12. Air terjun Grojogan Sewu (81 meter)
Air terjun Grojogan Sewu terletak di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Grojogan Sewu terletak di lereng Gunung Lawu,sekitar 27 km sebelah timur kota Karanganyar .
Air terjun ini merupakan salah satu dari program wisata yang disebut "INTANPARI" (Industri Pertanian dan Pariwisata), air terjun ini memiliki ketinggian 81 meter diukur dari bawah ke atas.
Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Meskipun pada kenyataanya air terjun ini tidak berjumlah seribu.Tetapi ada beberapa titik air terjun yang dapat dinikmati oleh setiap pengunjung di sini. Air terjun tertinggi yang ada tingginya sekitar 81 meter. Ada pula air terjun yang tidak terlalu tinggi tetapi pancurannya meluas dan membentuk cabang-cabang. Bila sedang musim hujan, sekeliling tebing akan dihujani air terjun, tetapi saat musim panas, banyak air terjun yang kering.
Hutan Wisata Grojogan Sewu memiliki luas 20 Ha. Kawasan hutan ini banyak ditumbuhi berbagai jenis pohon hutan dan dihuni oleh sekelompok kera jinak. Beberapa fasilitas yang tersedia di hutan wisata ini adalah taman binatang hutan, kolam renang, tempat istirahat, kios makanan, kios buah-buahan dan cinderamata dan mushola.
11. Air terjun Curug Cimahi (85 meter)
Air terjun Curug Cimahi terletak di Kecamatan Cisarua,Kabupaten Bandung Barat, sekitar 10 kilometer dari Cimahi, atau sekitar satu jam dari Bandung. Bagi warga sekitar ataupun pengunjung dari luar Kota yang ingin mencari hiburan alam dan menjauh dari hingar bingar kota metropolitan, air terjun ini merupakan tujuan wisata yang pas untuk mereka.
Airnya yang jernih, serta alam yang sangat indah membuat banyak hal yang dapat pengunjung lakukan saat berkunjung ke Curug Cimahi. Menikmati kesejukan dan keindahan alam sambil mandi, berendam, atau bermain-main air dapat menyegarkan kembali tubuh kita yang sudah lelah karena kegiatan sehari-hari.
Untuk bisa melihat pesona indahnya Curug Cimahi, pengunjung harus berjuang dulu menuruni anak tangga sejumlah 687 buah dari pintu gerbang. Adapun tiket masuknya seharga Rp 10.000,-.
Curug Cimahi mudah untuk dijangaku baik dari pusat keramaian Cimahi atau Bandung. Menuju Curug Cimahi, kita bisa menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Bila menggunakan kendaraan pribadi perjalanan dimulai dari pusat Kota Bandung. Rute yang dilewati melalui jalur Bandung-Cihideungi Cisarua dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.Namun, bila menggunakan kendaraan umum perjalanan dapat dimulai dari Terminal Pasar Atas Cimahi atau Terminal Lembang. Jika memulai perjalanan dari Terminal Pasar Atas Cimahi, wisatawan dapat menggunakan jasa bus jurusan Cimahi—Cisarua untuk sampai ke lokasi. Akan tetapi, bila melalui terminal Lembang, bus yang dinaiki ialah jurusan Lembang—Cisarua, kemudian turun di depan gerbang objek wisata Curug Cimahi. Jika dari Bandung kota, anda ke terminal Ledeng di dekat pondok pesantren Daarut Tauhid dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Dari terminal Ledeng, carilah angkot ke terminal Lembang.
Fasilitas yang terdapat di area wisata Curug Cimahi antara lain mushola, area parkir, shelter, pusat informasi, dan peta lokasi objek wisata. Di sekitar Curug Cimahi anda dapat menemukan dengan mudah pedagang yang menjual berbagai macam makanan,minuman bahkan cinderamata.
10. Air terjun Curug Cipendok (92 meter)
Terletak di Desa Karang Tengah, kabupaten Cilingok, sekitar 25 km dari Purwokerto. Dengan ketinggian 92 meter dan mempunyai daya terik tersendiri, dikelilingi dengan hutan alam yang indah.Kesunyian masih sangat terasa dan lingkungan Curug Cipendok masih betul- betul alami sebab belum banyak pengunjung yang datang menikmati keindahan alamnya. Hawa di sekitarnya sejuk dan sepanjang jalan menuju ke sana terdapat area perkebunan.
