Wednesday, August 28, 2013

Fotografer dan Wisatawan Memburu Fashion Carnaval Jember

Di posting Oleh traveling-indo






Jember, Dynand Fariz, Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) mengatakan JFC akan mengekspresikan kekayaan budaya nusantara dan internasional melalui penciptaan sebuah maha karya busana yang unik dan spektakuler.

JFC XII mengambil tema utama "Artechsion (Art meet Technology and Illusion)" digelar di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (25/8/2013).

"Ada 10 tema defile. Salah satu kekayaan budaya nusantara menjadi tema defile JFC XII yakni Betawi dan sembilan defile lainnya yakni Tibet, Bamboo, Artdeco, Octopus, Canvas, Tribe, Beetle, Spider dan Venice," katanya.

Menurut Fariz, sebanyak 750 peserta berlenggak-lenggok di catwalk sepanjang 3,6 kilometer dari alun-alun kota Jember menuju ke Gedung Olahraga (GOR) Kaliwates Jember dengan menggunakan busana yang unik.

"Ratusan peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan umum akan di percaya memeriahkan acara JFC yang merupakan agenda tahunan yang sudah menjadi kegiatan Pemkab Jember," kata peraih pengharhaan tokoh industri kreatif itu.

Berbeda dengan karnaval mode pada umumnya, dalam JFC busana yang digunakan oleh peserta merupakan hasil rancangan sendiri, dibuat dengan dana sendiri, dan diperagakan sendiri, sehingga masing-masing peserta harus berpikir kreatif untuk menciptakan busana yang unik dan spektakuler sesuai dengan tema defile.
"JFC merupakan karnaval terbaik Indonesia yang menduduki peringkat keempat untuk karnaval terunik dan terheboh di dunia, setelah Mardi Grass di Amerika Serikat, Rio De Janeiro Brazil, dan The Fastnacht di Jerman," paparnya.

Rangkaian kegiatan JFC tahun ini diselenggarakan 20-25 Agustus 2013 yang dikemas dalam "JFC International Event 2013" yang dimulai dengan Panting Exhibition, Photo Exhibition, Kuliner, JFC Kids, Artwear, dan puncaknya Grand Carnival yang digelar Minggu (25/8/2013).

Acara JFC XII tersebut diabadikan oleh sekitar 2.404 fotografer dari berbagai media dan pecinta fotografi lokal, nasional dan internasional. Bahkan sejumlah wisatawan mancanegara terlihat hadir dalam acara tersebut. Presiden Jember Fashion Carnaval.

Tuesday, August 27, 2013

Peresmian KNIA belum jelas

Di posting Oleh traveling-indo


MEDAN - Peresmian Bandar Udara Kualanamu Internasioanal Airport (KNIA), belum dapat dipastikan karena masih melihat perkembangan kesiapan dan kemajuan pembangunan infrastruktur transporatsi udara itu.


"Belum dapat di pastikan kapan peresmiannya karena akan dilihat dari kesiapan bandara," kata Wakil Gubernur Sumut Erry Nuradi.

Itu disampaikan Erry Nuradi ketika dipertanyakan tentang persiapan yang akan dilakukan terkait rencana peresmian Bandara Kualanamu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 September 2013.

Menurut Wagub, pihaknya memang sudah mendapatkan informasi jika Presiden Yudhoyono akan meresmikan bandara yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang tersebut.

Namun, kemungkinan rencana peresmian yang dijadwalkan pada 9 September itu akan diundur karena masih menunggu perkembangan terakhir dari proses penyelesaian berbagai infrastruktur pendukung Bandara Kualanamu.

Selain itu, dibutuhkan juga kesiapan waktu dari Presiden Yudhoyono untuk meresmikan infrastruktur transportasi udara pengganti Bandara Polonia Medan tersebut. "Sudah diinformasikan akan diresmikan, namun tanggalnya nanti dilihat dari kondisi terakhir," katanya.

Pemprov Sumut dan seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan Bandara Kualanamu sedang berupaya mempercepat penyelesaian itu dengan mendorong pembebasan lahan yang dibutuhkan. Dari laporan terakhir, kemajuan pembebasan lahan itu telah mengalami kemajuan signifikan. "Tidak sampai satu persen lagi (yang belum dibebaskan),teknis pembangunannya berada di Balai Besar Jalan Nasional," katanya.

3 Tablet yang Tepat Dibawa Berwisata

Di posting Oleh traveling-indo


Berwisata akan terasa lebih nyaman jika barang yang kita bawa tidak terlalu berat dan banyak. Banyak dari pelancong yang tetap ingin membawa perangkat elektronik untuk hiburan selingan. Kini, teknologi telah mempermudah hal itu.



Berikut 3 Tablet yang tepat untuk dibawa saat berwisata
1. Sony Xperia Tablet Z
Sony sepertinya sudah mantap membuat perangkat yang tahan kondisi ekstrim. Tablet anti-pasir ini dibangun dengan layar 10 inci yang memilki rasio HD tapi tetap tipis. Tablet ini juga tahan air.  Ini berarti, jika pelancong memilih wisata air, tidak perlu khawatir dengan tablet-nya. Selain tangguh, tablet Android ini dilengkapi dengan kamera depan dan belakang, GPS, dan memori 16GB.
2. Google Nexus 7
Tablet buatan Asus untuk Google ini termasuk ke dalam tablet paling ringan di kelasnya. Meski sangat ringan, tablet ini bisa melakukan pekerjaan berat seperti bermain game dengan grafik tinggi. Dengan sistem the zippy quad-core processor, tablet ini mampu bekerja dengan sangat cepat dan multi-tasking. Baterainya bisa bertahan hingga 7 jam.
Tablet ini dibangun dengan layar 7 inci dan 1.200 piksel panel LCD. Memorinya hingga 16 GB. Selain itu, tablet ini juga dibangun dengan Wi-Fi dengan koneski 4G. Bagi wisatwan bisnis dan penggemar game, tablet ini jelas memberikan keuntungan.
3. Kindle Fire HD
 Tablet ini memiliki layar 7 inci, memang tidak seramping Google Nexus 7, tapi tetapi digemari. Dengan memori 16 GB, tablet ini cukup untuk menyimpan berbagai data.
Tablet ini dibangun dengan dual-core The Fire. Resolusi layarnya pun tidak tajam. Bahkan tidak ada koneksi GPS atau Wi-Fi. Namun, banyak pengguna yang nyaman dengan tablet ini. Bagi wisatawan yang ingin tetap hi-tech tapi tidak ribet, Kindle Fire HD adalah pilihan tepat.

Monday, August 26, 2013

Bandar Udara Internasional Kuala Namu

Di posting Oleh traveling-indo


Bandar Udara Internasional Kuala Namu adalah sebuah bandar udara untuk Kota Medan yang menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia yang telah berusia lebih dari 70 tahun.


Lokasinya merupakan bekas area perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa, terletak di Kuala Namu, Desa Beringin,Kabupaten Deli Serdang. Bandara Kuala Namu diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya. 
Bandara ini adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelahBandar Internasional Soekarno-Hatta. Bandara ini resmi beroperasi pada tanggal 25 Juli 2013.

Festival Danau Toba 2013 Digelar Lebih Semarak

Di posting Oleh traveling-indo


Festival Danau Toba(FDT) yang dahulu lebih dikenal dengan Pesta Danau Toba akan digelar untuk pertama kalinya pada tanggal 8-14 September 2013.Kami menyepakati, festival akan digelar setiap tahun pada minggu kedua bulan September. Masalah sebelumnya dengan Pesta Danau Toba adalah waktunya yang tak menentu sehingga belum bisa menjadi agenda rutin wisata,” kata Bupati Samosir, Mangindar Simbolon saat berkunjung ke Redaksi Kompas di Jakarta, Senin (5/8/2013).



