Wednesday, August 28, 2013

Fotografer dan Wisatawan Memburu Fashion Carnaval Jember

Di posting Oleh traveling-indo






Jember, Dynand Fariz, Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) mengatakan JFC akan mengekspresikan kekayaan budaya nusantara dan internasional melalui penciptaan sebuah maha karya busana yang unik dan spektakuler.

JFC XII mengambil tema utama "Artechsion (Art meet Technology and Illusion)" digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (25/8/2013).

"Ada 10 tema defile. Salah satu kekayaan budaya nusantara menjadi tema defile JFC XII yakni Betawi dan sembilan defile lainnya yakni Tibet, Bamboo, Artdeco, Octopus, Canvas, Tribe, Beetle, Spider dan Venice," katanya.

Menurut Fariz, sebanyak 750 peserta berlenggak-lenggok di catwalk sepanjang 3,6 kilometer dari alun-alun kota Jember menuju ke Gedung Olahraga (GOR) Kaliwates Jember dengan menggunakan busana yang unik.

"Ratusan peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan umum akan di percaya memeriahkan acara JFC yang merupakan agenda tahunan yang sudah menjadi kegiatan Pemkab Jember," kata peraih pengharhaan tokoh industri kreatif itu.

Berbeda dengan karnaval mode pada umumnya, dalam JFC busana yang digunakan oleh peserta merupakan hasil rancangan sendiri, dibuat dengan dana sendiri, dan diperagakan sendiri, sehingga masing-masing peserta harus berpikir kreatif untuk menciptakan busana yang unik dan spektakuler sesuai dengan tema defile.
"JFC merupakan karnaval terbaik Indonesia yang menduduki peringkat keempat untuk karnaval terunik dan terheboh di dunia, setelah Mardi Grass di Amerika Serikat, Rio De Janeiro Brazil, dan The Fastnacht di Jerman," paparnya.

Rangkaian kegiatan JFC tahun ini diselenggarakan 20-25 Agustus 2013 yang dikemas dalam "JFC International Event 2013" yang dimulai dengan Panting Exhibition, Photo Exhibition, Kuliner, JFC Kids, Artwear, dan puncaknya Grand Carnival yang digelar Minggu (25/8/2013).

Acara JFC XII tersebut diabadikan oleh sekitar 2.404 fotografer dari berbagai media dan pecinta fotografi lokal, nasional dan internasional. Bahkan sejumlah wisatawan mancanegara terlihat hadir dalam acara tersebut. Presiden Jember Fashion Carnaval.

Tuesday, August 27, 2013

Peresmian KNIA belum jelas

Di posting Oleh traveling-indo


MEDAN - Peresmian Bandar Udara Kualanamu Internasioanal Airport (KNIA), belum dapat dipastikan karena masih melihat perkembangan kesiapan dan kemajuan pembangunan infrastruktur transporatsi udara itu.


"Belum dapat di pastikan kapan peresmiannya karena akan dilihat dari kesiapan bandara," kata Wakil Gubernur Sumut Erry Nuradi.

Itu disampaikan Erry Nuradi ketika dipertanyakan tentang persiapan yang akan dilakukan terkait rencana peresmian Bandara Kualanamu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 September 2013.

Menurut Wagub, pihaknya memang sudah mendapatkan informasi jika Presiden Yudhoyono akan meresmikan bandara yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang tersebut.

Namun, kemungkinan rencana peresmian yang dijadwalkan pada 9 September itu akan diundur karena masih menunggu perkembangan terakhir dari proses penyelesaian berbagai infrastruktur pendukung Bandara Kualanamu.

Selain itu, dibutuhkan juga kesiapan waktu dari Presiden Yudhoyono untuk meresmikan infrastruktur transportasi udara pengganti Bandara Polonia Medan tersebut. "Sudah diinformasikan akan diresmikan, namun tanggalnya nanti dilihat dari kondisi terakhir," katanya.

Pemprov Sumut dan seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan Bandara Kualanamu sedang berupaya mempercepat penyelesaian itu dengan mendorong pembebasan lahan yang dibutuhkan. Dari laporan terakhir, kemajuan pembebasan lahan itu telah mengalami kemajuan signifikan. "Tidak sampai satu persen lagi (yang belum dibebaskan),teknis pembangunannya berada di Balai Besar Jalan Nasional," katanya.

3 Tablet yang Tepat Dibawa Berwisata

Di posting Oleh traveling-indo


Berwisata akan terasa lebih nyaman jika barang yang kita bawa tidak terlalu berat dan banyak. Banyak dari pelancong yang tetap ingin membawa perangkat elektronik untuk hiburan selingan. Kini, teknologi telah mempermudah hal itu.



Berikut 3 Tablet yang tepat untuk dibawa saat berwisata
1. Sony Xperia Tablet Z
Sony sepertinya sudah mantap membuat perangkat yang tahan kondisi ekstrim. Tablet anti-pasir ini dibangun dengan layar 10 inci yang memilki rasio HD tapi tetap tipis. Tablet ini juga tahan air.  Ini berarti, jika pelancong memilih wisata air, tidak perlu khawatir dengan tablet-nya. Selain tangguh, tablet Android ini dilengkapi dengan kamera depan dan belakang, GPS, dan memori 16GB.
2. Google Nexus 7
Tablet buatan Asus untuk Google ini termasuk ke dalam tablet paling ringan di kelasnya. Meski sangat ringan, tablet ini bisa melakukan pekerjaan berat seperti bermain game dengan grafik tinggi. Dengan sistem the zippy quad-core processor, tablet ini mampu bekerja dengan sangat cepat dan multi-tasking. Baterainya bisa bertahan hingga 7 jam.
Tablet ini dibangun dengan layar 7 inci dan 1.200 piksel panel LCD. Memorinya hingga 16 GB. Selain itu, tablet ini juga dibangun dengan Wi-Fi dengan koneski 4G. Bagi wisatwan bisnis dan penggemar game, tablet ini jelas memberikan keuntungan.
3. Kindle Fire HD
 Tablet ini memiliki layar 7 inci, memang tidak seramping Google Nexus 7, tapi tetapi digemari. Dengan memori 16 GB, tablet ini cukup untuk menyimpan berbagai data.
Tablet ini dibangun dengan dual-core The Fire. Resolusi layarnya pun tidak tajam. Bahkan tidak ada koneksi GPS atau Wi-Fi. Namun, banyak pengguna yang nyaman dengan tablet ini. Bagi wisatawan yang ingin tetap hi-tech tapi tidak ribet, Kindle Fire HD adalah pilihan tepat.