Untuk sampai ke lokasi Curug Cipendok, bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum (Koperades). Angkutan umum ini mempunyai trayek jalur Ajibarang - Losari - Kalisari - Karang Tengah- Lebaksiu - Curug Cipendok. Pada hari biasa Koperades ini biasanya hanya melayani rute Ajibarang - Losari - Lebaksiu (KarangTengah), namun bisa disewa untuk membawa pengunjung yang ingin menuju Curug Cipendok. Biasanya untuk para pengunjung yang ingin menyewa Koperades, bisa mencari di pertigaan Losari atau desa karanglo.
Antara Curug Cipendok dengan tempat parkir mobil masih tersisa sekitar 500 meter. Namun setelah berjalan sekitar 15-20 menit, sebelum sampai Curug Cipendok pengunjung akan menikmati hutan alam yang masih sangat alami. Dan akan terdengar suara gemuruh seperti hujan lebat. Itulah suara air terjun yang turun dari ketinggian 92 meter tersebut. Udara dingin ditambah dengan titik-titik air membuat suasana damai dan fresh. Jika sudah agak siang, sinar matahari yang bersinar membuat pelangi tipis hasil pantulan titik-titik air yang turun.
Fasilitas yang tersedia di temapat wisata Curug Cipendok adalah tempat parkir, tempat istirahat, arena bermain anak-anak seperti ayunan dan kamar mandi. Dilokasi curug ini terdapat menara pandang yang dapat melihat pemandangan kota Purwokerto apabila cuaca sedang cerah. Juga sepanjang jalan menuju lokasi, banyak warung yang menjajakan salah satu makanan khas Purwokerto yaitu mendoan(terbuat dari tahu atau tempe yang di goreng), susu murni dan makanan ringan lainnya.
9. Air Terjun Curup Tenang (99 meter)
Air terjun Curup Tenang adalah air terjun tertinggi di Propinsi Sumatera Selatan, yang terletak didekat desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung,Kabupaten Muara Enim.
Air terjun setinggi 99 meter ini bersumber dari mata air yang tak pernah kering di celah bukit barisan dan ke bawah membentuk sebuah sungai kecil yang deras dan berbatu-batu.
Berjarak sekitar 56 km di selatan Muara Enim atau 210 km dari kota Palembang. Dapat di jangkau oleh semua jenis kendaraan dengan kondisi jalan sudah beraspal baik.
Untuk mencapai air terjun ini,pengunjung harus terlebih dahulu melalui jalan setapak sepanjang 600 meter yang dibangun di tepi sungai dan sebuah jembatan yang melintasi sungai kecil yang deras.
Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap,sehingga para pengunjung tidak perlu membawa bekal makanan yang cukup berat. Fasilitas yang tersedia antara lain lapangan parkir, restoran, dan warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman. Juga terdapat sebuah tempat pemandian alam dan tempat memancing, lengkap dengan fasilitasnya.
8. Air terjun Moramo (100 meter)
Air terjun Moramo terletak di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo,Kabupaten Konawe Selatan,Propinsi Sulawesi Tenggara.
Air terjun Moramo di Sulawesi Tenggara ini merupakan destinasi wisata yang sangat indah dan di kelilingi oleh hutan alami yang menjadi tempat habitat asli Sulawesi Tenggara. Air terjunnya bertingkat hingga ketinggian 100 meter dan memiliki 7 tingkatan yang besar serta puluhan tingkatan yang kecil. Masyarakat percaya, bidadari pun mandi di air terjun ini.Bahkan banyak pengunjung mengatakan Air Terjun Moramo lain dari pada air terjun yang lain.
Batu-batu marmer yang besar di sekitar air terjun ini akan menjadi pemandangan yang tidak terlupakan. Jangan hanya memandanginya saja,pengunjung juga bisa menjelajahi setiap tingkatan di air terjun ini. Tidak perlu takut, sebab daerah bebatuan di sekitar air terjun tidak licin.
Untuk mencapai lokasi air terjun ini cukup mudah. Dengan menggunakan mobil pribadi atau sewaan, dari Kota Kendari, ibukota Sulawesi Tenggara ke Desa Sumberasih membutuhkan waktu 2,5 jam dengan jarak tempuh sejauh 65 kilometer. Sampai di pintu masuk suaka alam Tanjung Peropa ini, pengunjung harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer selama 30 menit. Di sepanjang jalan pengunjung akan melewati sebuah anak tangga dan jembatan kayu yang cukup tua.
7. Air terjun Curug Citambur (100 meter)
Air terjun Citambur, sebuah air terjun yang tingginya sekitar 100 meter di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran,Kabupaten Cianjur , Jawa Barat.