 Festival ini akan dikemas secara spektakuler dengan menampilkan potensi budaya, alam, dan olahraga yang ada di Kawasan Danau Toba dan akan melibatkan 11 kabupaten/kota yang terdapat di sekitar Danau Toba,
FDT 2013 diisi kegiatan seni budaya, tradisi, dan olahraga. Untuk bidang olahraga, digelar lomba perahu naga dengan peserta dari Malaysia, Thailand, Singapura, dan Indonesia serta lomba renang di Danau Toba dan mengelilingi Pulau Samosir sepanjang 187 kilometer. Renang mengelilingi pulau itu akan jadi yang pertama di Indonesia serta untuk memecahkan rekor dunia.
Untuk seni budaya, ujar musisi Rizaldi Siagian, akan ditampilkan beragam kesenian dari 11 daerah di sekitar Danau Toba di panggung yang disebut Heritage.
Alat musik perkusi khas Batak/Toba, gondang, juga akan dimuliakan dengan disandingkan beragam alat musik sejenis dari sejumlah negara dan daerah. Musisi dari Amerika Serikat, Afrika Barat, Myanmar, Jepang, dan Bali sudah bersedia tampil di FDT 2013. FDT pun diharapkan kian semarak.

Tiga Restoran Indonesia Terbaik di Asia

Di posting Oleh traveling-indo


Indonesia menempatkan tiga restoran dalam jajaran 101 restoran terbaik Asia versi situs kuliner The Daily Meal. Penilaian didasarkan pada kesempuranaan sajian dari restoran-restroran tersebut.
"Kami memilih tempat yang dikenal karena melakukan sesuatu yang benar-benar sempurna," kata Colman Andrews, direktur editorial The Daily Meal sebagaimana dilansir situs BBC, Kamis, 16 Mei 2013.




Tiga restoran asal Indonesia tersebut adalah Mozaic (Bali), Restoran Padang Garuda (Jakarta),  dan Baan Arya (Pulau Bintan). Mozaic berada di peringat 64. Padang Garuda berada di peringkat 79 dan Baan Arya diperingkat 101.

Khusus untuk Baan Arya, Andrews memiliki penilaian sendiri. "Kami juga mempertimbangkan restoran yang menghidangkan makanan dari negara Asia lain dan kami menemukan makanan Thailand yang luar biasa di Baan Aarya, serta Sushi Oyama di Shanghai," kata Andrews.

Restoran Cina mendominasi lima bersar daftar ini. Restoran Din Tai Fung (Taiwan),  Duck de Chine (Beijing), dan Green T. House (Beijing),  Temple Restaurant (Beijing), serta Capital M (Beijing) merupakan lima teratas.  Duck de Chine berada di urutan kedua karena hidangannya yang terkenal, bebek Peking. Green T. House dikenal karena gaya nouvele couisine.

Temple Restaurant pun masuk karena menggunakan gaya ruang makan modern yang menyajikan makanan Eropa. Capital M menggunakan gaya couisine dengan pemandangan bagunan the Forbidden City dan Tiananmen Square.

"Kami merasa Shanghai selama beberapa waktu memiliki reputasi yang baik sebagai kota restoran berkat sajian hidangan regional yang beragam dan munculnya para chef selebriti dari Barat, tapi Beijing perlahan mulai menyusul," kata Andrews.

Andrews mengatakan daftar disusun berdasarkan penilaian para kritikus dan penulis kuliner serta warga asing yang sudah lama menetap di Asia. Mereka juga mempertimbangkan kualitas makanan, gaya, harga, dan popularitas.

Restoran lain yang masuk dalam daftar tersebut antara lain berasal dari India, Kamboja, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand dan Vietnam.

Monday, May 20, 2013

Pesona Alam Air Terjun Dua Warna


Di Sumatera Utara terdapat sebuah pesona alam yang sangat mengagumkan yakni Air Terjun Dua Warna atau ada juga yang menyebutnya dengan Air Terjun Telaga Biru yang terletak di Ds. Durin Sirugun, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang, Sumut yang berada tepat di kaki Gunung Sibayak. Jika ditempuh dari kota Medan ke Sibolangit sekitar  ±75 km. Dari lokasi bumi perkemahan Sibolangit menuju ke area air terjun membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam perjalanan.

Air terjun dua warna yang berada di Sibolangit,  Sumatera Utara ini memiliki keindahan yang mana terletak pada air yang jatuh dari atas berwarna putih sedikit abu-abu, namun ketika air yang jatuh tersebut berada di bawah tidak berwarna putih melainkan biru. Hal tersebut terjadi, karena terdapat kandungan belerang dan phosfor yang dapat menyebabkan air yang jatuh dengan air yang berada di bawah memiliki warna berbeda, sehingga para pengunjung dilarang untuk meminumnya. Dengan kombinasi air terjun dua warna tersebut, membuat tampilan pemandangan alam air terjun semakin mempesona dan menakjubkan. Air terjun ini bersumber dari Gunung Sibayak.

Untuk dapat mencapai area air terjun dengan ketinggian ±100 meter memerlukan perjuangan keras, berangkat dari pintu utama Sibolangit, para pengunjung harus berjalan kaki dengan melewati hutan yang lebat sekitar 2 hingga 3 jam. 
Ketika melalui jalan setapak di dalam hutan menuju area air terjun dua warna, terdapat petunjuk arah jalan yang sengaja dipasang oleh pengelola untuk memudahkan para pengunjung menemukan area air terjun tersebut. Namun apabila pengunjung takut tersesat, pengunjung dapat menyewa pemandu wisata lokal yang berada disana dengan tarif antara 100 ribu rupiah sampai dengan 300 ribu rupiah.
 
Jalur yang dilalui memang tidak semulus seperti jalan raya kota, terdapat tanjakan, turunan hingga harus melewati satu sungai kecil. Namun setelah melalui perjalanan yang begitu ekstrem, rasa lelah, capek, dan pegal akan hilang dengan menyaksikan pesona alam air terjun dua warna tersebut.

Area air terjun yang terletak pada ketinggian 1.270 meter dari permukaan laut ini sebagian besar pengunjung berasal dari etnis Tionghoa, dikarenakan mereka mempercayai bahwa bila sesudah mengunjungi tempat ini mitosnya akan menambah keberuntungan mereka. Di sekitar air terjun dua warna tersebut terdapat prasasti yang mana dibuat untuk mengenang seorang wisatawan yang pernah meninggal di kawasan air terjun. Para pengunjung juga dapat mendirikan tenda untuk berkemah di sekitar kawasan air terjun dua warna sambil menikmati pesona alam dari air terjun itu sendiri.

Pesona Alam Pantai Lagundri


Pantai Lagundri merupakan salah satu pantai yang terdapat di Indonesia yang cocok bagi penggemar peselancar air atau surfing selain Pantai Sorake yang merupakan pantai yang terletak tidak jauh dari Pantai Lagundri. Pantai Lagundri terletak di sebuah laguna yang mana berdekatan dengan Pantai Sorake yang hanya memiliki jarak sekitar 13 km ke arah selatan Teluk Dalam, Kab. Nias Selatan yang berada di Sumatera Utara, sedangkan jarak antara Pantai Sorake dengan Pantai Lagundri hanya 2 km.

