Nuzul, KH Qomaruddin, Penerbit CV. Diponegoro Bandung, Cetakan ke-5, 1985, halaman 70.
Tafsir Al-Azhar Juzu' 2, Prof Dr. Haji Abdulmalik Abdulkarim Amrullah (Hamka), Penerbit PT. Pustaka Panjimas Jakarta, cetakan September 1987, halaman 171 - 176.
Al Qur'an Terjemahan Indonesia, Tim DISBINTALAD (Drs. H.A. Nazri Adlany, Drs. H. Hanafie Tamam dan Drs. H.A. Faruq Nasution); Penerbit P.T. Sari Agung Jakarta, cetakan ke tujuh 1994, halaman 60.

Keutamaan Para Sahabat Nabi

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah ﷺ , para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari kiamat.
Kaum muslimin yang kami muliakan, para sahabat Nabi ﷺ adalah orang yang bertemu dengan Rasulullah ﷺ dalam keadaan beriman kepada beliau, dan mati dalam keadaan muslim. Mereka adalah generasi terbaik dari umat ini.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ
“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya”. (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3651, dan Muslim, no. 2533)

Para sahabat Nabi ﷺ memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah Ta’ala. Mereka telah diberikan anugerah yang begitu besar yakni kesempatan bertemu dan menemani Nabi-Nya ﷺ . Allah Ta’ala telah memilih mereka untuk mendampingi dan membantu Nabi ﷺ dalam menegakkan agama-Nya. Orang-orang pilihan Allah ini, tentunya memiliki kedudukan istimewa di bandingkan manusia yang lain. Karena Allah Ta’ala tidak mungkin keliru memilih mereka.

‘Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,
إِنَّ اللهَ نَظَرَ فِي قُلُوْبِ الْعِبَادِ فَوَجَدَ قَلْبَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ، فَاصْطَفَاهُ لِنَفْسِهِ فَابْتَعَثَهُ بِرِسَالَتِهِ، ثُمَّ نَظَرَ فِي قُلُوْبِ الْعِبَادِ بَعْدَ قَلْبِ مُحَمَّدٍ، فَوَجَدَ قُلُوْبَ أَصْحَابِهِ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ فَجَعَلَهُمْ وُزَرَاءَ نَبِيِّهِ يُقَاتِلُوْنَ عَلَى دِيْنِهِ، فَمَا رَأَى الْمُسْلِمُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ، وَمَا رَأَوْا سَيِّئًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ سَيِّئٌ
“Sesungguhnya Allah memperhatikan hati para hamba-Nya. Allah mendapati hati Muhammad adalah hati yang paling baik, sehingga Allah memilihnya untuk diri-Nya dan mengutusnya sebagai pembawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati para hamba-Nya setelah hati Muhammad. Allah mendapati hati para sahabat beliau adalah hati yang paling baik. Oleh karena itu, Allah menjadikan mereka sebagai para pendukung Nabi-Nya yang berperang demi membela agama-Nya. Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin (para sahabat), pasti baik di sisi Allah. Apa yang dipandang buruk oleh mereka, pasti buruk di sisi Allah”. (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad, I/379, no. 3600. Syaikh Ahmad Syakir mengatakan bahwa sanadnya shohih).

Para sahabat Nabi ﷺ adalah orang-orang yang paling tinggi ilmunya. Merekalah yang paling paham perkataan dan perilaku Nabi ﷺ . Merekalah manusia yang paling paham tentang Al-Qur’an, karena mereka telah mendampingi Rasulullah ﷺ tatkala wahyu diturunkan, sehingga para sahabat benar-benar mengetahui apa yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya ﷺ .

Keberkahan Para Sahabat radhiyallahu ‘anhum
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melimpahan keberkahan kepada Nabi Muhammad ﷺ dengan para sahabat yang begitu taat dan besar cintanya kepada beliau. Tidak ada satupun Nabi maupun para raja yang mendapatkan keberkahan seperti ini dari umatnya.
‘Urwah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, tatkala dulu masih kafir, dia berkata kepada kaumnya dan menceritakan bagaimana para sahabat radhiyallahu ‘anhum begitu memuliakan Nabi ﷺ . Dia mengatakan, “Wahai kaumku! Demi Allah, sungguh aku telah datang kepada para raja. Aku telah bertemu Kaisar, Kisra, dan an-Najasyi. Demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang raja pun yang diagungkan oleh para sahabatnya melebihi apa yang dilakukan para sahabat Muhammad kepada Muhammad. Demi Allah, tidaklah Muhammad membuang dahak melainkan dahak itu jatuh ke tangan salah seorang dari mereka, lalu dia mengusapkannya ke wajah dan kulitnya. Jika Muhammad memerintahkan sesuatu kepada mereka, niscaya mereka melaksanakannya dengan segera. Jika Muhammad berwudhu, mereka hampir berkelahi memperebutkan tetesan airnya. Jika mereka berbicara, mereka memelankan suara di hadapannya. Mereka tidak berani menatapnya karena penghormatan mereka yang besar kepadanya”. (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Kitab Asy-Syuruuth, V/329-332).

Bandingkanlah kemuliaan mereka dengan para sahabat Nabi Musa ‘alaihis salam. Tatkala Nabi Musa mengajak mereka untuk beriman, mereka mengatakan,

يَا مُوسَى لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى نَرَى اللهَ جَهْرَةً
“Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas”. (QS. Al-Baqarah : 55).