Dinamakan Curug Citambur karena bunyi atau suara air terjun tersebut bila di dengarkan dari jauh terdengar seperti tambur atau gendang.Dikelilingi oleh hutan alami dengan pemandangan yang sangat indah menjadikan air terjun ini merupakan objek wisata yang eksotis.Perjalanan menuju curug citambur harus melewati kebun teh yang hijau membentang luas.
Menuju ke lokasi air terjun Curug Citambur ini, dari Bandung pengunjung ambil arah ke selatan menuju Kecamatan Ciwidey. Setelah sampai di perkebunan teh Rancabali, pengunjung akan menemukan sebuah pertigaan. Ambil arah ke kanan keperkebunan teh Sinumbra. Dari perkebunan teh Sinumbra melewati Desa Cipelah hingga menuju ke Desa Karang Jaya. Pintu masuk menuju lokasi air terjun terletak tepat di depan kantor Desa Karang Jaya. Dari tempat parkir kendaraan, pengunjung harus berjalan kaki sepanjang puluhan meter menuju lokasi Curug Citambur ini.
6. Air Terjun Sedudo (105 meter)
Air Terjun Sedudo terletak di Ngliman, Kecamatan Sawahan,Kabupaten Nganjuk,Jawa Timur. Selain sebagai objek wisata, air terjun ini sering dijadikan tempat pelaksanaan Upacara Tradisional oleh masyarakat dan Pemerintah setempat. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Air terjun Sedudo ini tidak hanya menebarkan keelokan dalam balutan kesejukan udara yang bersih dan segar, tetapi juga mitos yang menyatu dalam keyakinan masyarakat. Konon, siapa pun yang mandi di kolam atau di bawah air terjun bisa mendapatkan berkah keselamatan, awet muda, disembuhkan dari sakit yang dideritanya, dan cepat naik pangkat.
Setiap bulan Sura, dalam tradisi Jawa, ribuan warga berdatangan untuk mandi, baik di kolam maupun di bawah air terjun Sedudo. Bahkan, sejumlah elite politik dan pejabat di tingkat pusat dan daerah pun percaya dan rela mandi tengah malam dengan beragam niat dan keinginan masing-masing.
Dengan potensinya sebagai obyek wisata air dan wisata ritual yang sudah berlangsung turun-temurun, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menempatkan air terjun Sedudo sebagai ikon dan primadona di wilayah itu. Air terjun Sedudo menjadi obyek wisata andalan daerah.
”Tradisi dan upacara mandi bersama atau siraman Sedudo yang berlangsung turun-temurun sejak zaman Majapahit menjadi agenda utama. Tradisi ini dikenal sebagai upacara Prana Prasthista dan menjadi agenda utama daya tarik wisata Sedudo ini.
Pengunjung yang hendak bertandang ke lokasi wisata air terjun Sedudo bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari ibu kota Nganjuk, tepatnya dari Pendapa Kabupaten Nganjuk, jarak tempuh menuju lokasi air terjun sekitar 30 kilometer arah selatan.
Fasilitas yang dimiliki di tempat wisata ini cukup lengkap seperti ruang ganti, kolam tempat berendam atau berenang, toilet, tempat istirahat dan berbagai rumah makan serta toko cinderamata. Bagi yang membutuhkan penginapan juga tersedia hotel yang berada di sekitar kawasan ini.
5. Air terjun Jarakan (115 meter)
Air Terjun Jarakan terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan. Air Terjun Jarakan ini sebagai bagian dari kawasan objek wisata air terjun yang dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Magetan.
Lokasi Air terjun Jarakan juga berdekatan dengan Air terjun Watu Ondo ,jadi pengunjung dapat menikmati keindahan dua air terjun sekaligus.
Keindahan panorama alam pegunungan serta udaranya yang segar dan ditambah dengan deretan pohon pinus yang terbentang membuat para pengunjung pasti betah untuk berlama-lama menikmati sekaligus melepas lelah dengan mandi di lokasi wisata air terjun Jarakan ini.
4. Air terjun Sipiso piso (120 meter)
Air terjun Sipisopiso adalah air terjun terjun yang terletak di dataran tinggi Sumatra Utara. Dengan ketinggian 120 meter, sekitar 25 km dari kota Kabanjahe.letaknya tidak jauh dari permukiman masyarakat Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara
Sipiso-piso berasal dari piso yang artinya pisau. Derasnya air yang berjatuhan dari bukit berketinggian seratus dua puluh meter ini merupakan layaknya berbilah pisau yang tajam. Selain itu, jurang yang curam jika dilihat dari puncak bukit membuat masyarakat setempat menyebutnya piso.