Pantai Lagundri memiliki daya tarik tersendiri yakni pada ombaknya yang tergolong besar sehingga memberikan tantangan bagi para peselancar lokal maupun mancanegara. Ombak di Pantai Lagundri dapat mencapai ketinggian hingga 7-10 meter dengan 5 level berbeda dan memiliki panjang dengan jangkauan 200 meter. Yang menjadi daya tarik tersendiri dari pantai Lagundri yakni ketika bulan purnama yang mana ombak pada saat bulan purnama sangat ekstrem sehingga menjadi idaman para peselancar.
Tidak kalah dengan pantai Sorake, pantai ini juga sering kali diadakan kejuaraan selancar air mulai dari tingkat nasional hingga internasional, salah satu kejuaraan yang pernah diadakan di Pantai lagundri yakni “Nias Open” yang mana didominasi oleh surfer asal Australia. Selain ombak yang terdapat di Pantai Lagundri sangat terkenal, pemandangan alam di sekitar pantai Lagundri juga memberikan daya tarik yang akan membuat mata kita cerah ketika menjelanng petang dengan pemandangan langit dengan warna kemerahan di sebelah barat dipadu dengan ombak yang mendukung keindahan pantai lagundri semakin mengesankan dan cocok bagi anda yang memiliki hobi fotografi.

Biasanya para wisatawan mengunjungi Pantai Lagundri pada antara bulan April hingga September, dikarenakan sekitar bulan-bulan tersebut ombak di Pantai Lagundri berada pada titik maksimal. Selain itu, di sekitar pantai Lagundri juga disediakan tempat penginapan yang terletak di bibir pantai ini dengan tarif sekitar ≥ ­Rp 80.000/malam. Bila anda ingin menginap di hotel juga tersedia Sorake Beach Hotel.
Untuk menuju ke lokasi Pantai Lagundri, dari Gunung Sitoli ke Pantai Sorake dan Pantai Lagundri tersedia dua jalur, yang pertama melalui Lahewa diteruskan ke Pulau Nias hingga menuju Teluk Dalam dan yang kedua dengan menyusuri kota-kota atau kecamatan seperti misalnya Bawolato, Idanogawo, Gido, dan Lahusa dengan waktu tempuh ± 3 jam.

Bagi yang hobi foto-foto atau fotografi, jangan lupa untuk membawa kamera dengan teropong lensa binocular untuk mengabadikan moment para peselancar dalam menaklukkan ombak yang dahsyat.

Keindahan Ombak Di Pantai Sorake


Pantai Sorake merupakan pantai yang terletak di desa Botohilitano yang berada di kecamatan Teluk Dalam, tepatnya di Kabupaten Nias Propinsi Sumatera Utara. Jarak pulau yang bernama pulau Nias ini berada pada sekitar 125 km dari P.Sumatera. Letak Pantai Sorake memang berada agak terpencil, namun pantai tersebut memiliki keindahan yang mengagumkan khususnya bagi para peselancar yang sangat tertantang ketika mendapati sebuah pantai dengan ombak yang cukup dapat memberikan tantangan, karena di pantai Sorake terkenal dengan ombaknya yang dapat dinikmati secara menantang bagi peselancar.
Keindahan Ombak di Pantai Sorake hampir memiliki kesamaan dengan pantai yang terletak tidak jauh dari pantai Sorake yakni Pantai Lagundri, Pantai Sorake ini dikenal oleh peselancara karena ombak yang dimiliki pantai Sorake tergolong besar. Ombak di Pantai Sorake merupakan salah satu ombak terbaik setelah pantai Hawaii. Ketinggian ombak di pantai Sorake mencapai 3-5 Meter tingginya yang mana dengan ombak yang setinggi itu menjadi tantangan bagi para peselancar. Selain itu, ombak di pantai Sorake memiliki 5 level yang mana tidak terdapat di pantai-pantai yang lainnya.
Di pantai Sorake para peselancar dapat berselancar dengan jangkauan 200 meter jauhnya, karena ombak yang terdapat di pantai Sorake memiliki karakteristik besar dan panjang, hal itu dikarenakan pantai sorake langsung berhadapan dengan Samudera Hindia. Keistimewaan lain yang dimiliki pantai ini yakni ombaknya tetap stabil meskipun arah mata angin berubah-ubah atau air laut mengalami pasang surut, ombak tersebut 
tetap tergolong besar.

Jangan membayangkan untuk bermain pasir seperti pasir putih yang terdapat di pantai lain, karena tepian pantai ini merupakan batu-batu karang yang berserakan disana sini. Akan tetapi karena batu-batu itulah yang membuat ombak di pantai ini tergolong besar. Selain itu di Pantai Sorake ini telah terkenal di seluruh penjuru dunia yang mana sering diadakan kejuaraan internasional bagi peselancar-peselancar professional.

Bila anda ingin berkunjung ke Pantai Sorake, lebih baik berkunjung antara bulan Juni dan Juli, karena pada bulan tersebut ombak di pantai ini sedang berada pada titik maksimal. Dan untuk menuju ke pantai Sorake dapat ditempuh melalui jalur udara yang berlokasi di Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Nias dan dilanjutkan melalui jalur darat ke Teluk Dalam yang membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Selain itu dapat juga ditempuh melalui jalur laut dengan menaiki kapal fery dari pelabuhan kota sibolga ke dermaga kapal yang berada di Gunung Sitoli dengan waktu tempuh sekitar 12 jam, selanjutnya harus perjalanan darat ke Teluk Dalam.

Wednesday, May 1, 2013

MALIOBORO Menyusuri Jalan Karangan Bunga dan Surga Cinderamata di Jantung Kota Jogja

Malioboro Malioboro

MALIOBORO

Alamat: Jl. Malioboro, Yogyakarta, Indonesia

Berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti karangan bunga, Malioboro menjadi kembang yang pesonanya mampu menarik wisatawan. Tak hanya sarat kisah dan kenangan, Malioboro juga menjadi surga cinderamata di jantung Kota Jogja.