Demikian pula ketika mereka diajak berjuang di jalan Allah, mereka berkata kepada Nabi Musa ‘alaihis salam,
يَا مُوْسَى إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوْا فِيْهَا فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلاَ إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُوْنَ (24)
“… Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja”. (QS. Al-Maidah : 24).

Padahal orang-orang yang Allah Ta’ala ceritakan dalam ayat ini adalah 70 orang terbaik dari kaumnya Nabi Musa. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :
وَاخْتَارَ مُوْسَى قَوْمَهُ سَبْعِيْنَ رَجُلاً لِمِيْقَاتِنَا … (155)

“Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya”. (QS. Al-A’raaf : 155).

Ayat ini menunjukkan bahwa 70 orang ini adalah manusia terbaik dari Bani Israil dan manusia pilihan dari kaum Nabi Musa ‘alaihis salam. Akan tetapi, lihatlah sikap mereka kepada Nabinya, sampai-sampai Allah memberi teguran kepada mereka dengan bergetarnya bumi yang mereka pijak, sehingga Nabi Musa pun berkata kepada Allah Ta’ala,
أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاءُ مِنَّا (155)
“Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang berakal di antara kami?” (QS. Al-A’raaf : 155).

Nabi Musa ‘alaihis salam menyebut mereka sebagai orang-orang yang  kurang akal (bodoh), sekali pun mereka adalah orang-orang pilihan dari kaumnya. Lantas, bagaimana menurut Anda dengan orang-orang yang bersama Nabi Musa, yang bukan pilihan?
Tentang penghormatan para sahabat radhiyallahu ‘anhum kepada Nabi ﷺ, kita tidak akan mendapatkan bandingannya selama-lamanya. Bagaimana mereka menundukkan pandangannya dan memelankan suara di hadapan Nabi ﷺ. Demikian pula bagaimana mereka begitu semangat meraih berkah dari riak dan sisa air wudhu Nabi ﷺ, sampai mereka berebut.
Kaum muslimin rahimakumullah, perlu kami ingatkan bahwa mengambil berkah dari riak dan air bekas wudhu ini hanya berlaku bagi Nabi ﷺ dan tidak berlaku pada orang lain. Tidak diperbolehkan seorang muslim mengambil berkah dari riak, sisa air wudhu atau sisa air minum ulama, kyai atau ustadznya. Oleh karena itu suatu kekeliruan jika para santri berebut sisa air minum kyainya karena dianggap ada berkah khusus pada minumannya. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita ke jalan yang lurus.

Kemuliaan Hati Para Sahabat
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ , maka Nabi ﷺ mengutus seseorang untuk bertanya kepada para istri beliau.
Mereka menjawab, “Kami hanya punya air.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa berkenan menerima orang ini sebagai tamunya?” Maka seorang laki-laki dari Anshar (yakni Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu) mengatakan, “Saya bersedia”. Lalu dia pulang membawa tamunya ke rumah. Dia berkata kepada istrinya, “Muliakanlah tamu Rasulullah ﷺ”. Istrinya berkata, “Tapi kita tidak mempunyai makanan apa pun selain makanan anak-anak.”
Laki-laki itu berkata kepada istrinya, “Siapkan makanan, nyalakan lampu, tidurkanlah anak-anakmu jika kami hendak makan malam.” Maka istrinya menyiapkan makanan, menyalakan lampu, dan menidurkan anak-anaknya.
Kemudian istrinya berdiri seolah-olah hendak memperbaiki lampunya, namun justru memadamkannya. Lalu laki-laki itu bersama istrinya menampakkan kepada tamunya bahwa mereka berdua juga ikut makan (padahal tidak makan). Di malam itu, keduanya bermalam dalam keadaan menahan lapar.
Di pagi hari, laki-laki itu berangkat kepada Rasulullah ﷺ. Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Tadi malam Allah takjub kepada perbuatan kalian berdua. Maka Allah Ta’ala menurunkan (firman-Nya):

وَيُؤْثِرُوْنَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوْقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang orang yang beruntung”. (QS.  Al-Hasyr : 9). (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3798 dan Muslim, no. 2054)

Kedermawanan dan sifat mulia ini bukan hanya milik beberapa orang saja. Namun inilah sifat para sahabat Nabi ﷺ .

Penulis: Muhaimin Ashuri - Muslim 

Haram Menyambung Rambut (Cemara) (1)

Di posting Oleh Fukuyama Masandhy


Asma’ r.a. berkata : Seorang wanita datang kepada Nabi bertanya : Ya Rasulullah, putriku terkena penyakit panas (gabak), sehingga rontok rambutnya dan kini ia akan saya kawinkan, apakah boleh saya sambung rambutnya? Jawab Nabi : Allah melaknat orang perempuan yang menyambung rambutnya dan yang disambung, dan yang minta di sambung. (HR. Buchary dan Muslim).

Juga hadits dari ‘Aisyah seperti yang di atas ini.
----------------------
Tarjamah RIADHUS SHALIHIN II, Salim Bahreisy, Penerbit PT Alma’arif Bandung, Cetakan keempat 1979, halaman 496.