Untuk menjelajahi keelokan alam Sipiso-piso dari dekat, Anda harus menyusuri punggung bukit melalui ratusan anak tangga kecil yang telah disediakan untuk turun dan mendekati air terjun tersebut. Jajaran anak tangga yang telah dipersiapkan itu merupakan jalan utama yang aman untuk bisa sampai kedasar atau jatuhnya air terjun tersebut.
Air terjun Sipiso-piso terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Indonesia. Kecamatan ini berada sekitar 24 km dari Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo.Atau 35 km dari Kota Berastagi.Para pengunjung yang berencana untuk menginap,dapat mencari penginapan di Berastagi,Kabanjahe ataupun di Desa Tongging.Bahkan berbagai cendra mata banyak di jual di tempat wisata ini.
3. Air terjun Payakumbuh di Ngarai Harau (150 meter)
Terletak di Ngarai Harau Sumatera Barat, 35 km dari Bukittinggi. Di sela-sela perbukitan dan lembah harau terdapat sebuah jurang yang dalam dan sebuah air terjun yang sangat indah, bahkan kadang dipenuhi oleh sekumpulan kupu-kupu beterbangan, sehingga membuat air terjun ini merupakan kombinasi alam dengan pemandangan yang sangat indah.

Setiap pengunjung yang datang akan terkagum-kagum terhadap alam ciptaan Tuhan
ketika memasuki Lembah Harau, berada di kawasan ini serasa kita sedang
berada di sebuah benteng alam raksasa yang dikelilingi dinding tinggi
menjulang, di pinggirannya mengalir sungai-sungai jernih yang airnya
bersumber dari air terjun yang jatuh dari pinggiran tebing.
Konon dulu
ada cerita rakyat bahwa kawasan Lembah Harau dulunya adalah lautan dan
tebing-tebing tinggi tersebut adalah daratannya yang terdapat istana di
atasnya. Pada waktu itu ada seorang putri raja yang memutuskan untuk
terjun ke laut karena cintanya pada seorang pria tidak direstui oleh
sang ayah. Raja pun mencari putrinya namun tidak juga ditemukan,
akhirnya raja memutuskan untuk mengeringkan lautan untuk menemukan
putrinya, dan lautan yang kering itupun sekarang menjadi Lembah Harau.
Keindahan kawasan wisata Lembah Harau sangat lengkap, sejak awal
memasuki kawasan wisata Harau kita akan disuguhi pesona dari
jurang/celah alam, air terjun, tebing dan beberapa gua. Selain Air
Terjun Lembah Harau, ada juga cagar alam dan suaka margasatwa yang juga
merupakan tempat konsevasi bagi beberapa hewan yang dilindungi seperti
Monyet Ekor Panjang, Siamang, Harimau Sumatera, Beruang, Tapir, Landak,
Burung Kuau, dll. Lokasi wisata Harau ini terbagi menjadi 2, yaitu
Sarasah Bunta, merupakan kawasan bagi yang ingin menikmati suasana lebih
alami karena disini terdapat 5 buah air terjun dengan kolam penampungan
air terjun yang masih alami dengan pemandangan asrinya. Lokasi lain
yaitu Akar Berayun, disini telah terdapat kolam renang sehingga lebih
enak untuk yang ingin berenang, di kawasan ini juga terdapat fasilitas
lengkap seperti perkemahan, kolam renang dan jalan setapak yang dapat
digunakan untuk hiking, serta dilengkapi dengan cottage dan resort.
Hal lain yang membuat kawasan Lembah Harau ini unik dan menarik adalah
terdapatnya lembah echo, yaitu sebuah lembah yang jika kita berteriak
disana akan menghasilkan gema sempurna. Di lembah Echo tersebut terdapat
sebuah spot yang dijadikan acuan tempat kita untuk berteriak, dan
setelah suara pertama terdengar maka akan disusul oleh gema/echo lain
sebanyak 7 kali secara sempurna, konon tempat yang menghasilkan echo
sempurna seperti ini cuma ada satu di dunia yaitu di Lembah Harau.
Karena keindahannnya pula mulai tahun ini Lembah Harau dijadikan sebagai
rute baru lomba balap sepeda Tour de Singkarak yang bertujuan untuk
mempromosikan wisata Lembah Harau ke dunia. Pokoknya bila berwisata ke
Sumatra Barat jangan lupa menyempatkan singgah ke Lembah Harau karena
pemandangan yang disajikan sangat mamanjakan mata yang menatapnya.