MalioboroMatahari bersinar terik saat ribuan orang berdesak-desakan di sepanjang Jalan Malioboro. Mereka tidak hanya berdiri di trotoar namun meluber hingga badan jalan. Suasana begitu gaduh dan riuh. Tawa yang membuncah, jerit klakson mobil, alunan gamelan kaset, hingga teriakan pedagang yang menjajakan makanan dan mainan anak-anak berbaur menjadi satu. Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya rombongan kirab yang ditunggu pun muncul. Diawali oleh Bregada Prajurit Lombok Abang, iring-iringan kereta kencana mulai berjalan pelan. Kilatan blitz kamera dan gemuruh tepuk tangan menyambut saat pasangan pengantin lewat. Semua berdesakan ingin menyakasikan pasangan GKR Bendara dan KPH Yudhanegara yang terus melambaikan tangan dan menebarkan senyum ramah.
Itulah pemandangan yang terlihat saat rombongan kirab pawiwahan ageng putri bungsu Sultan Hamengku Buwono X lewat dari Keraton Yogyakarta menuju Bangsal Kepatihan. Ribuan orang berjejalan memenuhi Jalan Malioboro yang membentang dari utara ke selatan. Dalam bahasa Sansekerta, malioboro berarti jalan karangan bunga karena pada zaman dulu ketika Keraton mengadakan acara, jalan sepanjang 1 km ini akan dipenuhi karangan bunga. Meski waktu terus bergulir dan jaman telah berubah, posisi Malioboro sebagai jalan utama tempat dilangsungkannya aneka kirab dan perayaan tidak pernah berubah. Hingga saat ini Malioboro, Benteng Vredeburg, dan Titik Nol masih menjadi tempat dilangsungkannya beragam karnaval mulai dari gelaran Jogja Java Carnival, Pekan Budaya Tionghoa, Festival Kesenian Yogyakarta, Karnaval Malioboro, dan masih banyak lainnya.
Malioboro
Sebelum berubah menjadi jalanan yang ramai, Malioboro hanyalah ruas jalan yang sepi dengan pohon asam tumbuh di kanan dan kirinya. Jalan ini hanya dilewati oleh masyarakat yang hendak ke Keraton atau kompleks kawasan Indische pertama di Jogja seperti Loji Besar (Benteng Vredeburg), Loji Kecil (kawasan di sebelah Gedung Agung), Loji Kebon (Gedung Agung), maupun Loji Setan (Kantor DPRD). Namun keberadaan Pasar Gede atau Pasar Beringharjo di sisi selatan serta adanya permukiman etnis Tionghoa di daerah Ketandan lambat laun mendongkrak perekonomian di kawasan tersebut. Kelompok Tionghoa menjadikan Malioboro sebagai kanal bisnisnya, sehingga kawasan perdagangan yang awalnya berpusat di Beringharjo dan Pecinan akhirnya meluas ke arah utara hingga Stasiun Tugu.
Melihat Malioboro yang berkembang pesat menjadi denyut nadi perdagangan dan pusat belanja, seorang kawan berujar bahwa Malioboro merupakan baby talk dari "mari yok borong". Di Malioboro Anda bisa memborong aneka barang yang diinginkan mulai dari pernik cantik, cinderamata unik, batik klasik, emas dan permata hingga peralatan rumah tangga. Bagi penggemar cinderamata, Malioboro menjadi surga perburuan yang asyik. Berjalan kaki di bahu jalan sambil menawar aneka barang yang dijual oleh pedagang kaki lima akan menjadi pengalaman tersendiri. Aneka cinderamata buatan lokal seperti batik, hiasan rotan, perak, kerajinan bambu, wayang kulit, blangkon, miniatur kendaraan tradisional, asesoris, hingga gantungan kunci semua bisa ditemukan dengan mudah. Jika pandai menawar, barang-barang tersebut bisa dibawa pulang dengan harga yang terbilang murah.
Selain menjadi pusat perdagangan, jalan yang merupakan bagian dari sumbu imajiner yang menghubungkan Pantai Parangtritis, Panggung Krapyak, Kraton Yogyakarta, Tugu, dan Gunung Merapi ini pernah menjadi sarang serta panggung pertunjukan para seniman Malioboro pimpinan Umbu Landu Paranggi. Dari mereka pulalah budaya duduk lesehan di trotoar dipopulerkan yang akhirnya mengakar dan sangat identik dengan Malioboro. Menikmati makan malam yang romantis di warung lesehan sembari mendengarkan pengamen jalanan mendendangkan lagu "Yogyakarta" milik Kla Project akan menjadi pengalaman yang sangat membekas di hati.
Malioboro adalah rangkaian sejarah, kisah, dan kenangan yang saling berkelindan di tiap benak orang yang pernah menyambanginya. Pesona jalan ini tak pernah pudar oleh jaman. Eksotisme Malioboro terus berpendar hingga kini dan menginspirasi banyak orang, serta memaksa mereka untuk terus kembali ke Yogyakarta. Seperti kalimat awal yang ada dalam sajak Melodia karya Umbu Landu Paranggi "Cintalah yang membuat diriku betah sesekali bertahan", kenangan dan kecintaan banyak orang terhadap Malioboro lah yang membuat ruas jalan ini terus bertahan hingga kini.

Keterangan: Karnaval dan acara yang berlangsung di Kawasan Malioboro biasanya bersifat insidental dengan waktu pelaksanaan yang tidak menentu. Namun ada beberapa kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun seperti Jogja Java Carnival yang selalu dilaksanakan tiap bulan Oktober, Festival Kesenian Yogyakarta pada bulan Juni hingga Juli, serta Pekan Kebudayaan Tionghoa yang dilaksanakan berdekatan dengan perayaan tahun baru China (Imlek).

Tuesday, April 23, 2013

Rumah Adat Batak Karo

Di posting Oleh traveling-indo




Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan budaya adat istiadat,salah satunya adalah budaya adat Karo.Suku Karo terletak di Kabanjahe,Kabupaten Karo,salah satu Kabupaten di Sumatera utara,Indonesia.Kabupaten ini berlokasi di dataran tinggi Karo, Bukit Barisan Sumatera Utara. Terletak sejauh 77 km dari Kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Wilayah Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 sampai 1.400 meter di atas permukaan laut. Karena berada diketinggian tersebut, Tanah Karo Simalem, nama lain dari kabupaten ini mempunyai iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 sampai 17° C.



                                 Rumah Adat Batak Karo

Rumah adat Karo merupakan salah satu aset kebudayaan bangsa ini yang sebetulnya sangat berharga.Namun, sayang semakin hari semakin banyak masyarakat daerah yang memilih meninggalkan rumah adat dan beralih pada rumah biasa. Hanya sebagian daerah, keluarga  yang masih bertahan di rumah adat.Dan itupun dikarenakan mereka belum mampu untuk membangun rumah biasa/pribadi.

 Rumah adat ini dikenal juga sebagai rumah adat Siwaluh Jabu. Siwaluh Jabu memiliki pengertian sebuah rumah yang didiami delapan keluarga. Masing-masing keluarga memiliki peran tersendiri di dalam rumah tersebut.
1.       JABU BENA KAYU Merupakan tempat bagi keluarga simanteki Kuta/ Bangsa Taneh (keluarga yang pertama mendirikan Kuta). Jabu Bena Kayu juga disebut Jabu Raja, posisinya sebagai pimpinan seluruh anggota Jabu dalam sebuah Rumah Adat, berperan sebagai pengambil keputusan dan penanggung jawab (baik internal maupun eksternal) untuk segala permasalahan dan pelaksanaan adat menyangkut kepentingan rumah dan seisi penghuni rumah.  
  2.       JABU UJUNG  KAYU Merupakan tempat bagi Anak Beru (pihak perempuan/saudari) dari Jabu Bena Kayu. Jabu ujung  Kayu berperan untuk membantu Jabu Bena Kayu dalam menjaga keharmonisan seisi rumah dan mewakili Jabu Bena Kayu dalam menyampaikan perkataan atau nasehat-nasehatnya kepada setiap penghuni rumah. Dengan kata lain Jabu ujung  Kayu adalah pembantu utama dari Jabu Bena Kayu baik di dalam urusan dalam rumah maupun di dalam lingkup adat.   
3.      JABU LEPAR BENA  KAYU Merupakan tempat bagi pihak saudara dari Jabu Bena Kayu. Jabu Lepar Bena  Kayu disebut juga Jabu Sungkun-Sungkun Berita (Tempat bertanya Kabar/berita). Penghuni Jabu ini masih termasuk golongan bangsa taneh. Jabu Lepar Bena  Kayu berperan untuk mengawasi keadaan rumah dan keadaan Kuta (kampung) kemudian memberi  kabar kepada Jabu Bena Kayu. Jika ada permasalahan di dalam rumah atau di Kuta seperti terjadi pencurian atau akan terjadi perang,  maka Jabu Lepar Bena  Kayu harus menyelidikinya terlebih dahulu kemudian mengabarkannya kepada Jabu Bena Kayu. 
   4.      JABU LEPAR UJUNG KAYU Merupakan tempat bagi pihak Kalimbubu (Pihak dari Klan ibu) dari Jabu Bena Kayu. Penghuni Jabu ini sangat dihormati dan disegani karena kedudukannya sebagai Kalimbubu. Kalimbubu dalam masyarakat karo merupakan derajat tertinggi dalam struktur adat. Jabu Lepar Ujung Kayu disebut juga sebagai Jabu Simangan Minem (pihak yang makan dan minum). Jika Jabu Bena Kayu mengadakan pesta adat maka Jabu Lepar Ujung Kayu akan menduduki posisi yang terhormat, dia tidak ikut bekerja hanya hadir untuk makan dan minum.   
 5.       JABU SEDAPUREN BENA  KAYU Merupakan tempat bagi anak beru menteri dari Jabu Bena Kayu. Jabu Sedapuren Bena  Kayu juga disebut Jabu Peninggel-ninggel (Pihak yang mendengarkan).  Perannya adalah untuk mendengarkan segala pembicaraan di dalam suatu Runggu (musyawarah) para anggota Rumah Adat. Selain sebagai pihak pendengar, Jabu Sedapuren Bena  Kayu juga berperan sebagai saksi untuk berbagai kepentingan setiap anggota Rumah Adat, baik di lingkup rumah maupun di lingkup Kuta.