Monday, August 26, 2013

Bandar Udara Internasional Kuala Namu

Di posting Oleh traveling-indo


Bandar Udara Internasional Kuala Namu adalah sebuah bandar udara untuk Kota Medan yang menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia yang telah berusia lebih dari 70 tahun.


Lokasinya merupakan bekas area perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa, terletak di Kuala Namu, Desa Beringin,Kabupaten Deli Serdang. Bandara Kuala Namu diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya. 
Bandara ini adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelahBandar Internasional Soekarno-Hatta. Bandara ini resmi beroperasi pada tanggal 25 Juli 2013.

Festival Danau Toba 2013 Digelar Lebih Semarak

Di posting Oleh traveling-indo


Festival Danau Toba(FDT) yang dahulu lebih dikenal dengan Pesta Danau Toba akan digelar untuk pertama kalinya pada tanggal 8-14 September 2013.Kami menyepakati, festival akan digelar setiap tahun pada minggu kedua bulan September. Masalah sebelumnya dengan Pesta Danau Toba adalah waktunya yang tak menentu sehingga belum bisa menjadi agenda rutin wisata,” kata Bupati Samosir, Mangindar Simbolon saat berkunjung ke Redaksi Kompas di Jakarta, Senin (5/8/2013).



 Festival ini akan dikemas secara spektakuler dengan menampilkan potensi budaya, alam, dan olahraga yang ada di Kawasan Danau Toba dan akan melibatkan 11 kabupaten/kota yang terdapat di sekitar Danau Toba,
FDT 2013 diisi kegiatan seni budaya, tradisi, dan olahraga. Untuk bidang olahraga, digelar lomba perahu naga dengan peserta dari Malaysia, Thailand, Singapura, dan Indonesia serta lomba renang di Danau Toba dan mengelilingi Pulau Samosir sepanjang 187 kilometer. Renang mengelilingi pulau itu akan jadi yang pertama di Indonesia serta untuk memecahkan rekor dunia.
Untuk seni budaya, ujar musisi Rizaldi Siagian, akan ditampilkan beragam kesenian dari 11 daerah di sekitar Danau Toba di panggung yang disebut Heritage.
Alat musik perkusi khas Batak/Toba, gondang, juga akan dimuliakan dengan disandingkan beragam alat musik sejenis dari sejumlah negara dan daerah. Musisi dari Amerika Serikat, Afrika Barat, Myanmar, Jepang, dan Bali sudah bersedia tampil di FDT 2013. FDT pun diharapkan kian semarak.

Tiga Restoran Indonesia Terbaik di Asia

Di posting Oleh traveling-indo


Indonesia menempatkan tiga restoran dalam jajaran 101 restoran terbaik Asia versi situs kuliner The Daily Meal. Penilaian didasarkan pada kesempuranaan sajian dari restoran-restroran tersebut.
"Kami memilih tempat yang dikenal karena melakukan sesuatu yang benar-benar sempurna," kata Colman Andrews, direktur editorial The Daily Meal sebagaimana dilansir situs BBC, Kamis, 16 Mei 2013.




Tiga restoran asal Indonesia tersebut adalah Mozaic (Bali), Restoran Padang Garuda (Jakarta),  dan Baan Arya (Pulau Bintan). Mozaic berada di peringat 64. Padang Garuda berada di peringkat 79 dan Baan Arya diperingkat 101.

Khusus untuk Baan Arya, Andrews memiliki penilaian sendiri. "Kami juga mempertimbangkan restoran yang menghidangkan makanan dari negara Asia lain dan kami menemukan makanan Thailand yang luar biasa di Baan Aarya, serta Sushi Oyama di Shanghai," kata Andrews.

Restoran Cina mendominasi lima bersar daftar ini. Restoran Din Tai Fung (Taiwan),  Duck de Chine (Beijing), dan Green T. House (Beijing),  Temple Restaurant (Beijing), serta Capital M (Beijing) merupakan lima teratas.  Duck de Chine berada di urutan kedua karena hidangannya yang terkenal, bebek Peking. Green T. House dikenal karena gaya nouvele couisine.

Temple Restaurant pun masuk karena menggunakan gaya ruang makan modern yang menyajikan makanan Eropa. Capital M menggunakan gaya couisine dengan pemandangan bagunan the Forbidden City dan Tiananmen Square.

"Kami merasa Shanghai selama beberapa waktu memiliki reputasi yang baik sebagai kota restoran berkat sajian hidangan regional yang beragam dan munculnya para chef selebriti dari Barat, tapi Beijing perlahan mulai menyusul," kata Andrews.

Andrews mengatakan daftar disusun berdasarkan penilaian para kritikus dan penulis kuliner serta warga asing yang sudah lama menetap di Asia. Mereka juga mempertimbangkan kualitas makanan, gaya, harga, dan popularitas.

Restoran lain yang masuk dalam daftar tersebut antara lain berasal dari India, Kamboja, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand dan Vietnam.