2. Air Terjun Madakaripura (200 meter)
Air Terjun Madakaripura terletak di Kecamatan Lumbang, Probolinggo merupakan salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini dikenal sebagai tempat pertapaan Mahapatih Gajah Mada sebelum mengabdi di kerajaan Majapahit. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.

Untuk mencapai tempat wisata ini tidak terlalu sulit. Sebaiknya
kunjungan dilakukan bila kita akan ke Bromo dari arah Probolinggo
dikarenakan searah dengan perjalanan atau saat berada di Bromo . Jika kita datang dari arah Probolinggo maka
sesampai di Desa Sukapura kita belok kanan., kita akan
melewati jalan aspal dengan suguhan pemandangan pada bagaian
kiri-kanan berupa gunung tinggi yang menyegarkan mata. Kurang lebih
setelah sekitar 5 km melakukan perjalanan, kita akan bertemu dengan
pintu masuk kawasan wisata air terjun Madakaripura yang ditandai
dengan tempat parkir yang luas dan patung Gajah Mada. Disini,
banyak penduduk lokal yang menawarkan diri menjadi 'guide' yang
akan menemani sambil menceritakan sejarah objek wisata tersebut
hingga kita balik lagi ke tempat parkir.
Selanjutnya kita harus berjalan kira-kira 15 menit,
melewati jalan setapak terbuat dari semen yang berbatu
sehingga kalau basah tidak akan licin. Saat berjalan kaki ini kita
juga disuguhi pemandangan indah dan menyejukkan, di samping kanan
kita ada aliran sungai berbatu-batu, di kanan kiri kita diapit
tebing tinggi dengan pepohonan lebat beserta iringan kicauan burung
dan derikan kumbang. Terkadang di beberapa bagian jalan, terhalang
oleh pohon rubuh atau ada bekas longsoran, meskipun demikian jalan
ini relatif datar dan dapat dijalani dengan mudah, kalau kecapekan
ada beberapa tempat di sepanjang jalan yang bisa digunakan untuk
duduk-duduk beristirahat.
Sesudah puas mandi dan menikmati keindahan alam pengunjung bisa menikmati
minuman panas di warung dekat air terjun sebelum berjalan kaki lagi
menuju tempat parkir. Secara umum tempat ini telah dikelola dengan
cukup baik, dapat dicapai lewat jalan aspal yang mulus, jalan
setapak yang nyaman, fasilitas umum seperti kamar mandi, mesjid dan
tempat parkir. Namun kurangnya informasi mengenai tempat ini dan
jaminan keamanan yang belum ada mengakibatkan jarang orang tahu dan
mau berkunjung ke kawasan wisata ini. Dengan promosi yang cukup,
pengunjung Bromo akan dapat menambah daftar tujuan wisatanya.
1. Air terjun Sigura gura (250 meter)
Air terjun Sigura-gura merupakan air terjun tertinggi di Indonesia,dengan ketinggian 250 meter.
Air Terjun Sigura-gura terletak di Kabupaten Toba Samosir, sekitar 250 kilometer dari Kota Medan. Karena letaknya yang dekat dengan Danau Toba, maka tak heran jika air terjun ini selalu ramai dikunjungi oleh para pengunjung baik wisata mancanegara maupun wisata lokal.

Dari kejauhan terlihat, air terjun Sigura-gura seperti air terjun raksasa. Air terjun ini berasal dari Sungai Asahan yang airnya dari Danau Toba. Suara dentuman air yang turun kebawah, masih bisa terdengar dari kejauhan karena ketinggiannya.
Air terjun ini dikelilingi tebing-tebing bebatuan yang sangat terjal dan licin. Nuansa hutan rimba yang alami pun akan menyambut setiap pengunjung ketika memasuki kawasan ini, beberapa pepohonan khas dataran tinggi tampak tumbuh dan menghiasi panorama di sekitar objek wisata air terjun ini.Kesejukan airnya sanggup menjanjikan akan melepas semua lelah setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan untuk menuju ke objek wisata ini.Selain mandi dan berendam, banyak pengunjung yang mendirikan tenda untuk berkemah di sekitar air terjun ini.
Air terjun Sigura-gura ini juga sangat potensial untuk di jadikan tempat kegiatan ataupun kompetisi arung jeram.Apalagi aliran airnya yang sangat deras dapat memacu adrenalin peserta ditengah kelompok satu tim arung jeram. Bahkan di tempat ini pernah diadakan kompetisi arung jeram tingkat nasional dan internasianal.