6.       JABU SEDAPUREN UJUNG  KAYU Merupakan tempat anak atau saudara dari dari penghuni Jabu Bena Kayu. Jabu ini disebut juga sebagai Jabu Arinteneng (yang memberi ketenangan). Posisinya diharapkan dapat menjadi penengah setiap permasalahan, memberikan ketenangan dan ketentraman bagi seluruh Jabu di Rumah Adat. Jabu arinteneng sering juga ditempati oleh Penggual atau Penarune (pemain musik tradisional, yang terkadang menghibur seisi rumah dengan alunan musiknya yang menentramkan..
 
 7.       JABU SEDAPUREN LEPAR BENA  KAYU Merupakan tempat bagi anak atau saudara penghuni Jabu Ujung Kayu. Jabu Sedapuren Lepar Bena  Kayu juga disebut Jabu Singkapuri Belo (penyuguh sirih). Jabu Sedapuren Lepar Bena  Kayu berperan dalam membantu Jabu Bena Kayu dalam menerima dan menjamu tamunya. Jabu Singkapuri Belo secara umum berperan sebagai penerima tamu keluarga di dalam sebuah Rumah Adat dan bertugas menyuguhkan sirih bagi setiap tamu keluarga yang menghuni Rumah Adat. 

   8.       JABU SEDAPUREN LEPAR UJUNG  KAYU Merupakan kedudukan bagi Guru (dukun/ tabib). Jabu Sedapuren Lepar Ujung  Kayu juga disebut  Jabu Bicara guru (yang mampu mengobati). Jabu Sedapuren Lepar Ujung  Kayu berperan sebagai penasehat spiritual bagi penghuni Jabu Bena Kayu, mengumpulkan ramuan-ramuan dari alam untuk pembuatan obat-obatan bagi seisi rumah, menilik hari baik dan buruk, menyiapkan pagar (tolak bala) bagi seisi rumah, selain itu dia juga berperan dalam pelaksanaan upacara terhadap leluhur (kiniteken pemena) dan upacara-upacara  yang menyangkut dengan kepercayaan pada masyarakat karo jaman dahulu.  Jadi Jabu Sedapuren Lepar Ujung  Kayu atau Jabu Bicara Guru berperan dalam hal pengobatan dan hal-hal yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat Karo pada jaman dahulu. 
Rumah Adat Karo sangat terkenal akan keindahan seni arsitekturnya yang khas, gagah dan kokoh dihiasi dengan ornamen-ornamennya yang kaya akan nilai-nilai filosofis. Bentuk, fungsi dan makna Rumah Adat Karo menggambarkan hubungan yang erat antara masyrakat Karo dengan sesamanya dan antara manusia dengan alam lingkungannya.  Pemilihan bahan untuk membangun Rumah Adat Karo serta proses pembangunannya yang tanpa menggunakan paku besi atau pengikat kawat, melainkan menggunakan pasak dan tali ijuk semakin menambah keunikan Rumah Adat Karo. Rumah adat Karo ini berbeda dengan rumah adat suku lainnya dan kekhasan itulah yang mencirikan rumah adat Karo. Bentuknya sangat megah diberi tanduk. Proses pendirian sampai kehidupan dalam rumah adat itu diatur oleh adat Karo, dan karena itulah disebut rumah adat. Selain itu, keunikan rumah ini ialah tidak adanya sekat yang membatasi setiap ruangan. Akan tetapi, pembagian tersebut menggunakan garis-garis adat yang sangat kuat, meskipun tidak terlihat. Setiap ruangan sudah memiliki nama dan siapa saja yang harus menempati ruangan tersebut.

Friday, April 19, 2013

Tentang Sumatera Utara

Di posting Oleh traveling-indo


Sumatera Utara 

 Sumatera Utara  adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera,Indonesia dan beribu kota di Medan.

                                                            Istana Maimun

Terdapat berbagai suku bangsa di Propinsi ini,antara lain:
 1. Suku batak,sekitar 41,95%
 2. Suku Jawa,sekitar 32,62 %
 3. Suku Nias,sekitar 6,36%
 4. Suku Melayu,sekitar 4,92%
 5. Suku Cina/Tionghoa,sekitar 3,07%
 6. Suku Minangkabau,sekitar 2,66%
 7. Suku Banjar,sekitar 0,97%
 8. Suku India,Sekitar 0,50%
 9. Dan lain-lain

Bahasa yang di pakai dalam sehari-hari
1.Indonesia
2. Karo
3. Batak
4. Simalungen
5. Pakpak
6. Melayu
7.Jawa
8. Minangkabau
9. Nias
10.Mandailing
11.India

Agama yang dianut oleh masyarakat di Sumatera Utara
1. Islam
2. Kristen Protestan
3. Kristen Katolik
4.Buddha
5.Hindu



                                                          Peta Sumatera Utara

Bagi setiap orang yang berkunjung ke Medan Sumatera Utara,pasti merasa nyaman dan betah,karena selain banyak terdapat tempat wisata alam,wisata budaya dan wisata kuliner,masyarakat yang tinggal di Sumatera Utara juga di kenal karena ramah dan bersopan santun.


Tuesday, April 16, 2013

Perlengkapan Wajib Berwisata

Di posting Oleh traveling-indo


Mempunyai kesempatan untuk mengunjungi  tempat-tempat wisata selama masa liburan, pastilah merupakan salah satu peluang yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bertemu dengan suasana baru dan mendapatkan pengalaman yang berharga dengan menjelajahi tempat-tempat wisata yang belum pernah kita kunjungi tentu menjadi nilai tersendiri dalam hidup kita.
Namun sebaiknya sebelum melakukan perjalanan berwisata, kita perlu mempersiapkan beberapa perlengkapan penting untuk menunjang perjalanan yang menyita waktu tersebut supaya tidak mengganggu perjalanan wisata kita.
Apa saja yang harus  kita  persiapkan sebelum menikmati indahnya perjalanan wisata kita? Berikut ini adalah beberapa perlengkapan yang wajib kita bawa selama bepergian:



1.  Pakaian Seperlunya dan Obat Pribadi
Selama berlibur pasti tidak akan nyaman dengan pakaian yang sudah berkeringat. Beberapa orang melalaikan hal ini, padahal pakaian dalam sangat penting. Setiap hari harus ganti, menyesuaikan dengan jadwal mandi.Pilihlah membawa pakaian yang ringan tetapi nyaman untuk di pakai.Dan juga karena kita berada di wilayah yang baru akan perlu adaptasi,jadi bawalah obat pribadi seperlunya dan simpan di wadah yang aman.
2.Bawalah Seluruh Gadget 
Bawalah seluruh gadget yang kita miliki, mulai dari handphone, laptop,kamera, smartphone. Namun, jangan sampai melupakan charger, karena tanpa alat tersebut, kita justru akan merasa terganggu ketika gadget kita kehabisan baterai.
Setiap gadget akan sangat berguna ketika kita menjalani liburan dimanapun dan kapanpun.

3.Tas Ukuran Besar dan Kecil
Selain menggunakan tas yang besar untuk tempat menyimpan keperluan kita saat berwisata,sebaiknya bawalah tas kecil juga.Karena tas kecil ini selain berguna untuk menunjang penampilan, tentunya berguna untuk menyimpan barang-barang  yang bersifat praktis seperti dompet,handphone, kamera, music player, GPS, dan perangkat lainnya. Dengan menyimpan barang-barang praktis di tas kecil ini, Kita tak perlu membongkar seluruh bawaan dan mengurangi resiko tercecernya barang selama perjalanan.

4. Selalu Lebihkan Budget
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama berlibur ataupun berwisata pastikan kita telah membawa uang lebih. Karena selama berlibur mungkin saja tiba-tiba kita ingin membeli sesuatu untuk oleh-oleh.
Dengan melebihkan budget libur setidaknya kita telah menyiapkan payung sebelum hujan.


 

Wednesday, April 10, 2013

12 Air Terjun Tertinggi di Indonesia

Di posting Oleh traveling-indo


12. Air terjun Grojogan Sewu (81 meter)

Air terjun Grojogan Sewu terletak di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Grojogan Sewu terletak di lereng Gunung Lawu,sekitar 27 km sebelah timur kota Karanganyar .
Air terjun ini merupakan salah satu dari program wisata yang disebut "INTANPARI" (Industri Pertanian dan Pariwisata), air terjun ini memiliki ketinggian 81 meter diukur dari bawah ke atas.



 
Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Meskipun pada kenyataanya air terjun ini tidak berjumlah seribu.Tetapi ada beberapa titik air terjun yang dapat dinikmati oleh setiap pengunjung di sini. Air terjun tertinggi yang ada tingginya sekitar 81 meter. Ada pula air terjun yang tidak terlalu tinggi tetapi pancurannya meluas dan membentuk cabang-cabang. Bila sedang musim hujan, sekeliling tebing akan dihujani air terjun, tetapi saat musim panas, banyak air terjun yang kering.

Hutan Wisata Grojogan Sewu memiliki luas 20 Ha. Kawasan hutan ini banyak ditumbuhi berbagai jenis pohon hutan dan dihuni oleh sekelompok kera jinak. Beberapa fasilitas yang tersedia di hutan wisata ini adalah taman binatang hutan, kolam renang, tempat istirahat, kios makanan, kios buah-buahan dan cinderamata dan mushola.


11. Air terjun Curug Cimahi (85 meter)

Air terjun Curug Cimahi terletak di Kecamatan Cisarua,Kabupaten Bandung Barat, sekitar 10 kilometer dari Cimahi, atau sekitar satu jam dari Bandung. Bagi warga sekitar ataupun pengunjung dari luar Kota yang ingin mencari hiburan alam dan menjauh dari hingar bingar kota metropolitan, air terjun ini merupakan tujuan wisata yang pas untuk mereka.






Airnya yang jernih, serta alam yang sangat indah membuat banyak hal yang dapat pengunjung lakukan saat berkunjung ke Curug Cimahi. Menikmati kesejukan dan keindahan alam sambil mandi, berendam, atau bermain-main air dapat menyegarkan kembali tubuh kita yang sudah lelah karena kegiatan sehari-hari.
Untuk bisa melihat pesona indahnya Curug Cimahi, pengunjung harus berjuang dulu menuruni anak tangga sejumlah 687 buah dari pintu gerbang. Adapun tiket masuknya seharga Rp 10.000,-. 
Curug Cimahi mudah untuk dijangaku baik dari pusat keramaian Cimahi atau Bandung. Menuju Curug Cimahi, kita bisa menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Bila menggunakan kendaraan pribadi perjalanan dimulai dari pusat Kota Bandung. Rute yang dilewati melalui jalur Bandung-Cihideungi Cisarua dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.Namun, bila menggunakan kendaraan umum perjalanan dapat dimulai dari Terminal Pasar Atas Cimahi atau Terminal Lembang. Jika memulai perjalanan dari Terminal Pasar Atas Cimahi, wisatawan dapat menggunakan jasa bus jurusan Cimahi—Cisarua untuk sampai ke lokasi. Akan tetapi, bila melalui terminal Lembang, bus yang dinaiki ialah jurusan Lembang—Cisarua, kemudian turun di depan gerbang objek wisata Curug Cimahi. Jika dari Bandung kota, anda ke terminal Ledeng di dekat pondok pesantren Daarut Tauhid dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dari terminal Ledeng, carilah angkot ke terminal Lembang.
Fasilitas yang terdapat di area wisata Curug Cimahi antara lain mushola, area parkir, shelter, pusat informasi, dan peta lokasi objek wisata. Di sekitar Curug Cimahi anda dapat menemukan dengan mudah pedagang yang menjual berbagai macam makanan,minuman bahkan cinderamata.



10. Air terjun Curug Cipendok (92 meter)


Terletak di Desa Karang Tengah, kabupaten Cilingok, sekitar 25 km dari Purwokerto. Dengan ketinggian 92 meter dan mempunyai daya terik tersendiri, dikelilingi dengan hutan alam yang indah.Kesunyian masih sangat terasa dan lingkungan Curug Cipendok masih betul- betul alami sebab belum banyak pengunjung yang datang menikmati keindahan alamnya. Hawa di sekitarnya sejuk dan sepanjang jalan menuju ke sana terdapat area perkebunan.




Untuk sampai ke lokasi Curug Cipendok, bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum (Koperades). Angkutan umum ini mempunyai trayek jalur  Ajibarang - Losari - Kalisari - Karang Tengah- Lebaksiu - Curug Cipendok. Pada hari biasa Koperades ini biasanya hanya melayani rute Ajibarang - Losari - Lebaksiu (KarangTengah), namun bisa disewa  untuk membawa pengunjung yang ingin menuju Curug Cipendok. Biasanya untuk para pengunjung yang ingin menyewa Koperades, bisa mencari di pertigaan Losari  atau desa karanglo.
Antara Curug Cipendok dengan tempat parkir mobil masih tersisa sekitar 500 meter. Namun setelah berjalan sekitar 15-20 menit, sebelum sampai Curug Cipendok pengunjung akan menikmati hutan alam yang masih sangat alami. Dan akan terdengar suara gemuruh seperti hujan lebat. Itulah suara air terjun yang turun dari ketinggian 92 meter tersebut. Udara dingin ditambah dengan titik-titik air membuat suasana damai dan fresh. Jika sudah agak siang, sinar matahari yang bersinar membuat pelangi tipis hasil pantulan titik-titik air yang turun.
Fasilitas yang tersedia di temapat wisata Curug Cipendok adalah tempat parkir, tempat istirahat, arena bermain anak-anak seperti ayunan dan kamar mandi. Dilokasi curug ini terdapat menara pandang yang dapat melihat pemandangan kota Purwokerto apabila cuaca sedang cerah. Juga sepanjang jalan menuju lokasi, banyak warung yang menjajakan  salah satu makanan khas Purwokerto yaitu mendoan(terbuat dari tahu atau tempe yang di goreng), susu murni dan makanan ringan lainnya.

9. Air Terjun Curup Tenang (99 meter)

Air terjun Curup Tenang adalah air terjun tertinggi di Propinsi Sumatera Selatan, yang terletak didekat desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung,Kabupaten Muara Enim.




Air terjun setinggi 99 meter ini bersumber dari mata air yang tak pernah kering di celah bukit barisan dan ke bawah membentuk sebuah sungai kecil yang deras dan berbatu-batu.

Berjarak sekitar 56 km di selatan Muara Enim atau 210 km dari kota Palembang.  Dapat di jangkau oleh semua jenis kendaraan dengan kondisi jalan sudah beraspal baik.
Untuk mencapai air terjun ini,pengunjung harus terlebih dahulu melalui jalan setapak sepanjang 600 meter yang dibangun di tepi sungai dan sebuah jembatan yang melintasi sungai kecil yang deras.
Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap,sehingga para pengunjung tidak perlu membawa bekal makanan yang cukup berat. Fasilitas yang tersedia antara lain lapangan parkir, restoran, dan warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman.  Juga terdapat sebuah tempat pemandian alam dan tempat memancing, lengkap dengan fasilitasnya.



8. Air terjun Moramo (100 meter)


Air terjun Moramo terletak  di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo,Kabupaten Konawe Selatan,Propinsi Sulawesi Tenggara. 





























Air terjun Moramo di Sulawesi Tenggara ini merupakan destinasi  wisata yang sangat indah dan di kelilingi oleh hutan alami yang menjadi tempat habitat asli Sulawesi Tenggara. Air terjunnya bertingkat hingga ketinggian 100 meter dan memiliki 7 tingkatan yang besar serta puluhan tingkatan yang kecil. Masyarakat percaya, bidadari pun mandi di air terjun ini.Bahkan banyak pengunjung mengatakan Air Terjun Moramo lain dari pada air terjun yang lain.





Batu-batu marmer yang besar di sekitar air terjun ini akan menjadi pemandangan yang tidak terlupakan. Jangan hanya memandanginya saja,pengunjung juga bisa menjelajahi setiap tingkatan di air terjun ini. Tidak perlu takut, sebab daerah bebatuan di sekitar air terjun tidak licin.


Untuk mencapai lokasi air terjun ini cukup mudah. Dengan menggunakan mobil pribadi atau sewaan, dari Kota Kendari, ibukota Sulawesi Tenggara ke Desa Sumberasih membutuhkan waktu 2,5 jam dengan jarak tempuh sejauh 65 kilometer. Sampai di pintu masuk suaka alam Tanjung Peropa ini, pengunjung harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer selama 30 menit. Di sepanjang jalan pengunjung akan melewati sebuah anak tangga dan jembatan kayu yang cukup tua.




7. Air terjun Curug Citambur (100 meter)

Air terjun Citambur, sebuah air terjun yang tingginya sekitar 100 meter di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran,Kabupaten Cianjur , Jawa Barat. 


Dinamakan Curug Citambur karena bunyi atau suara air terjun tersebut bila di dengarkan dari jauh terdengar seperti tambur atau gendang.Dikelilingi oleh hutan alami dengan pemandangan yang sangat indah menjadikan air terjun ini merupakan objek wisata yang eksotis.Perjalanan menuju curug citambur harus melewati kebun teh yang hijau membentang luas.



Menuju ke lokasi air terjun Curug Citambur ini, dari Bandung pengunjung ambil arah ke selatan menuju Kecamatan Ciwidey. Setelah sampai di perkebunan teh Rancabali, pengunjung akan menemukan sebuah pertigaan. Ambil arah ke kanan keperkebunan teh Sinumbra. Dari perkebunan teh Sinumbra melewati Desa Cipelah hingga menuju ke Desa Karang Jaya. Pintu masuk menuju lokasi air terjun terletak tepat di depan kantor Desa Karang Jaya. Dari tempat parkir kendaraan, pengunjung harus berjalan kaki sepanjang puluhan meter  menuju lokasi Curug Citambur ini.


6. Air Terjun Sedudo (105 meter)


Air Terjun Sedudo terletak di Ngliman, Kecamatan Sawahan,Kabupaten Nganjuk,Jawa Timur. Selain sebagai objek wisata, air terjun ini sering dijadikan tempat pelaksanaan Upacara Tradisional oleh masyarakat dan Pemerintah setempat. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.







Air terjun Sedudo  ini tidak hanya menebarkan keelokan dalam balutan kesejukan udara yang bersih dan segar, tetapi juga mitos yang menyatu dalam keyakinan masyarakat. Konon, siapa pun yang mandi di kolam atau di bawah air terjun bisa mendapatkan berkah keselamatan, awet muda, disembuhkan dari sakit yang dideritanya, dan cepat naik pangkat.

Setiap bulan Sura, dalam tradisi Jawa, ribuan warga berdatangan  untuk mandi, baik di kolam maupun di bawah air terjun Sedudo. Bahkan, sejumlah elite politik dan pejabat di tingkat pusat dan daerah pun percaya dan rela mandi tengah malam dengan beragam niat dan keinginan masing-masing.

Dengan potensinya sebagai obyek wisata air dan wisata ritual yang sudah berlangsung turun-temurun, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menempatkan air terjun Sedudo sebagai ikon dan primadona di wilayah itu. Air terjun Sedudo menjadi obyek wisata andalan daerah.

”Tradisi dan upacara mandi bersama atau siraman Sedudo yang berlangsung turun-temurun sejak zaman Majapahit menjadi agenda utama. Tradisi ini dikenal sebagai upacara Prana Prasthista dan menjadi agenda utama daya tarik wisata Sedudo ini.
Pengunjung yang hendak bertandang ke lokasi wisata air terjun Sedudo bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari ibu kota Nganjuk, tepatnya dari Pendapa Kabupaten Nganjuk, jarak tempuh menuju lokasi air terjun sekitar 30 kilometer arah selatan.

Fasilitas yang dimiliki di tempat wisata ini  cukup lengkap seperti ruang ganti, kolam tempat berendam atau berenang, toilet, tempat istirahat dan berbagai rumah makan serta toko cinderamata.  Bagi yang membutuhkan penginapan juga tersedia hotel yang berada di sekitar kawasan ini. 


5. Air terjun Jarakan (115 meter)

Air Terjun Jarakan terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan. Air Terjun Jarakan ini sebagai bagian dari kawasan objek wisata air terjun yang dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Magetan.




Lokasi Air terjun Jarakan juga berdekatan dengan Air terjun Watu Ondo ,jadi pengunjung dapat menikmati keindahan dua air terjun sekaligus.

Keindahan panorama alam pegunungan serta udaranya yang segar dan ditambah dengan deretan pohon pinus yang terbentang membuat para pengunjung pasti betah untuk berlama-lama menikmati  sekaligus melepas lelah dengan mandi di lokasi wisata air terjun Jarakan ini.


4. Air terjun Sipiso piso (120 meter)

Air terjun Sipisopiso adalah air terjun terjun yang terletak di dataran tinggi Sumatra Utara. Dengan ketinggian 120 meter, sekitar 25 km dari kota Kabanjahe.letaknya tidak jauh dari permukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara


Sipiso-piso berasal dari piso yang artinya pisau. Derasnya air yang berjatuhan dari bukit berketinggian seratus dua puluh meter ini merupakan layaknya berbilah pisau yang tajam. Selain itu, jurang yang curam jika dilihat dari puncak bukit membuat  masyarakat setempat menyebutnya piso.
Untuk menjelajahi keelokan alam Sipiso-piso dari dekat, Anda harus menyusuri punggung bukit melalui ratusan anak tangga kecil yang telah disediakan untuk turun dan mendekati air terjun tersebut. Jajaran anak tangga yang telah dipersiapkan itu merupakan jalan utama yang aman untuk bisa sampai kedasar  atau jatuhnya air terjun tersebut.
Air terjun Sipiso-piso terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Indonesia. Kecamatan ini berada sekitar 24 km dari Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo.Atau 35 km dari Kota Berastagi.Para pengunjung yang berencana untuk menginap,dapat mencari penginapan di Berastagi,Kabanjahe ataupun di Desa Tongging.Bahkan berbagai cendra mata banyak di jual di tempat wisata ini.


3. Air terjun Payakumbuh di Ngarai Harau (150 meter)


Terletak di Ngarai Harau Sumatera Barat, 35 km dari Bukittinggi. Di sela-sela perbukitan dan lembah harau terdapat sebuah jurang yang dalam dan sebuah air terjun yang sangat indah, bahkan kadang dipenuhi oleh sekumpulan kupu-kupu beterbangan, sehingga membuat air terjun ini merupakan kombinasi alam dengan pemandangan yang sangat indah.




Setiap pengunjung yang datang akan terkagum-kagum terhadap  alam ciptaan Tuhan  ketika memasuki Lembah Harau, berada di kawasan ini serasa kita sedang berada di sebuah benteng alam raksasa yang dikelilingi dinding tinggi menjulang, di pinggirannya mengalir sungai-sungai jernih yang airnya bersumber dari air terjun yang jatuh dari pinggiran tebing.
 Konon dulu ada cerita rakyat bahwa kawasan Lembah Harau dulunya adalah lautan dan tebing-tebing tinggi tersebut adalah daratannya yang terdapat istana di atasnya. Pada waktu itu ada seorang putri raja yang memutuskan untuk terjun ke laut karena cintanya pada seorang pria tidak direstui oleh sang ayah. Raja pun mencari putrinya namun tidak juga ditemukan, akhirnya raja memutuskan untuk mengeringkan lautan untuk menemukan putrinya, dan lautan yang kering itupun sekarang menjadi Lembah Harau.
Keindahan kawasan wisata Lembah Harau sangat lengkap, sejak awal memasuki kawasan wisata Harau kita akan disuguhi pesona dari jurang/celah alam, air terjun, tebing dan beberapa gua. Selain Air Terjun Lembah Harau, ada juga cagar alam dan suaka margasatwa yang juga merupakan tempat konsevasi bagi beberapa hewan yang dilindungi seperti Monyet Ekor Panjang, Siamang, Harimau Sumatera, Beruang, Tapir, Landak, Burung Kuau, dll. Lokasi wisata Harau ini terbagi menjadi 2, yaitu Sarasah Bunta, merupakan kawasan bagi yang ingin menikmati suasana lebih alami karena disini terdapat 5 buah air terjun dengan kolam penampungan air terjun yang masih alami dengan pemandangan asrinya. Lokasi lain yaitu Akar Berayun, disini telah terdapat kolam renang sehingga lebih enak untuk yang ingin berenang, di kawasan ini juga terdapat fasilitas lengkap seperti perkemahan, kolam renang dan jalan setapak yang dapat digunakan untuk hiking, serta dilengkapi dengan cottage dan resort.
Hal lain yang membuat kawasan Lembah Harau ini unik dan menarik adalah terdapatnya lembah echo, yaitu sebuah lembah yang jika kita berteriak disana akan menghasilkan gema sempurna. Di lembah Echo tersebut terdapat sebuah spot yang dijadikan acuan tempat kita untuk berteriak, dan setelah suara pertama terdengar maka akan disusul oleh gema/echo lain sebanyak 7 kali secara sempurna, konon tempat yang menghasilkan echo sempurna seperti ini cuma ada satu di dunia yaitu di Lembah Harau. Karena keindahannnya pula mulai tahun ini Lembah Harau dijadikan sebagai rute baru lomba balap sepeda Tour de Singkarak yang bertujuan untuk mempromosikan wisata Lembah Harau ke dunia. Pokoknya bila berwisata ke Sumatra Barat jangan lupa menyempatkan singgah ke Lembah Harau karena pemandangan yang disajikan sangat mamanjakan mata yang menatapnya.



2. Air Terjun Madakaripura (200 meter)

Air Terjun Madakaripura terletak di Kecamatan Lumbang, Probolinggo merupakan salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini dikenal sebagai tempat pertapaan Mahapatih Gajah Mada sebelum mengabdi di kerajaan Majapahit. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.


Untuk mencapai tempat wisata ini tidak terlalu sulit. Sebaiknya kunjungan dilakukan bila kita akan ke Bromo dari arah Probolinggo dikarenakan searah dengan perjalanan atau saat berada di Bromo . Jika kita datang dari arah Probolinggo maka sesampai di  Desa Sukapura kita belok kanan., kita akan melewati jalan aspal dengan suguhan pemandangan pada bagaian kiri-kanan berupa gunung tinggi yang menyegarkan mata. Kurang lebih setelah sekitar 5 km melakukan perjalanan, kita akan bertemu dengan pintu masuk kawasan wisata air terjun Madakaripura yang ditandai dengan tempat parkir yang luas dan patung Gajah Mada. Disini, banyak penduduk lokal yang menawarkan diri menjadi 'guide' yang akan menemani sambil menceritakan sejarah objek wisata tersebut hingga kita balik lagi ke tempat parkir. 
Selanjutnya kita harus berjalan kira-kira 15 menit,  melewati jalan setapak terbuat dari semen yang berbatu sehingga kalau basah tidak akan licin. Saat berjalan kaki ini kita juga disuguhi pemandangan indah dan menyejukkan, di samping kanan kita ada aliran sungai berbatu-batu, di kanan kiri kita diapit tebing tinggi dengan pepohonan lebat beserta iringan kicauan burung dan derikan kumbang. Terkadang di beberapa bagian jalan, terhalang oleh pohon rubuh atau ada bekas longsoran, meskipun demikian jalan ini relatif datar dan dapat dijalani dengan mudah, kalau kecapekan ada beberapa tempat di sepanjang jalan yang bisa digunakan untuk duduk-duduk beristirahat.
 Sesudah puas mandi dan menikmati keindahan alam pengunjung bisa menikmati minuman panas di warung dekat air terjun sebelum berjalan kaki lagi menuju tempat parkir. Secara umum tempat ini telah dikelola dengan cukup baik,  dapat dicapai lewat jalan aspal yang mulus, jalan setapak yang nyaman, fasilitas umum seperti kamar mandi, mesjid dan tempat parkir. Namun kurangnya informasi mengenai tempat ini dan jaminan keamanan yang belum ada mengakibatkan jarang orang tahu dan mau berkunjung ke kawasan wisata ini. Dengan promosi yang cukup, pengunjung Bromo akan dapat menambah daftar tujuan wisatanya.


1. Air terjun Sigura gura (250 meter)


Air terjun Sigura-gura merupakan air terjun tertinggi di Indonesia,dengan ketinggian 250 meter.
Air Terjun Sigura-gura terletak di Kabupaten Toba Samosir, sekitar 250 kilometer dari Kota Medan. Karena letaknya yang dekat dengan Danau Toba, maka tak heran jika air terjun ini selalu ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik wisata mancanegara maupun wisata lokal.






Dari kejauhan terlihat, air terjun Sigura-gura seperti air terjun raksasa. Air terjun ini berasal dari Sungai Asahan yang airnya dari Danau Toba. Suara dentuman air yang turun kebawah, masih bisa terdengar dari kejauhan karena ketinggiannya.
Air terjun ini dikelilingi tebing-tebing bebatuan yang sangat terjal dan licin. Nuansa hutan rimba yang alami pun akan menyambut setiap pengunjung ketika memasuki kawasan ini, beberapa pepohonan khas dataran tinggi tampak tumbuh dan menghiasi panorama di sekitar objek wisata air terjun ini.
Kesejukan airnya sanggup menjanjikan akan melepas semua lelah setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan untuk menuju ke objek wisata ini.Selain mandi dan berendam, banyak pengunjung yang mendirikan tenda untuk berkemah di sekitar air terjun ini.
Air terjun Sigura-gura ini juga sangat potensial untuk di jadikan tempat kegiatan ataupun kompetisi arung jeram.Apalagi aliran airnya yang sangat deras dapat memacu adrenalin peserta ditengah kelompok satu tim arung jeram. Bahkan di tempat ini pernah diadakan kompetisi arung jeram tingkat nasional dan internasianal.